Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 56


__ADS_3

Masih di kota S_____________


Gibran benar-benar tidak menyangkah kalau Zara bisa berbuat seperti ini, sekarang apa yang harus dia lakukan ?? akankan Gibran harus merayu Zara ?? dan berpura-pura kalau dia menyesal telah meninggalkan Zara ??


“Ra please lepasin Mas !! Maafkan atas kesalahan Mas sama kamu !!” pinta Gibran memelas.


“Aku akan melepaskan kamu Mas, tapi ada syaratnya” ucap Zara dengan tenang.


“Apa ?? Mas janji akan memenuhi semua syarat dari kamu” iya Gibran lebih baik seperti itu dari pada dia harus menderita.


“Benarkah ?? Mas tidak akan berbohong ??” tanya Zara memastikan, sekarang nada bicara nya sudah seperti Zara yang Gibran kenal.


“Iya” jawaban singkat itu berhasil membuat Zara tersenyum bahagia.


“Kembalilah kepadaku !! nikahi aku lagi !! aku berjanji sama kamu, aku akan berubah untuk mu, aku akan belajar menjadi istri yang baik buat mu,, Zara sangat mencintai mas” mohon Zara, hingga tak terasa air mata mengalir di pipinya.


Gibran terdiam, apa yang harus dia jawab ?? akankah dia harus kembali kepada Zara ?? tapi melihat Zara menangis dan memohon seperti itu membuat Gibran yakin kalau Zara mempunyai cinta yang tulus untuk nya.


Tapi sebelum Gibran menjawab Roi masuk dengan emosi.


“Apa maksudmu Ra ?? bukankah kamu minta di pertemukan dengan dia karena kamu ingin membunuh nya ?? tapi kenapa sekarang kamu mala ingin kembali sama dia ??” ucap Roi dengan emosi.


“R..Rroi” ucap Zara terbata-bata.


“Iya kenapa ?? aku udah dengar semuanya” bentak Roi.


“Maafkan aku Roi, tapi aku sungguh mencintai Mas Gibran, Maafkan aku !!” ucap Zara merasa bersalah.


“Keterlaluan kamu Ra,, berarti kamu selama ini hanya memperalat ku??” Roi sangat Marah.


“Tolong Roi izinkan aku kembali kepada Mas Gibran !! aku mencintai dia Roi” ucap Zara bersungguh-sungguh.


Gibran terdiam mendengarnya, ternyata benar Zara sangatlah mencintai Gibran.


“Baik aku akan melepaskan kamu, Tapi layani aku di depan dia!!” sontak Ucapan Roi membuat Zara dan Gibran melotot, bagaimana mungkin Zara akan bercinta dengan Roi di depan Gibran.


Zara menggelengkan kepalanya,, air mata nya mengalir begitu deras.


Roi mendekat,, mencengkram dagu Zara dengan kuat.... “Gimana ?? ini udah bayaran yang setimpal atas apa yang telah kamu lakukan kepadaku Zara”


“Jangan Ra !!” Gibran tidak akan tega membiarkan Zara melayani nafsu Roi, terus apa yang harus dia lakukan sekarang ?? bahkan bergerak pun dia tidak bisa, ikatan itu sungguh sangat kuat.


“Baik, tapi biarkan seluruh anak buah mu keluar !! dan tutup pintunya!!” pinta Zara, mau tidak mau dia harus menuruti keinginan Roi.


“Baiklah” Roi pun berjalan mendekati anak buah nya, dan tak lama kemudian mereka semua keluar, Roi juga sudah menutup pintunya.


“Ayo Ra aku sudah tidak tahan” ajak Roi, bahkan dia sudah melepaskan baju nya.


“Sabar Roi, beri aku waktu 5 menit !! aku ingin bicara sebentar sama mas Gibran, tunggu aku di pojok sana !!” pinta Zara setenang mungkin, padahal dia sudah merasakan takut.

__ADS_1


Roi hanya menurut, dia duduk di pojokan sembari melihat Zara berbisik ke pada Gibran.


“Mas ikatan Tali nya sudah aku longgarkan, nanti saat dia lengah kamu pukul dia dengan kayu itu” ucap Zara dengan bola matanya.


Gibran hanya mengangguk, dia juga merasakan kalau ikatan tali itu sudah longgar.


Roi kembali mendekat, dia langsung menarik Zara, menciumi seluruh wajah Zara, Gibran hanya memejam kan matanya, dia seakan tak tega melihat Zara di perlakukan seperti itu, kini Zara sudah tertidur di atas lantai tanpa alas apapun, Roi sudah berada di atas Zara, tapi Zara masih memakai pakaian lengkap, melihat Roi tengah asik untuk melepaskan pakaian Zara, secepat kilat Gibran melepaskan ikatan nya dan langsung mengambil kayu yang di tunjuk Zara tadi.


Dan...


Bugghhh.


Roi jatuh pingsan, karena pukulan itu sangat kuat, Zara langsung berdiri dan memeluk Gibran.


Gibran membalas pelukan Zara.


“Mas ayo kita pergi dari sini !!” ajak Zara.


“Lewat mana ??” tanya Gibran bingung.


“Udah ikuti saja aku !!” Zara pun langsung menarik tangan Gibran, mereka keluar lewat pintu belakang, Zara memang sudah hapal tempat itu.


Mereka berhasil keluar secara diam-diam, meliaht situasi nya aman, Zara dan Gibran berlari sekencang mungkin untuk segera menjauh di tempat itu.


*


*


Kini Zahran, Zenia dan Raja sudah kembali ke rumah mereka.


“Sayang” panggil Zahran kepada istrinya.


“Iya By” jawab Zenia.


“Kamu lagi apa ??” tanya Zahran sembari mendekat ke arah istrinya.


“Ini By, Nia lagi memperhatikan kaki Nia, kok sekarang agak bengkak ya ?? dulu perasaan waktu Nia hamil Raja tidak seperti ini ??” ucap Zenia heran.


Zahran melihat kaki istrinya, benar apa yang di katakan Zenia sekarang kaki Zenia membengkak.


“Apa sakit yang ??” tanya Zahran sembari mengelus kaki istrinya.


“Sedikit By” jawab Zenia jujur.


“Kita kerumah sakit yok !! mumpung masih soreh” ajak Zahran, karena dia khawatir dengan keadaan istrinya.


“Besok aja By, Nia saat ini begitu lelah” ucap Zenia.


“Kalau begitu Byby kompres aja ya ??” ujar Zahran lagi dan di angguki oleh Zenia

__ADS_1


Zahran berdiri dan pergi ke dapur.


“Loh den itu buat apa ??” tanya Bik Rum


“Buat ngompres kaki nya Nia bi, gak tau kenapa kaki nya bengkak” jawab Zahran.


“Kenapa gak di bawa kerumah sakit aja denn?? biasanya kalau ibu hamil kaki nya bengkak bisa jadi karena terkenah darah tinggi” jelas bik Rum.


“Kata Nia besok aja bi, soalnya dia capek hari ini” balas Zahran lagi.


“Ya sudah Zahran ke kamar lagi ya Bi” sambung Zahran kemudian.


Ceklekk.


Zahran kembali membuka pintu kamar nya.


“Sambil tiduran aja ya” pinta Zahran lembut.


“Iya By” jawab Zenia mengangguk.


Zahran langsung menggendong istrinya, dan membaringkan Zenia di atas ranjang tempat tidur.


Zahran langsung mengompres kaki istrinya sembari memberikan pijitan kecil, hingga membuat Zenia merasa sangat nyaman.


“Gimana sayang ??” tanya Zahran.


“Enak By, makasih ya” ucap Zenia.


“Sama-sama sayang”


Sejujurnya Zahran khawatir dengan keadaan istrinya, dia harus segera menghubungi Zaidan untuk langsung pulang saja, Zahran tidak tega meninggalkan Istrinya sendiri di rumah, walaupun ada pembantu di rumah nya tapi tetap saja Zahran khawatir.


“Oh iya by, nanti jika anak kita lahir aku ingin nama mereka berawalan D” ujar Zenia.


“Kenapa gak Z aja ?? biar sama” tanya Zahran.


“Iya Gak papa lah By, biar beda aja” jawab Zenia tersenyum.


Zahran tersenyum, sekarang betapa bahagianya dia sekarang, mempunyai istri yang begitu perhatian padanya, serta akan segera mempunyai anak kembar, Zahran berharap dia dan Zenia tidak akan terpisahkan, dia juga berdoa semoga dia daj Zenia menjadi pasangan dunia akhirat.


*


*


**Like


komen


vote**.

__ADS_1


__ADS_2