Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part20


__ADS_3

2 Hari sudah Angga dan Maya menunggu kepulangan Zea, rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putri bungsu mereka, dan hari ini Zea akan kembali setelah seminggu berada di ibu kota.


Angga dan Maya belum mengabari tentang Zea kepada Zenia, mereka akan meminta Zenia pulang walaupun hanya sebentar dan setelah itu mereka akan membuat syukuran atas bertemu nya Zea.


Awalnya Pak Kyai akan meminta Zea untuk pulang tepat dimana Angga dan Maya menemuinya tapi Angga berpikir lagi, biarkan saja Zea menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu pikir Angga.


“Mama udah gak sabar Pa, untuk bertemu dengan Zee” kata Maya dengan wajah berbinar, bagaimana tidak bahagia karena selama ini yang Maya tahu kalau anak nya adalah Zara, tapi mala Suaminya sendiri yang bilang kalau Zara bukan anak kandung nya hingga Maya harus menerima kenyataan kalau Anak kandung nya telah tiada, tapi kenyataannya adalah Zea masih hidup, dia masih menghirup udara sama seperti dirinya..


“Papa juga Ma, dan Maafkan atas kesalahan Papa selama ini, kalau saja Papa tidak menciptakan kebohongan semuanya tidak akan serumit ini” ucap Angga merasa bersalah, ia kebohongan terbesarnya adalah dengan merahasiakan semuanya, dan Angga mengaku kalau Zara adalah putri kandung nya.


“Sudahlah Pa, Mama tidak ingin membahas itu semuanya telah berlalu” ujar Maya menatap suaminya.


“Ayo kita tunggu Zee di depan Pak Kyai dan Umi pasti sudah kembali dari pondok” ajak Angga kemudian.


Maya mengangguk, kemudian mereka keluar dari kamar nya, selama dua hari di kota bandung Angga dan Maya menginap di rumah Kyai Ahmad dan Umi Fadillah, awalnya Angga dan Maya akan mencari hotel saja tapi di larang oleh Pak Kyai da Umi, karena jika benar kalau Angga dan Maya adalah kedua orang tua Zea maka mereka akan menjadi keluarga.


Dan setelah Zea bertemu dengan Angga dan Maya, Pak Kyai juga meminta untuk melakukan tes DNA, bukan karena pak Kyai tidak percaya hanya saja dia ingin benar-benar mamastikan dan jika Angga dan Maya adalah kedua orang tua kandung Zea, pak Kyai juga tidak akan khawatir saat Zea di bawah.


“Assalamualaikum Pak Kyai, Umi, sudah lama pulang nya ??” ucap Angga basa-basi.


“Walaikumsalam, baru saja Pak Angga, mari silahkan duduk !! Zea sudah di perjalanan” balas Kyai Ahmad sopan, sedangkan Umi Fadillah hanya tersenyum manis ke arah Angga dan Maya, begitupun dengan Maya dia juga membalas senyuman Umi.


Jam terus berputar, detik berganti menit, hingga tak terasa sudah hampir siang, sekitar Jam 11 terdengarlah suara mobil berhenti, Umi Fadillah mengajak mereka untuk kedepan karena itu sudah pasti adalah Zea.


Jantung Angga dan Maya berdegup kencang, ada rasa takut menyelimuti diri mereka, rasa takut yang tidak dapat di jelaskan, ia mereka takut jika Zea tidak bisa menerima mereka, ataupun bisa jadi Zea marah karena merasa terbuang.


“Assalamualaikum Umi, Abi” teriak seorang gadis, suara nya yang lembut membuat Angga dan Maya sangat nyaman, apalagi Maya dia seperti mendengar suara Zenia.


“Walaikumsalam” jawab Abi Ahmad dan Umi Fadillah.


Sedangkan Angga dan Maya hanya menjawab dalam hati.


Zea langsung memeluk Umi Fadillah, rasanya dia begitu rindu dengan Uminya, seminggu tidak bertemu seperti sudah sekian tahun bagi Zea.


“Zee rindu banget sama Umi" ucapnya dengan manja.

__ADS_1


Maya tersenyum melihat putrinya, rasanya dia sangat ingin di peluk juga seperti itu, tapi Maya harus bersabar, tidak akan lama lagi dia bisa memeluk Zea dengan lama.


“Umi juga rindu sama Zee” balas Umi.


“Sama Abi tidak rindu ?” Abi Ahmad pun buka suara.


Zea melepaskan pelukan nya kepada Umi, kemudian dia beralih memeluk Abi


“Zee juga rindu Abi”


Setelah lama akhirnya Zea melepaskan juga pelukan nya, kemudian dia melirik ke belakang Umi dan Abi, disana sedang berdiri sepasang suami istri, yang membuat Zea berpikir , siapa mereka ??


Tapi tunggu, Zea kok seperti kenal dengan Bapak itu, Zea seperti pernah bertemu, tapi dimana ?? pikir Zea.


Oh Zea baru ingat, Bapak itu kan yang waktu itu mengobrol dengan nya di sebuah restoran, tapi buat apa mereka kesini ??.


“Loh bapak yang waktu itu kan ?? yang waktu itu mengajak Zee mengobrol saat Zee terjebak hujan ??” tanya Zea.


Angga tersenyum, ternyata Zea mengingat pertemuan nya “Iya Nak, kamu benar” jawab Angga.


“Ayo masuk dulu, kita ngobrol didalam saja !! Zee ada yang ingin Abi sampaikan” ucap pak Kyai untuk mengajak semuanya duduk di ruang keluarga.


Kini semuanya telah berkumpul di ruang keluarga, Zea semakin penasaran, apa yang ingin di sampaikan Abi, pikirnya, dan Zea juga penasaran siapa perempuan yang saat ini duduk di samping pak Angga, kenapa dia terus menatapnya.


“Zee perkenalkan ini Pak Angga dan istrinya ibu Maya” ucap pak Kyai memperkenalkan.


“Iya Abi" jawab Zea, bertambah penasaran, buat apa Abi nya memperkenalkan kedua orang itu.


“Mereka adalah kedua orang tua kandung mu” lanjut pak Kyai, membuat Zea terdiam.


Benarkah itu ?? benarkan mereka kedua orang tua kandung Zea ?? pikir nya


Zea menatap wajah Angga dan Maya bergantian, Maya memandang wajah putrinya dengan mata berkaca-kaca, segera dia bangkit dan langsung memeluk tubuh kecil putri bungsunya.


“Ini Mama Zee, ini Mama kandung Zee, Hiks----Hiks---Hiks” ucap Maya terisak, Umi Fadillah yang melihat itu tak kuasa menahan tangisnya.

__ADS_1


Zea masih terdiam, tapi dia juga membalas pelukan Maya, sangat hangat, pikirnya, inikah rasanya di peluk oleh ibu kandung sendiri ??


Zea tak tau harus berkata apa, hanya air mata yang menjawab semuanya, bibir nya keluh untuk berkata, di hatinya dia ingin sekali berkata “Mama” tapi semuanya tak mampu terucap.


Abi Ahmad dan Angga juga meneteskan air mata harunya.


Maya melepaskan pelukan nya, dia pandangi wajah Zea yang masih tertutup Cadar, Maya hanya menatap mata indah milik Zea, sangat mirip dengan mata Zenia pikir Maya.


Kemudian Maya mencium kening Zea dengan penuh kasih sayang.


“Maafkan Mama sama Papa kalau selama ini kami berdua tidak pernah mencari kamu, Maaf Nak !!" ucap Maya dengan air mata masih mengalir deras.


Tangan Zea terangkat, di hapusnya air mata Maya menggunakan ibu jarinya, Maya tersenyum,kini putri bungsu nya ada di hadapan nya.


“Ma---Ma” panggil Zea terbata- bata.


Mendengar itu Maya kembali memeluk putrinya, bahagia sekali rasanya di panggil seperti itu.


“Iya Nak, ini Mama, Mama nya Zee” balas Maya.


Angga pun berdiri dan mendekat, dia juga memeluk istri dan anak nya, jika saja disana ada Zenia pasti akan semakin lengkap, ah rasanya Angga sudah tidak sabar untuk berkumpul dengan kedua putrinya.


*


*


*


**Ayo ada yang terharu gak dengan pertemuan mereka ?? kalau ada kasih komen nya !!


Pasti ada yang nanya kapan Zenia kembali, author akan jawab sebentar lagi, tunggu aja ! hehe, .


Terus ada juga yang komen gini, Thor jangan buat Gibran sama Zea ya, masa Gibran jodohnya gak jauh-jauh dari keluarga Angga..


Hehe, dan disanalah Author akan memberi kalian kejutan, jadi nikmatin aja dulu ceritanya, entar semuanya akan ada jodoh masing - masing**..

__ADS_1


__ADS_2