
Jam 04 soreh Zahran baru pulang dari kantornya, setelah menghadiri pertemuan dengan para investor perusahaan.
“Assalamualaikum” ucap Zahran saat sudah di dalam rumah ponpes.
“Walaikum salam” jawab Umi di ruang keluarga bersama Raja.
Zahran langsung menyalimi tangan Uminya dan beralih mencium pipi Raja.
“Anak Baba lagi main apa sih ??” tanya Zahran pada Raja.
“Agi main lobot (Robot) Ba” jawab Raja dengan tersenyum.
“Fahri mana Ran ??” tanya Umi saat tak melihat Fahri belum masuk dari tadi.
“Aku disini Umi ku sayang ” belum sempat Zahran menjawab, tiba-tiba sudah ada suara melengking yang tak lain suara dari Fahri.
Fahri langsung masuk dan memeluk Umi nya, Zahran hanya geleng-geleng melihat kelakuan Fahri, Zahran bukan nya iri melihat Kedua orang tuanya memanjakan Fahri, tapi Zahran hanya geli sendiri melihat Fahri yang telah berumur 29 tahun tapi masih sangat manja melebihi Raja.
“Nia mana Umi ??” Zahran bertanya.
“Tadi katanya mau mandi nak, Tadi disini juga kok nemenin Raja bermain” jelas Umi pada anak nya.
“Oh ya sudah kalau begitu Zahran nyusulin Nia dulu ya Umi !! Raja Baba ke kamar dulu ya nemuin Bunda, Raja disini dulu main sama Om Fahri” ucap Zahran.
“Iya Nak” jawab Umi.
Sedangkan Fahri langsung bermain bersama Raja, terlihat Raja tertawa senang bermain dengan Fahri.
“Assalamualaikikum sayang, aku pulang” ucap Zahran saat masuk kedalam kamarnya, tapi hening tak ada jawaban, mata Zahran berkeliling mencari sosok istrinya tapi tak ada sosok yang dia cari itu.
Zahran mendekat ke arah kamar mandi, disana Zahran bisa mendengar suara gemerecik Air, dan Zahran yakin kalau istrinya masih mandi.
Zahran merebahkan badan nya di atas tempat tidur, karena terlalu lelah Zahran terlelap, Zahran tak khawatir karena dia sudah melaksakan sholat Ashar di masjid dekat kantornya.
Tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, Zenia keluar dari kamar mandi dan langsung melihat keberadaan suaminya yang lagi tertidur lelap di atas ranjang tempat tidur.
Zenia langsung mengambil pakaian tidurnya dan langsung memakainya, sesekali Zenia menoleh ke arah suaminya, ada rasa kasihan pada Zahran, pasti dia sangat kelelahan setelah seharian bekerja.
Zenia berjalan mendekat ke arah suaminya, dan duduk di samping suaminya tidur, dia pandangi wajah bersih suaminya, tangan nya bergerak mengelus dengan lembut kepala suaminya.
“Terima kasih karena telah hadir di hidupku !! terima kasih karena telah menerima diriku dan Raja, aku berjanji akan menjadi istri yang baik untuk kamu, dan akan selalu menjaga kesetiaanku sampai akhir hayat ku” ucap Zenia dengan pelan.
Tanpa Zenia ketahui kalau Zahran telah bangun semenjak dia naik ke tempat tidur, Zahran memang begitu senyenyak apapun dia tertidur kalau ada suara yang dia dengar, dengan cepat Zahran tersadar dari tidur nya.
__ADS_1
“Aku mencintai kamu” ucap Zahran tiba-tiba.
Mata Zenia melotot melihat suaminya telah bangun.
“Apa dia mendengar apa.yang aku ktakan tadi ya ??” batin Zenia dalam hati.
“Kamu kok udah bangun Mas ??” tanya Zenia untuk menghindari kegugupan di hatinya.
“Karena ada yang mengganggu tudurku” jawab Zahran dengan enteng.
“Maaf” ucap Zenia takut.
Melihat istrinya menunduk, Zahran langsung bangun dari tidurnya dan duduk di depan istrinya, dia mengangkat kepala istrinya, sejenak mata mereka saling pandang.
“Kenapa manggil Mas lagi ??” tanya Zahran.
“Kenapa ?? kamu gak suka” tanya balik Zenia.
Zahran menggeleng menandakan kalau dia tidak suka dengan panggilan istrinya.
“Bukan kah itu panggilan yang biasa seorang istri gunakan kepada suaminya ??” Zenia masih bertanya.
“Aku ingin panggilan nya lain dari kamu memanggil mantan suami kamu” jelas Zahran tanpa menatap istrinya, wajahnya berubah merah karena menahan malu.
“Kamu cemburu ??” ucap Zenia masih dengan tawanya.
“Apa aku salah cemburu dengan istri sendiri ??” ujar Zahran tak terima dengan perkataan istrinya.
Zenia terdiam setelah mendengar kata-kata Zahran, memang benar Zahran tidak salah jika harus cemburu dengan Zenia, tapi masa cuman panggilan Sama juga harus cemburu, kan di indonesia ini banyak yang memanggil suaminya dengan sebutan Mas.
“ Terus kamu mau di panggil apa ??” tanya Zenia dengan tegas.
“Seperti di telfon tadi” jawab Zahran.
Zenia tampak mengingat obrolan nya dengan Zahran saat di telfon tadi.
“Hubby ??” ucap Zenia pelan.
“Iya sayang” jawab Zahran tersenyum.
“Ok Hubby sayang, aku akan memanggil mu dengan sebutan Hubby,” ujar Zenia tertawa geli.
Zahran sangat bahagia mendengar Zenia menuruti keinginan nya.
__ADS_1
“Ayo mandi dulu by” ucap Zenia.
Zahran menurut dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya.
**************
Sementara di jakarta, Papa Angga dan mama Maya lagi berbincang di ruang keluarga.
“Mama kangen sama Nia dan Raja pa” ucap Maya sembari meletakan kepalanya di bahu suaminya.
“Papa juga kangen Ma” balas Angga.
“Akhir minggu ini kesana yok pa” ajak Maya pada suaminya.
“Ma mereka disana baru beberapa hari, bulan depan saja ya, biarkan Raja untuk lebih dekat dengan keluarga barunya” jelas Angga.
“Tapi mama khawatir sama mereka Pa, bagaimana kalau Raja nangis tengah malam, Atau tiba-tiba Raja sakit pa” ucap Maya dengan nada khawatir.
“Suuuutt, Mama bicara apa si ?? mereka pasti akan baik-baik saja, ingat Ma yang menikahi putri kita itu seorang ustadz jadi dia tidak mungkin menyakiti Raja dan Nia, dan Kalaupun Raja nangis terus disana Nia pasti sudah menghubungi kita buat jemput Raja, tapi mana sampai sekarang Nia tidak mengatakan apa-apa kan sama kita, itu berarti anak kita baik-baik saja disana” ucap Angga sembari menenangkan istrinya.
Dia tau kekhawatiran istrinya karena memang dialah yang paling dekat dengan Raja, tapi mereka juga tidak berhak untuk menahan Raja untuk ikut mereka karena walau bagaimanapun Raja tetap lah anak kandung Zenia, dan itu cucu mereka.
Tidak lama Gibran dan Zara juga turun.
“Mama tenang aja, nanti aku akan ngasih cucu juga kok buat mama” ucap Zara tiba-tiba.
Memang Gibran dan Zara mendengar obrolan kedua orang tuanya.
Maya memalingkan wajahnya enggan untuk menatap putri bungsunya itu.
“Apa kamu hamil??” tanya Angga dan langsung membuat Maya melihat ke arah Zara
“Belum pa, rencana besok aku sama Mas Gibran mau ke dokter kandungan” jawab Zara.
Sementara Gibran hanya terdiam, sebenarnya dia malas untuk pergi kedokter kandungan, karena dia tidak perlu di periksa sudah pasti dia subur, kalau enggak mana mungkin Raja ada, tapi karena desakan dari istrinya dia menurut.
Sikap Angga dan Maya tampak berbeda kepada Gibran, dulu waktu Dia menjadi suami Zenia papa Angga sering ngajakin Gibran ngobrol atau menonton bola bareng, jika sedang ada tayangan sepak bola, sementara Maya juga sangat bersikap hangat padanya seperti anak sendiri, Tapi semenjak dia menikah dengan Zara kedua mertuanya bersikap sangat dingin kepadanya, dan itu sangat membuat Gibran merasa tidak di anggap di rumah itu, Gibran pernah ingin membawa Zara untuk tinggal dengan kedua orang tuanya, tapi disana Zara juga tidak di anggap oleh keluarga Gibran.
Apalagi setelah mengetahui Kalau Zenia telah menikah dengan orang lain membuat Ibunya Gibran tambah membenci Zara, baginya Zara adalah penghancur rumah tangga Anak nya.
*****
Like __ komen __ vote ya
__ADS_1