
Tangisan terus menggema di depan ruangan operasi, Maya sudah pingsan karena tidak bisa menerima kepergian anak nya, begitupun dengan Umi dia tampak sangat syok.
Sedangkan Zahran dia masih duduk bersimpuh di dalam ruangan operasi itu, menangisi kepergian istri tercintanya.
“Kembalikan istriku ya Allah !! hamba janji tidak akan meminta apapun lagi, tapi kembalikan istriku !! hamba belum sanggup kehilangan nya” Zahran terus meminta, berharap sang pencipta mengabulkan permohonan nya.
Tiba-tiba seorang suster melihat jari-jari tangan Zenia bergera, Suster itu mendekat untuk memastikan, dan benar saja Zenia kembali menggerakan jari telunjuk dan jari tengah nya, walaupun pelan tapi suster itu melihat dengan jelas.
“Masya Allah dok pasien hidup lagi” pekik suster terharu.
Dokter Tika langsung mendekat, dengan segera dia kembali memeriksa detak jantung Zenia, dan benar saja Zenia kembali hidup, dokter Tika kembali memasangkan selang oksigen dan meminta suster kembali meng infus Zenia.
Zahran masih duduk bersimpuh, dia belum tau apa yang terjadi dengan istrinya sekarang, dia pikir dokter dan suster sibuk untuk mengurusi jenazah sang istri.
“Pak Zahran istri anda telah kembali” ucap Dokter Tika.
Zahran masih mencerna kata-kata dokter Tika, kembali ?? maksudnya bagaimana ?? Zahran pun bangkit dia terkejut melihat istrinya kembali di infus, bukan nya tadi infus itu sudah di lepas, tapi kenapa sekarang di pasang lagi ??
“Ada apa dok ??” tanya Zahran dengan suara serak.
“Istri anda masih hidup pak Zahran, subhanallah ini keajaiban” jawab dokter Tika.
“Yang benar dok ?? anda tidak sedang membohongi saya kan ??” tanya Zahran beruntun.
Dokter Tika hanya menggeleng sembari tersenyum.
“Masya Allah, terima kasih ya Allah karena telah mengabulkan doa hamba” ucap Zahran sembari bersujud mengucapkan rasa syukur karena istri nya kembali lagi.
“Silahkan tunggu di luar pak Zahran !! sebentar lagi kami akan memindahkan ibu Zenia keruangan nya” pinta Dokter Tika.
Zahran menurut tapi sebelum itu dia mencium kembali istrinya.
“Terima kasih sayang karena telah kembali untuk Byby” ucap Zahran sembari mencium kening Zenia dengan penuh kasih sayang.
Zahran keluar dengan wajah berbinar, sungguh begitu cepat Allah mengabulkan doa nya, Zahran langsung memeluk Umi nya dengan sangat erat, tapi mereka pikir kalau Zahran sangat bersedih karena kehilangan istrinya.
“Sabar ya nak !! Ikhlaskan Nia” ucap Umi dengan isak tangis nya.
“Tidak Umi, Zenia masih hidup” balas Zahran.
“Jangan bicara seperti itu bang !! ikhlaskan kak Nia” ucap Zaidan kasihan.
“Benar Zaidan istri abang masih hidup, tunggulah sebentar lagi dia akan di pindahkan keruang rawat” bantah Zahran.
Semuanya hanya menggelengkan kepala tak percaya, Zahran pun tidak ingin menjelaskan lagi biarlah mereka melihat sendiri pikirnya.
20 menit kemudian beberapa perawat mendorong brankar tempat tidur Zenia, mereka akan segera memindahkan Zenia keruang rawat.
“Lihat, istri ku masih hidup” kata Zahran kepada semua orang.
Mereka semua mendekat, dokter Tika tersenyum.
“Apa benar anak ku belum meninggal dok ??” tanya Angga memastikan.
“Benar pak, ini keajaiban” jawab dokter Tika.
“Al-hamdu lillahi rabbil 'alamin” ucap mereka serempak.
Kemudian pak Kyai membaca doa.
اَللهُمَّ كَمَا فَرَّحْتَنَا فِى هَذِهِ الدُّنْيَا فَفَرّحْنَا فِى اْلاَخِرَةِ
Allahumma Kamaa Farrohtanaa Fii Haadzi Hid Dun-Yaa Fa Farrihnaa Fil Aakhirat
Artinya: "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberikan kesenangan kepada aku di dunia, maka berilah aku kesenangan di akhirat."
Sujud syukur mereka tujukan sebagai tanda rasa syukur kepada Allah SWT karena telah diberikan kenikmatan yang luar biasa.
Kini Zenia telah berada di dalam ruangan nya, Zahran duduk di samping sang istri menggenggam tangan nya dengan sangat lembut.
“Bang makan dulu” ucap Zaidan yang juga ikut menemani abang nya, sementara yang lain Zahran suruh pulang untuk beristirahat, besok pagi mereka akan kembali kerumah sakit.
“Nanti saja dek” balas Zahran
“Nanti abang mala jatuh sakit, dari tadi abang belum makan” ucap Zaidan lagi.
Akhirnya Zahran menurut, dia makan walau hanya sedikit, pikiran nya belum tenang sebelum melihat istrinya membuka mata, walaupun dokter Tika menjelaskan kalau penyebab Zenia belum membuka mata karena pengaruh obat bius, tapi tetap saja Zahran tak tenang, dia takut istrinya kembali meninggalkan nya seperti beberapa jam yang lalu.
Kini jam menunjukan pukul 02 dini hari.
“Bang aku sholat tahajud dulu ya” pamit Zaidan.
“Iya dek, duluan aja baru nanti abang yang sholat, tapi sepertinya abang sholat disini saja, jadi tolong ambilkan sejadah abang di mobil ya !!” jelas Zahran.
“Ok bang” akhirnya Zaidan pamit untuk pergi ke masjdi terdekat.
Tidak lama kemudian Zaidan telah selesai melaksanakan sholat tahajud, Zaidan juga memberikan sejadah kepada Zahran serta baju ganti.
Zahran melaksanakan sholat tahajud di dalam ruangan istrinya di rawat, setelah sholat Zahran mengaji di dekat ranjang istrinya.
Zahran membaca surat Al Mulk yang memiliki makna kerajaan, Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.
Menurut hadis, terdapat keutamaan yang didapat setelah membaca surah al-Mulk yakni.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبَّاسٍ الْجُشَمِىِّ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ
__ADS_1
dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Ada suatu surat dari al qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu: “Tabaarakalladzii biyadihil mulku… (surat Al Mulk)”
...بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ...
تَبٰرَكَ الَّذِىۡ بِيَدِهِ الۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرُۙ
Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
اۨلَّذِىۡ خَلَقَ الۡمَوۡتَ وَالۡحَيٰوةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ اَيُّكُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡغَفُوۡرُۙ
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
الَّذِىۡ خَلَقَ سَبۡعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًا ؕ مَا تَرٰى فِىۡ خَلۡقِ الرَّحۡمٰنِ مِنۡ تَفٰوُتٍ ؕ فَارۡجِعِ الۡبَصَرَۙ هَلۡ تَرٰى مِنۡ فُطُوۡرٍ
Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?
ثُمَّ ارۡجِعِ الۡبَصَرَ كَرَّتَيۡنِ يَنۡقَلِبۡ اِلَيۡكَ الۡبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيۡرٌ
Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.
وَلَـقَدۡ زَيَّـنَّا السَّمَآءَ الدُّنۡيَا بِمَصَابِيۡحَ وَجَعَلۡنٰهَا رُجُوۡمًا لِّلشَّيٰطِيۡنِ وَاَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابَ السَّعِيۡرِ
Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.
وَلِلَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِرَبِّهِمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَؕ وَبِئۡسَ الۡمَصِيۡرُ
Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara,
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الۡغَيۡظِؕ كُلَّمَاۤ اُلۡقِىَ فِيۡهَا فَوۡجٌ سَاَلَهُمۡ خَزَنَـتُهَاۤ اَلَمۡ يَاۡتِكُمۡ نَذِيۡرٌ
hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?"
قَالُوۡا بَلٰى قَدۡ جَآءَنَا نَذِيۡرٌ فَكَذَّبۡنَا وَقُلۡنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنۡ شَىۡءٍ ۖۚ اِنۡ اَنۡتُمۡ اِلَّا فِىۡ ضَلٰلٍ كَبِيۡرٍ
Mereka menjawab, "Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, "Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar."
وَقَالُوۡا لَوۡ كُنَّا نَسۡمَعُ اَوۡ نَعۡقِلُ مَا كُنَّا فِىۡۤ اَصۡحٰبِ السَّعِيۡرِ
Dan mereka berkata, "Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala."
فَاعۡتَرَفُوۡا بِذَنۡۢبِهِمۡۚ فَسُحۡقًا لِّاَصۡحٰبِ السَّعِيۡرِ
Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.
اِنَّ الَّذِيۡنَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ بِالۡغَيۡبِ لَهُمۡ مَّغۡفِرَةٌ وَّاَجۡرٌ كَبِيۡرٌ
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
__ADS_1
وَاَسِرُّوۡا قَوۡلَـكُمۡ اَوِ اجۡهَرُوۡا بِهٖؕ اِنَّهٗ عَلِيۡمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوۡرِ
Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
اَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَؕ وَهُوَ اللَّطِيۡفُ الۡخَبِيۡرُ
Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui.
هُوَ الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ ذَلُوۡلًا فَامۡشُوۡا فِىۡ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوۡا مِنۡ رِّزۡقِهٖؕ وَاِلَيۡهِ النُّشُوۡرُ
Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
ءَاَمِنۡتُمۡ مَّنۡ فِىۡ السَّمَآءِ اَنۡ يَّخۡسِفَ بِكُمُ الۡاَرۡضَ فَاِذَا هِىَ تَمُوۡرُۙ
Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?
اَمۡ اَمِنۡتُمۡ مَّنۡ فِى السَّمَآءِ اَنۡ يُّرۡسِلَ عَلَيۡكُمۡ حَاصِبًا ؕ فَسَتَعۡلَمُوۡنَ كَيۡفَ نَذِيۡرِ
Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.
وَلَـقَدۡ كَذَّبَ الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِهِمۡ فَكَيۡفَ كَانَ نَكِيۡرِ
Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!
اَوَلَمۡ يَرَوۡا اِلَى الطَّيۡرِ فَوۡقَهُمۡ صٰٓفّٰتٍ وَّيَقۡبِضۡنَؕؔ ۘ مَا يُمۡسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحۡمٰنُؕ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَىۡءٍۢ بَصِيۡرٌ
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.
اَمَّنۡ هٰذَا الَّذِىۡ هُوَ جُنۡدٌ لَّكُمۡ يَنۡصُرُكُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ الرَّحۡمٰنِاِاِنِ الۡكٰفِرُوۡنَ اِلَّا فِىۡ غُرُوۡرٍۚ
Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
Baru ayat 20 Zahran baca tiba-tiba suara Zenia menghentikan bacaan Zahran.
“Byby Nia laper” ucap nya pelan.
Zahran segera menyudahi bacaan nya, dengan membaca
Shadaqallahul-'adzim' (صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ) artinya adalah “Maha benarlah ALLAH yang Maha Agung”.
“Sayang kamu sudah sadar ??” ucap Zahran bahagia.
Zenia membuka matanya.
“Nia laper By” ucap nya lagi.
*
*
**Like
komen
vote.
Gimana baik kan author sudah mengabulkan permintaan kalian, jadi berikan komen nya ya..
Hayo siapa yang mau memberikan nama kepada baby Twins nya Zahran..??
Di tunggu ya komen nya cari nama yang bagus..😁😁**
__ADS_1