
...AUTHOR POV...
Setelah Zenia masuk ke dalam kamar, papa angga menceritakan masalah Zenia dan tujuan nya untuk datang kesini.
“Jadi begitu ceritanya yah, ibu” ucap papa angga.
“Astaghfirullah, kenapa zara tega melakukan ini pada kakak nya ??” kata nenek, sambil bertanya.
“Angga juga tidak tau bu, semua itu terbongkar di hari ulang tahun pernikahan zenia dan gibran, makanya zenia sangat syok bu, bahkan dokter mengatakan kalau nia kena depresi” kata papa angga sedih.
“Ya ALLAH cucuku, ” nenek pun ikut menangis.
“Sabar !! mungkin ini cobaan untuk zenia, biarkan saja dia disini !! ayah sama ibu akan membantu zenia untuk bangkit kembali dari keterpurukan nya, kamu dan maya bantu doa saja !!” ucap kakek menenangkan.
“Terima kasih ayah, ya sudah kalau begitu angga pamit langsung pulang lagi, soalnya angga masih banyak pekerjaan” kata angga.
“Gak nginap aja nak, semalam aja disini” pinta nenek pada menantunya.
“Maafkan angga bu, saat ini angga belum bisa menginap disini, pekerjaan angga banyak banget bu, soalnya hampir seminggu angga tinggal, saat zenia masuk rumah sakit” jelas angga merasa tidak enak, karena tidak bisa menuruti keinginan mertuanya.
“Ya sudah tidak apa-apa, sampaikan salam ayah sama ibu pada maya dan raja ya !!” kata kakek tersenyum.
“iya ayah pasti, ya sudah angga ke kamar zenia dulu buat pamitan” kata papa angga, dan berlalu masuk kedalam kamar zenia.
Sesampai di kamar ternyata zenia masih tertidur dengan sangat pulas, papa angga mendekati anak nya kemudian mengelus kepalanya zenia dengan sangat lembut.
“Papa pulang dulu ya nak !! kamu baik-baik saja disini, semoga kamu cepat sembuh !! papa kangen senyum nya nia, kecerewetan nia, papa kangen sekali” ucap pelan papa angga, hingga tak terasa bulir air mata berjatuhan.
“Maafkan papa nia !!” ucap papa angga kembali, kemudian papa angga mencium kening zenia, dan akhirnya papa angga pamit untuk pulang.
********
Sore hari zenia baru bangun dan bergegas menuju kamar mandi untuk mandi, setelah mandi dan berganti pakaian zenia turun menemui nenek nya.
“nek, nenek ” panggil zenia, tapi tak ada sahutan dari nenek nya.
“Nenek kemana si ??” tanya zenia pada diri sendiri.
Tak lama kemudian nenek datang bersama kakek.
“Ada apa sayang ??” tanya nenek
“Nenek mau kemana ?? kok bawa tas ??” bukan nya menjawab zenia malah balik bertanya.
__ADS_1
“Nenek sama kakek mau ke tempat hajatan, nia mau ikut ??” ucap nenek.
“Males nek” ucap zenia cuek.
“Ikut aja yok sayang !! acaranya gak lama kok, habis itu langsung pulang lagi ” ajak kakek.
Zenia tampak berpikir dan akhirnya zenia ikut ke acara hajatan teman nya kakek.
Zenia memakai dress selutut berwarna hijau toska, rambut di biarkan terurai dan hanya di beri jepitan untuk penghias dan tak lupa zenia memoles wajahnya dengan sedikit mike up, dia tampil dengan sangat cantik walaupun saat ini dia menjadi janda anak satu tapi tak akan ada yang percaya setelah melihat penampilan zenia saat ini di tambah umur nya baru menginjak 21 tahun.
“Loh nia gak pakai hijab ??” tanya nenek setelah melihat penampilan cucunya.
“Nia gak terbiasa pakai hijab nek, nia kalau kondangan pakaian nya ya begini” jawab zenia.
Dan akhirnya mereka berangkat ke tempat hajatan, memakai mobil kakek, walaupun kakek dan nenek zenia sudah berumur hampir 60 tahun tapi mereka masih terlihat sangat mudah, apalagi kakek dia masih sangat gagah apalagi kakek zenia mantan TNI angkatan darat.
30 menit kemudian mereka telah sampai di tempat hajatan.
“Ayo sayang turun” ajak nenek zenia.
Zenia turun dan berjalan menggandeng tangan neneknya, sedangkan kakek zenia berjalan di belakang mereka, ada banyak tamu yang menyapa nenek dan kekek zenia, nenek zenia membalasnya dengan tersenyum ramah tapi tidak dengan zenia, dia hanya memandang mereka tapi tidak untuk tersenyum.
Nenek zenia memperkenalkan zenia pada teman teman nya, tapi zenia hanya menjawab dengan acuh..
Tiba-tiba pemuda itu membalik kan badan nya, sosok yang tampan, tubuh tinggi, dan putih.
“Walaikumsalam, kakek apa kabar ??” pemuda itu menjawab dengan sangat ramah dan langsung menyalami tangan kakek dan nenek.
Iya dia adalah Zahran shidqi arsalaan
anak pertama dari pak kiai Hasyim muzadi arsalaan, biasnya zahran sering di panggil dengan sebutan ustadz zahran, tapi karena kakek berteman baik dengan orang tua nya zahran makanya kakek memanggil zahran dengan sebutan Nak.
“Alhamdulillah kakek baik nak, mana Abi sama Umi mu ??” tanya kakek.
“Abi sama Umi ada di depan sana kek, silahkan kakek sama nenek ke sana saja” ucap zahran ramah.
“Oh baiklah, Eh lupa nak zahran perkenalkan ini cucu kakek nama nya zenia, nia kenalin ini nak zahran anak nya teman kakek” ucap kakek pada mereka berdua.
“Assalamualaikum, saya zahran” ucap zahran mengantupkan tangan ke dada
( kira-kira seperti ini lah 🙏🙏🙏)
“Udah tau” jawab zenia ketus.
__ADS_1
“Astagfirullah, sombong sekali gadis ini, tapi dia cantik sekali, hus apa-apaan coba yang aku pikirkan” batin zahran.
Zenia langsung berlalu meninggalkan kakek dan neneknya serta zahran.
“Maafkan cucu kakek ya nak, sebetulnya dia tidak seperti itu, tapi ada permasalahan yang membuat sikap nya berubah drastis” ucap kakek zenia lesu.
“Tidak apa-apa kek, ya sudah silahkan kakek kesana !!” pinya zahran.
Akhirnya kakek dan nenek zenia pergi menuju tempat duduk yang telah di sediakan.
Zahran masih termenung dengan ucapan kakek zenia, entah apa yang dia fikirkan sehingga nama zenia sekarang jadi fikiran nya.
Zahran pergi keluar sebentar untuk merilekskan pikiran nya, dia pergi ke taman dekat dengan tempat acara berlangsung.
Di taman itu zahram melihat seorang wanita yang lagi duduk sendirian, zahran memperhatikan wanita itu, iya adalah zenia, karena enggan untuk mengikuti acara tersebut zenia pergi ke taman itu.
Zahran melihat zenia seperti sedang menangis, tapi tiba-tiba zenia berteriak sambil menangis.
“Aku benci laki-laki, Aaarrrggghhhh, kalian semua jahat, apa salahku hingga aku di sakiti seperti ini ??” teriak zenia.
Beruntungnya keadaan taman itu sepi, jadi zenia dengan leluasa berteriak, tapi dia tidak menyadari kalau zahran mendengar semuanya.
“Apa yang terjadi dengan nya?? kenapa dia seperti itu ??” batin zahran.
Melihat zenia menangis histeris seperti itu, ada rasa sakit di hatinya, ingin rasanya dia memeluk zenia, tapi dia sadar kalau zenia bukan mahram nya.
Zahran terus memperhatikan zenia, sampai tiba-tiba matanya terbelalak melihat zenia seperti ingin bunuh diri.
Zahran berlari menghampiri zenia, dia langsung mengambil pisau kecil yang ada di tangan zenia, walaupun sudah ada beberapa luka yang zenia torehkan di tangan nya, melihat dara mengalir deras di tangan zenia zahran langsung melepaskan jasnya untuk membalut luka di tangan zenia.
“Astaghfirullah nona, apa yang anda lakukan ??” ucap zahran panik masih membalut tangan zenia.
“Biarkan aku mati !! siapa kamu hah ?? ” bentak zenia.
Karena darah terus mengalir deras di tangan zenia, akhirnya zenia jatuh pingsan, zahran panik melihat zenia tidak sadarkan diri, di tambah wajah zenia berubah menjadi sangat pucat.
*********
Like+komen nya.
*
**
__ADS_1
***