Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 6


__ADS_3

Papa yang melihat zara keluar dari kamar hotel tersebut langsung bertanya.


“Apa yang kamu lakukan disini zara ?? kamu bukan nya ada di acara kakak mu mala disini hah” teriak papaku.


“A aku, eemmm, papa ” ucap zara terbata-bata


“Apa hemm ?? kenapa kamu tidur di hotel ini ?? sama siapa kamu di dalam ?? kalau sampai kamu berduaan dengan lelaki disini papa akan menghukum kamu !!” papaku terus berteriak memarahi zara.


Sedangkan aku masih terdiam, aku ingin bicara tapi aku masih menunggu papa selesai.


Tiba-tiba hal tak terduga terjadi, suamiku keluar hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada, aku langsung syok dan akhirnya aku jatuh pingsan.


*****


...AUTHOR POV...


1 jam kemudian zenia bangun dari pingsan nya, dia melirik ke sekeliling nya ada mama dan papanya, dia mengingat apa yang telah terjadi sebelum nya, sampai pada akhirnya dia ingat kalau melihat suaminya di kamar hotel yang sama bersama adik nya.


Mama nya pun mendekati zenia, dia langsung memeluk tubuh anak nya, air mata nya mengalir deras, tapi tidak dengan zenia pandangan nya lurus kedepan, memikirkan langkah apa yang akan dia buat selanjutnya.


Di lantai bawah ada gibran yang lagi berlutut di kaki ibunya, ayahnya sangat murka dengan apa yang gibran lakukan, dia sangat malu dengan keluarga zenia.


“Apa yang kamu lakukan ?? kenapa kamu menghianati nia ??” tanya ayah nya gibran


“Maafkan gibran ayah !! gibran khilaf ” jawab gibran masih dengan menunduk, dia benar-benar takut menatap kedua orang tuanya apalagi ibunya.


Tidak berapa lama zenia dan kedua orang tuanya turun, ayah dan ibu gibran langsung mendekati menantunya, ibunya gibran langsung menangis histeris sambil memeluk zenia.


Zenia tidak membalas pelukan ibu mertuanya, dia menangis dalam diam, walau dia sekuat tenaga untuk menahan air matanya tapi tetap saja air mata itu mengalir deras dari pelupuk matanya.


Gibran memperhatikan istri dan ibunya, pandangan nya jatuh di wajah istrinya, istri yang selama ini memberikan warna dalam hidupnya, istri yang telah berjuang melahirkan anaknya sekarang saat ini dia sangat terluka, gibran tak kuasa menahan tangisnya, dia terduduk kembali di lantai.


Zenia melihat semua itu, kemudian dia melepaskan pelukan ibu mertuanya dan berjalan mendekati suaminya, gibran yang melihat istrinya mendekat kembali berdiri.


Plaaaaaakkkkkk


Sebuah tamparan di berikan ke pada suaminya, gibran tidak berani meraba wajahnya walaupun dia merasa sakit akibat tamparan keras dari istrinya, fikirnya sebuah rasa sakit itu tidak sebanding dengan luka yang dia berikan.


“Kalau kamu tidak mencintai aku lagi, silahkan cari wanita lain tapi jangan dengan adik ku !!” zenia mengatakan itu dengan sangat dingin.


“Maafkan aku dek !! mas khilaf” jawab gibran dengan berusaha menggenggam kedua tangan zenia tapi langsung di tepis oleh nia.


“Talak aku sekarang !! dan nikahi zara”


Deeg


Semua orang langsung melihat ke arah zenia begitupun dengan gibran.


“Sayang apa kamu yakin ??” mama zenia bertanya pada anak sulungnya.

__ADS_1


“Panggilkan zara ma !!” zenia enggan untuk menjawab pertanyaan mamanya, dia ingin tau alasan kenapa adiknya menusuk dia dari belakang.


Papa zenia langsung meminta sala satu pelayan untuk membawa zara.


Tidak berapa lama zara di bawah oleh pelayan tadi, mata zara kelihatan sangat sembab mungkin karena terlalu lama menangis, dengan secepat kilat zara langsung bersujud di kaki zenia memohon ampunan.


Zenia tidak bergeming sama sekali, dia membiarkan adiknya menangis sambil bersujud di kakinya.


“Kenapa kamu lakukan ini pada kakak ra ?? apa salah kakak padamu ??” tanya zenia sudah mulai lemah, kekuatan yang di bangkitkan nya tadi sekarang hilang semenjak dia menatap wajah zara.


Zenia sangat menyayangi adik nya, tapi dia benar-benar tidak menyangkah kalau zara tega melakukan itu pada dia.


“Maafkan aku kak !!” kata zara pelan


Sang papa yang dari tadi diam, berjalan mendekati putri-putrinya, kemudian dia meraih tangan zara.


Plaaakk


Papa kembali menampar zara, baginya kelakuan putrinya sangat memalukan.


“Kamu benar-benar memalukan papa zara,”


“ Ampuni zara papa !! zara tau zara salah tapi harus papa tau aku sama mas gibran saling mencintai” ucapan zara sangat membuat syok semua orang, mereka berfikir kalau zara dan gibran sudah menjalin hubungan sejak lama.


Zenia melihat ke arah gibran.


Gibran diam, dia tidak tau harus menjawab apa.


“ Jawab !!” zenia murka, dia langsung membentak gibran.


Gibran menatap sendu istrinya, selama 3 tahun dia menjadi suaminya tidak pernah sekalipun zenia membentak gibran, tapi hari ini dia melihat nya.


“ Maafkan aku !! ” hanya kata itu yang terucap dari bibir gibran.


Kedua mertua zenia hanya bisa diam begitupun dengan mama zenia, sang mama ingin melerai perdebatan ini, tapi suaminya masih membiarkan, semoga ada jalan keluarnya.


“ Sekarang saat nya kamu ucapkan kata talak padaku, di depan mama dan papaku dan di depan ibu dan ayah mu !!”


kata zenia tegas tapi walau begitu dia tidak bisa mempungkiri kalau saat ini dia sangat terluka.


“Tapi aku gak mau pisah sama kamu nia” ujar gibran memelas.


“ Terus kamu mau apa ?? kamu mau aku jadi istri pertama kamu dan adik ku jadi istri kedua kamu gitu ?? jangan gila kamu mas !!” kata zenia dengan menatap tajam gibran.


“ Ayo cepat ucapkan talak kepadaku, dan besok nikahi zara !!” lanjut zenia.


Dengan berat hati gibran mengucapkan kata talak kepada istrinya, karena untuk mendapatkan maaf dari istrinya rasanya sudah tidak mungkin, gibran melihat dari sorot mata zenia bahwa saat ini dia sangat membenci gibran.


“Zenia shakila mulai hari ini aku talak kamu” ucap gibran tegas.

__ADS_1


Begitu sakit hati zenia saat ini, dia kehilangan orang yang sangat dia sayangi, zenia langsung terduduk lesu sang mama yang melihat itu langsung mendekati zenia dan memeluk tubuh anaknya dengan erat, air mata mengalir deras, menjadi saksi bisu bahwa saat ini putrinya sangat terluka.


“Nia kuat nak !! mama yakin nia bisa lewati semua ini” kata mama menenangkan zenia.


Papa yang melihat itu tak kuasa menahan air matanya, begitulah seorang ayah dia tidak akan tega membiarkan anaknya terluka.


“Papa menyesal menikahkan kamu dengan dia, coba kalau dia tidak masuk dalam keluarga kita mungkin semua ini tidak akan terjadi” ucap papa dengan suara serak menahan tangis.


Zenia langsung memeluk erat papanya.


“Pa sudah jangan menyesali apa yang sudah terjadi !! pa nia mohon nikahkan zara dengan mas gibran !!” pinta zenia.


“Tapi” ucapan papa menggantung.


“Nia mohon pa !! apalagi zara juga mencintai mas gibran, demi nia pa” ucap zenia memohon


“ Baik lah papa akan menikahkan mereka, tapi pernikahan ini harus benar-benar tertutup, dan untuk kamu zara setelah kamu menjadi istrinya silahkan kamu tinggalkan rumah ini” tegas papa pada zara.


“Iya pa” jawab zara.


Mama benar-benar tidak habia fikir dengan jalan pikiran anak bungsu nya, dia masih saja tak percaya kalau zara akan menikah dengan mantan suami kakak nya sendiri.


Mama mendekati zara.


“Apa mama mengajarkan kamu menjadi anak seperti ini ??” tanya mama


Zara tidak berani menatap mamanya dia hanya menunduk, hanya ada suara isak tangis.


“Kenapa kamu menangis ?? harusnya sebelum kamu melakukan itu kamu sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.” tegas mama, dia tidak merasa iba sedikitpun pada anak bungsunya itu.


“Silahkan kamu pergi dari rumah ini !! kamu pulanglah bersama dengan gibran dan kedua orang tuanya, besok mama dan papa akan kesana untuk menikahkan kamu, mama tidak sudi rumah ini jadi saksi pernikahan kamu dengan dia” tunjuk mama pada gibran.


Zara hanya bisa menunduk tidak tau apa yang harus dia lakukan.


Ibu gibran yang dari tadi diam angkat bicara.


“Apa ini gak keterlaluan mbak ?? zara juga kan anak kamu ” kata ibu nya gibran.


“Ini pantas buat dia, ini belum seberapa dari rasa sakit yang di rasakan nia” ucap mama tegas.


Zara menatap wajah mamanya.


“Cekup ma !! aku dari diam, tapi sekarang aku sudah tidak bisa menahan nya lagi, kenapa sih mama dan papa selalu belain kak nia ?? mama tidak pernah mengerti posisi aku, selalu yang di nomor satukan kak nia, ok kalau mama ingin aku pergi dari rumah ini saat ini juga aku akan keluar dari rumah ini” kata zara tegas dan berlalu menuju kamarnya.


Gibran belum berani untuk bicara, sebenarnya dia ingin membela zara, tapi melihat zenia masih menangis di pelukan papanya dia juga tidak tega.


*****


Like, komen dan vote yang banyak yah !!!

__ADS_1


__ADS_2