
Zahran dengan telaten menyuapi istri nya, dia benar-benar bahagia melihat Zenia sudah membuka matanya.
“Sudah by” ucap Zenia pelan.
“Sekali lagi ya sayang !!” balas Zahran.
Zenia menggeleng “Nia udah kenyang by” tolak Zenia dengan sopan.
“Ya sudah kalau begitu, sekarang minum dulu” akhirnya Zahran pasrah.
Sedangkan Zaidan dia hanya menonton keromantisan kakak nya, ada rasa bahagia karena akhirnya kakak iparnya sudah kembali siuman, dia sempat berpikir bagaimana keadaan kakak nya Zahran kalau ternyata benar sang istri pergi untuk selamanya.
*
*
Pagi kembali menyapa, dokter Tika baru saja keluar setelah memeriksa kembali kondisi Zenia.
Tidak lama Umi, Abi serta kedua orang tua Zenia kembali kerumah sakit, di susul di belakang nya Fahri, Aisyah dan Zara dan tidak ketinggalan si kecil Raja, mereka datang dengan raut wajah kebahagiaan karena mengetahui kalau Zenia telah kembali sadar.
Umi terlihat membawa makanan untuk Zahran dan Zaidan serta tak lupa dia membuatkan Zenia bubur, sedangkan Maya membawa buah-buahan untuk anak nya, begitupun dengan Aisyah dan Zara mereka berdua juga membawa buah tangan untuk di berikan kepada Zenia.
“Kok repot-repot segala sih ?? pakai acara bawa beginian” ucap Zenia.
“Tidak sayang kami tidak merasa di repot kan sama sekali, kami melakukan ini karena kami sangat bahagia akhirnya kamu bisa kembali berkumpul bersama kami” balas Umi dengan tersenyum.
“Iya nak, Mama sangat khawatir dengan kondisi kamu kemaren” sahut Maya.
Zenia sangat bahagia mendengar mereka sangat menyayangi dirinya, tak lama kemudian dua orang suster kembali masuk dengan membawa dua bayi mungil yang sangat lucu.
“Ibu Zenia saat nya memberikan Asi” ucap Suster itu.
“Baik sus” balas Zenia.
“Silahkan yang lain keluar dulu !! agar Ibu Zenia bisa menyusui dengan nyaman” titah suster itu lagi.
Semua nya pergi keluar, dan suster itu segera memberikan bayi laki-laki kepada Zenia, sedangkan bayi perempuan nya ia berikan kepada Zahran.
Bahagia ?? tentu saja, itu yang sekarang dirasakan oleh suami istri itu, apalagi melihat buah hati mereka dalam keadaan baik-baik saja walaupun lahir prematur.
Tapi saat Zenia memberikan Asi nya kepada bayi nya yang berjenis kelamin laki-laki, bayi tidak mau menerimanya bahkan dia langsung memuntahkan kembali.
“Loh kok muntah Sus ??” tanya Zenia heran.
__ADS_1
“Coba lagi bu” pinta suster.
Dan benar saja saat Zenia akan kembali menyusui anak nya, bayi kaki-laki itu menangis dengan sangat kencang, Zahran yang melihat itu segera mendekat.
“Kenapa sayang ??” tanya Zahran.
“Dia gak mau nyusu sama aku by” jawab Zenia seperti ingin menangis, air matanya sudah menggenang di kelopak matanya.
“Astaghfirullah kenapa bisa begitu sus” ucap Zahran.
“Memang ada beberapa hal yang menyebabkan si kecil menolak untuk di susui, Bila hal tersebut terjadi pada si Kecil ibu dan bapak bisa konsultasikan pada dokter yang terkait, tapi ada beberapa penyebab si kecil tidak mau menyusui.
... _ Posisi pelekatan yang kurang tepat...
Si Kecil yang baru lahir mungkin memiliki kesulitan untuk menyusu dan tidak dapat melekat pada payudara ibu dengan baik. Bila hal itu terjadi, maka saat si Kecil menghisap pun ASI tidak dapat keluar dan membuat si Kecil menjadi semakin lapar dan rewel. Jika si Kecil rewel atau merasa frustasi karena belum mendapatkan makanannya, ia bisa menolak payudara sama sekali dan saat seperti inilah yang membuat si Kecil tidak mau menyusu pada Ibu.
_Bayi lahir prematur
Ketika si Kecil terlahir secara prematur, mungkin beberapa ibu mengalami tidak boleh langsung menyusui si Kecil. Si Kecil dengan kelahiran prematur biasanya memiliki berat badan dibawah normal dan memiliki mulut yang kecil, oleh karena itu si Kecil harus belajar menyusui dan dapat melakukan pelekatan pada payudara ibu dengan posisi yang benar.
_Si Kecil mengalami cidera
Tubuh si Kecil yang baru lahir biasanya masih rentan dan harus berhati-hati untuk menggendongnya. Bila si Kecil mengalami cidera pada bagian bahu bisa menjadi salah satu alasan ia tidak nyaman dan tidak ingin menyusu.
_Produksi ASI yang melambat
_Si Kecil mengantuk
Setelah dilahirkan, biasanya si Kecil akan merasa mengantuk karena asupan obat-obatan yang ibu konsumsi sebelum proses persalinan. Bila hal ni terjadi, kemungkinan besar si Kecil lebih memilih untuk tidur dibandingkan harus disusui.
“Jadi, apabila si Kecil tidak mau menyusui setelah ia lahir, ibu bisa biarkan terlebih dahulu ia tenang. Setelah itu, ibu bisa mencoba lagi untuk melekatkan si Kecil pada payudara ibu agar ia mau menyusui.” penjelasan suster itu sedikit membuat Zenia tenang, mungkin saja saat ini bayi laki-laki nya belum bisa beradaptasi.
“Kita coba kasih sufor aja ya bu” ucap suster itu lagi.
Zahran dan Zenia hanya mengangguk tanda setuju, pikir mereka dari pada anak mereka kelaparan.
Akhirnya suster membuatkan susu untuk bayi laki-laki Zahran dan Zenia, saat dia sedang membuat susu suster yang satunya mengambil alih bayi itu di pangkuan Zenia dan menyuruh Zahran memberikan bayi perempuan yang saat ini sedang berada di gendongan Zahran.
“Adek minum susu dulu ya sama bunda !!” ucap Zahran sembari membelai pipi anak nya yang saat ini sudah berpindah ke pangkuan Zenia.
Heran, bayi perempuan itu menyusu dengan sangat kuat, tidak ada sedikitpun ia keluarkan Asi yang ia minum, dia menyusu dengan sangat tenang.
Zahran tersenyum melihat kedua anak nya, yang satu tidak ingin menyusu dengan ibunya mala yang satu sangat kuat menyusu seolah-olah akan ada yang merebutnya.
__ADS_1
Tidak lama suster yang membuat susu sudah kembali, dia langsung menyerangkan nya kepada Zahran yang saat ini sedang menggendong bayi laki-lakinya, Zahran mengarahkan dot itu ke mulut anak nya, dan benar saja bayi mungil itu langsung menyedot susu itu dengan kuat, Zahran terkekeh ternyata anak nya suka susu sapi.
Akhirnya kedua suster itu pamit keluar membiar kan kedua bayi mungil itu berada di dalam dekapan kedua orang tuanya, Zahran sembari melantunkan sholawat nabi saat memberikan susu kepada anak nya.
Tidak lama seluruh anggota keluarga masuk kedalam, dan untung nya bayi perempuan itu sudah selesai menyusu.
“Ba Raja mau cium” ucap Raja.
Zahran duduk di sofa dan menyuruh anak nya Raja mencium pipi bayi laki-laki itu, para lelaki memperhatikan bayi itu sedangkan para perempuan duduk bersama Zenia dengan mengajak bayi perempuan Zenia berbicara walaupun belum dapat ia mengerti.
“Siapa nama mereka ??” tanya Abi.
Zenia menoleh ke arah suaminya.
“Kamu saja By yang memberi nama !!” pinta Zenia.
Zahran mengangguk tanda setuju.
“Baik lah Bissmillah. untuk bayi laki-laki ini nama nya adalah ZAYN ARDAFFA PUTRA ARSALAAN dan untuk bayi perempuan ku yang cantik itu nama nya ZEA ADELLA PUTRI ARSALAAN panggilan sehari-hari nya Arda dan Adel” ucap Zahran.
Semuanya tersenyum apalagi kedua orang tua Zenia mereka sangat bahagia karena Zahran memakai nama anak mereka yang telah tiada.
“Dan sekarang Raja di panggil Abang ya, terus panggil yang ini kakak Arda dan yang itu adek Adel” ucap Zahran kepada anak pertamanya.
“Yeeeii, Raja jadi abang sekarang” ucap nya girang membuat yang lain tersenyum dengan kelakuannya.
“Hai kakak Ar, ini abang Raja nanti kita main bola sama-sama ya” ucap nya lagi.
“Iya Abang” jawab Zahran menirukan suara anak kecil hingga membuat Raja tertawa senang.
“Bang adek Adel nya di ajak juga nanti” Zenia pun ikut nimbrung.
“Adek Adel mainan boneka aja” jawab Raja
Sungguh bahagia orang-orang yang berada dalam ruangan itu, berkumpul dengan penuh canda dan tawa.
*
*
**Like
Komen
__ADS_1
Vote**