
Ke esokan paginya papa Angga pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA.
Yang masuk kedalam ruangan dokter tempat Papa Angga akan melakukan tes DNA hanya dia dan Zea, sementara yang lain menunggu di luar.
Saat Maya sedang duduk menunggu bersama Umi Fadillah karena Abi Ahmad sedang ke toiled, ponsel Maya berdering, Maya segera melihat siapa yang menelfon dan ternyata itu adalah Zenia.
Segera Maya menjawab panggilan sang Anak.
“Halo Assalamualaikum Nak, ada apa ??” ucap Maya saat telah menggeser menu hijau di ponsel nya.
“Waalaikumsalam Ma, tidak ada apa-apa Nia hanya kangen sama Mama” balas Zenia di seberang sana.
“Mama juga rindu sama Nia, kalian kapan pulang sayang ??” /Maya
“Nunggu Raja libur sekolah kayak nya Ma” /Zenia.
“Oh, sekarang apa gak bisa pulang Nak ?? sebentar saja juga gak apa-apa" /Maya.
“Emang ada apa Ma ??” /Zenia.
“Tidak apa-apa Nak. Mama sama Papa kangen banget sama kamu, sama Raja dan Twins" /Maya.
“Nanti coba Nia bicara sama Baba nya anak-anak dulu ya Ma”
“Iya sayang, udah dulu ya, Mama lagi ada kerjaan"
“Iya Ma, Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam”
Sambungan telefon pun terputus.
Maya kembali menyimpan ponsel nya di dalam tas kecil.
“Anak nya ya Bu ??" tanya Umi Fadillah.
“Iya Umi, anak sulung ku" jawab Maya.
Mereka kembali diam, begitupun dengan Umi, tidak lama kemudian Angga dan Zea pun keluar dari ruangan itu, Maya dan Umi Fadillah berdiri mendekati mereka.
“Bagaimana Pa ?? sudah selesai ??” tanya Maya kepada sang suami.
“Sudah Ma, tapi hasilnya belum keluar, mungkin 2 atau 3 hari lagi" jelas Angga kemudian.
__ADS_1
“Loh Abi mana Umi" tanya Zea saat tak melihat sosok Abi Ahmad disana.
“Tadi katanya ke toiled, tidak tau kenapa lama sekali” jawab Umi.
“Begini Umi, kami mau pulang ke jakarta dulu mungkin kesini lagi saat hasil tes akan keluar, dan kalau Umi tidak keberatan kami akan membawa Zea pulang ke rumah” ucap Angga kemudian, walaupun dia yakin kalau Zea adalah putri kandung nya tapi Angga tetap meminta izin kepada Umi yang selama ini telah merawat putrinya.
“Kalau saya terserah Zee saja Pak Angga, jika dia mau ya silahkan" balas Umi tersenyum getir.
“Zee mau Umi, Zee pingin lihat rumah Papa dan Mama” sahut Zea senang.
“Ya sudah ayo kita pulang, kamu juga harus bersiap-siap kan ?? itu Abi sudah menuju kesini" Kata Umi.
Zea mengangguk, kemudian mereka semua pulang ke rumah untuk bersiap-siap, perasaan bahagia selalu di rasakan oleh Zea, bertemu dengen kedua orang tua kandung nya adalah suatu hal yang sangat Zea imipikan dari dulu.
Dia masih ingat saat pertama kali Zea tau kalau ternyata dia bukan lah anak kandung Abi dan Umi, Zea sangat sedih , dan dia berusaha mencari dimana keberadaan kedua orang tua nya tapi tak kunjung dapat, hingga Zea sempat berpikir kalau kedua orang tuanya telah tiada, namun sekarang semuanya salah, Kedua orang tua kandung nya masih terlihat gagah,.
*
*
*
Sementara di Turki, Zenia sedang memikirkan kata-kata Mama nya yang ingin dia pulang, ada apa ?? pikir Zenia.
“Bunda" teriak Adel.
Seketika Zenia tersadar.
“Astaghfirullah Al Azim” guman Zenia beristighfar.
“Sayang maafkan bunda ya Nak !! bunda tadi tidak mendengar Adek bicara apa” ucap Zenia lagi, dia langsung memeluk tubuh putrinya.
Tidak lama Arda datang, dia membawa segelas Air putih.
“Loh bunda sudah sadar ??" tanya Arda melihat Bunda nya sedang memeluk sang adik.
“Kamu dari mana Kak ??” Zenia mala balik bertanya.
“Tadi ambil air buat nyiram bunda, habis dari tadi Kakak sama Adek panggil Bunda diam saja" ucap Arda polos.
“Oh nakal ya kamu kak, berniat buat nyiram Bunda”
“Hehe, tapi kan gak jadi bunda”
__ADS_1
Zenia tersenyum lucu, melihat tingkah anak nya, kalau ada Zahran pasti sudah kena cerama si Arda, beruntung lah sekarang Zahran sedang di kantor sedangkan Raja masih sekolah.
*
*
*
Jam 01 siang Angga, Maya dan Zea sampai di jakarta.
Zea memandangi rumah mega itu, inikah rumah kedua orang tuanya ?? pikir Zea
“Ayo masuk sayang !!” ajak Maya.
“Iya Ma”
Maya segera menggandeng tangan anak nya untuk di bawah masuk sementara Angga berjalan duluan, salah satu ART di sana membuka kan pintu. Art itu agak heran siapa gadis yang saat ini bersama majikan nya sekarang, pikirnya.
“Selamat datang sayang, ini rumah Mama dan Papa dan sekarang jadi rumah kamu juga" ucap Angga kepada Zea.
Zea terus menatap suasana rumah itu, di dinding terpajang beberpa foto keluarga, dan disana Zea melihat dua orang foto wanita yang saling berpelukan dengan tersenyum bahagia, Maya melihat arah pandang anaknya langsung mengikuti sedang melihat apa Zea, dan ternyata Zea sedang menatap foto Zenia dan Zara yang sedang berpelukan,saat itu Zenia masih SMA daj Zara masih SMP.
“Itu Kakak kamu Zee, yang pakai baju kuning, dan yang pakai baju biru itu lah yang namanya Zara, anak yang papa kamu adopsi” jelas Maya sambil mendekati anak nya.
“Oh iya Ma, pantas saja aku tak mengenali kakak, waktu itu kan Papa menunjukkan foto nya saat menggunkan hijab dan cadar dan yang aku lihat ini tidak, tapi Kakak cantik banget sama Ma” jawab Zea tanpa mengalihkan pandangan nya.
“Kamu juga cantik sayang, itu Foto saat kakak kamu masih SMA, dan memang dulu Kakak kamu tidak berhijab tapi sekarang dia sudah menutup auratnya, iya mungkin karena didikan suaminya, kan suami Kakak kamu ustadz”
“Jadi Kakak nikah sama ustadz ya Ma”
“Iya sayang, tu ada foto pernikahan Kakak kamu” tunjuk Maya ke sebuah foto berukuran besar, foto itu di ambil saat hari pernikahan Zahran dan Zenia.
Zea mendekati foto itu. Tidak menyangkah sekali dirinya ternyata punya saudara yang sangat cantik.
“Kapan Kakak pulang Ma ?? Zee sudah tidak sabar bertemu dengan Kakak" tanya Zea.
”Nanti Papa telefon kakak kamu dulu ya !! insyaAllah Kak Nia pasti bisa pulang” sahut Angga dari arah belakang.
Kemudian Zea menatap foto anak kecil dan Foto dua orang bayi, dia yakin itu adalah keponakan nya.
“Yang ini nama nya Raja, sekarang Usianya sudah 5 tahun, Nah yang mereka kembar, yang cowok namanya Arda dan yang cewek Adel” ujar Maya langsung.
Zea mengangguk-anggukan kepalanya, di sana terdapat banyak sekali figura foto yang terpajang, dan yang paling banyak foto Zenia.
__ADS_1