Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part31


__ADS_3

Matahari kembali hadir, meninggalkan peraduannya tersenyum ceria menyapa bumi. Meninggi dan semakin meninggi bersamaan dengan lembayung fajar di ufuk timur yang bergegas sirna.


Setelah sarapan bersama, semuanya berkumpul di ruang keluarga, sekaligus rombongan Abi dan yang lain nya akan pamit untuk pulang ke kota D.


“Zahran ada yang ingin ibu sampaikan” ucap Susi tiba-tiba.


Gibran langsung menatap ibunya, dia tau apa yang akan di sampaikan sang ibu.


“Silahkan Bu !!” pinta Zahran masih dengan tetap tenang, sang istri duduk di samping nya.


“Ibu mau mengambil hak asuh Raja, Kalian kan sudah punya si kembar dan lagi pula Zenia saat ini sudah hamil lagi, jadi biarkan Raja ikut kami” jelas Susi langsung, hingga membuat semua orang menatap Susi begitupun dengan Zenia


“Maksud Ibu apa ?? bicara seperti itu ??” tanya Zenia.


“Ibu mau Raja ikut dengan Gibran, kamu kan punya anak lain selain Raja” jawab Susi dengan enteng.


“Saya tidak akan menyerahkan Raja pada kalian, ibu lupa saat aku bercerai dengan mas Gibran hak asuh Raja jatuh kepadaku” ucap Zenia yang sudah terpancing emosi.


“Ibu tidak lupa, tapi kamu jangan egois dong Nia, biarkan Raja ikut Gibran, !! Gibran itu ayah kandung Raja bukan suami kamu”


“Tapi saya ibu kandung Raja, jangan lupakan itu !! apapun alasan nya Raja akan tetap bersamaku”.


“Kamu benar-benar wanita tak tau diri Zenia, wanita egois” .


“Cukup !!” suara Zahran menggema disana, membuat yang lain nya terdiam, Zahran menatap tajam ke arah Susi.


“Selama ini saya sangat menghormati Ibu, dan saya belum pernah membentak seseorang yang lebih tua dari saya, tapi saat ini Ibu sudah keterlaluan, Ibu sudah merendahkan istri saya" ucap Zahran tegas.


“Tapi saya tidak salah, saya hanya ingin meminta izin ke kalian untuk membiarkan Raja ikut dengan Gibran” jawab Susi.


“Hentikan semua ini bu Susi, anda lupa apa yang telah anak anda lakukan ke putri saya Hah ?? dan saat dia bercerai dengan Zenia apa Gibran peduli dengan Raja ?? tidak Susi, saya dan istri saya yang merawatnya, dan sekarang anda dengan tidak malunya mengatakan untuk membawa Raja, bukan anak saya perempuan yang tidak tau diri, tapi anda sendiri” kali ini Angga langsung angkat bicara.


“Harusnya anda berterima kasih dengan Zahran karena telah merawat Raja dengan baik, terus jangan lupakan putra mu itu bekerja dimana ?? itu perusahaan Zahran, dan anda dengan beraninya bicara seperti itu" Ucap Angga lagi.


Mendengar perkataan Angga, Susi terdiam dia tidak tau harus bagaimana lagi, Hartono pun langsung mengucapkan permohonan maaf kepada Angga dan yang lain, terutama kepada Zahran dan Zenia.


“Maafkan istri saya nak Nia !! mungkin Istri saya hanya kesepian selama ini” ucapnya sedih.


Tapi Zenia tak menjawab, dia masih sangat jengkel dengan Susi yang bicara seperti itu.


“Kalau begitu kami pamit duluan" ucap Gibran langsung, dia sudah sangat malu berada disana, di tambah Angga membahas masalalu Gibran yang sangat sulit untuk dia lupakan.


“Hati-hati Gib !! nanti kita bicara lagi” balas Zahran dengan nada yang lembut.


“Maafkan saya bu Susi karena telah membentak anda tadi" kata Zahran meminta maaf pada ibu nya Gibran.


Tapi Susi tak menjawab, dia langsung beranjak dari sana dan pergi tanpa mengucapkan satu katapun.

__ADS_1


“Kami pamit Assalamualaikum" ucap Gibran.


“Waalaikumsalam” jawab yang ada di rumah itu serempak.


Setelah kepergiaan Gibran dan kedua orang tuanya Zahran menenangkan istrinya yang masih tersulut emosi.


“Istighfar ya sayang !! Raja akan terus bersama kita, percaya sama byby !!” ucap Zahran


“Iya By”


Setelah Zenia tampak tenang, kini giliran Abi dan Umi yang pamit di ikuti oleh Fahri dan Zaidan beserta Aisyah dan Elia.


“Hati-hati di jalan, Abi, Umi" ucap Zahran sambil menyalami tangan kedua orang tuanya


“Iya Nak, kalian kapan berkunjung ke kota D??" tanya Abi.


“Kalau tidak ada halangan besok Abi”


“Baiklah kalau begitu Kami duluan, Angga, Maya kami pulang dulu, mari Nak Zee" ucap Abi kemudian.


“Hati-hati pak kyai” balas Angga.


“Iya Asslamualaikum"


“Waalaikumsalam”


“Baba, Bunda kami ikut kakek ya" ucap Arda.


“Iya nak, tapi ingat jangan nakal ya disana" pesan Zahran.


“Iya ba”


Angga pun membawa ketiga cucunya, untuk pergi ke restoran.


Di rumah hanya ada Zahran dan Zenia karena Maya dan Zea juga sedang pergi.


“Sekarang tinggal kita berdua sayang" ucap Zahran.


“Terus kenapa by ??" tanya Zenia heran.


“Pacaran yuk” ajak Zahran terkekeh, karena dia merasa geli sendiri bicara seperti itu.


“Hah” ucap Zenia melongo.


“Kenapa sayang ??”


Tapi Zenia tidak menjawab, Zahran pun langsung menarik tangan sang istri keluar rumah.

__ADS_1


“Mau kemana By ??"


“Pacaran”


“Kemana ??”


“Mana aja yang penting seru”.


Zenia geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya yang seperti remaja saat itu.


“Sayang kunci mobil kamu mana ?? kan tidak ada mobil byby disini ??" tanya Zahran.


Zenia langsung kembali masuk kedalam rumah guna untuk mengambil kunci mobilnya, setelah selesai Zenia langsung menyerahkan kunci tersebut ke tangan sang suami.


Zahran pun langsung mengambil kunci tersebut dan berjalan menuju mobil Zenia.


“Ayo sayang !” ajak Zahran setelah membuka pintu mobil untuk istrinya.


“Iya by" Zenia pun masuk kedalam mobil itu.


“Bismillah, ayo sayang kita pacaran alah anak remaja" seru Zahran kemudian, dan langsung menjalankan mobil nya meninggalkan pekarangan rumah itu.


“Ayo sayang tunjukan tempat-tempat yang seru untuk kita pacaran hehe" ucap Zahran lagi.


”Hemmmzz, kemana ya by ??" ucap Zenia sembari berpikir.


“Ayo kemana ??”


“Gak tau lah By, Nia bingung” jawab Zenia


“Ya sudah kamu berpikir dulu !!”


*


*


*


Sementara di mobil Gibran, Susi sangat marah kepada suami dan anak nya yang tidak membelanya sama sekali.


“Sudah bu !! Gibran kan sudah bilang Kita tidak akan bisa membuat Raja ikut dengan kita" ucap Gibran masih fokus mengemudi.


“Kamu emang gak bisa membahagiakan ibu Gib” balas Susi.


Gibran kembali terdiam, tak tau harus dengan cara apa untuk menejelaskan kepada ibunya.


Gibran terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, pikiran nya kalut, dia juga sangat ingin Raja ikut dengan nya tapi dia sadar kalau Raja sudah sangat nyaman berada di sisi Zahran, dan Gibran juga tidak ingin membuat anak nya bersedih jika harus memaksanya untuk ikut dengan nya.

__ADS_1


“Gibran juga ingin bu, Raja ikut dengan Gibran, tapi Gibran tidak ingin membuat Raja menderita karena belum tentu Raja bahagia jika dia ikut Gibran" batin Gibran


__ADS_2