
Gibran Pov_____
Aku berdiri di dalam kamarku, menghadap ke luar jendela yang menampakan keindahan kota Xx tempat tinggal ku sekarang, Masih teringat dengan jelas percakapan ku dengan anak ku tadi siang.
Aku tau dia sangat merindukan ku saat ini, sama hal nya dengan diriku, siang dan malam aku selalu ingat wajahnya yang lucu, tingkahnya yang menggemaskan membuatku selalu ingin tersenyum saat di dekatnya.
Namun karena kebodohan ku membuat semuanya berantakan, aku kehilangan dua orang yang sangat berarti dalam hidupku, Zenia iya dialah wanita selama ini yang menemani ku, mengandung dan melahirkan anak ku, dia juga wanita yang selalu sabar menghadapiku, tapi kesalahan ku membuatnya harus pergi, dan mengakhiri pernikahan kami.
Aku sangat berdosa padanya, aku adalah lelaki bodoh, seandainya waktu bisa ku putar kembali tidak akan aku menghianati pernikahan ku.
Menangis, hanya itu yang dapat aku lakukan, merenungi setiap kesalahan yang telah ku lakukan, “Aku menyesal tuhan” percuma walau kata itu aku ucapkan berulang kali semuanya tak akan kembali, aku menyeka air mata di pipiku.
Aku kembali membuka album foto pernikahan ku dengan nya, sengaja aku masih menyimpan foto-foto itu, aku tau aku salah karena masih menyimpan foto wanita yang saat ini telah bersuami, tapi harus bagaimana lagi hanya foto itu yang aku punya sekarang, berharap bisa memilikinya itu tidak mungkin lagi, dia telah bahagia bersama suaminya sekarang, pernah terbesit di hati ini untuk merebutnya kembali, tapi aku akan menjadi orang terjahat di hidupnya karena aku akan menghancurkan kehidupan nya lagi, sudah cukup dia menangis saat mengetahui aku selingkuh dengan adik nya sendiri.
Ku pandangi foto kami bertiga, aku bahkan masih ingat kapan foto itu di ambil, tepatnya seminggu hari kelahiran anak ku, waktu itu kami memakai baju couple muslim, dia sungguh cantik, senyum nya yang selalu memancarkan kebahagiaan, dia menggendong anak ku yang masih bayi dan aku memeluk pinggang nya, kami berdua tersenyum menghadap ke arah kamera, sungguh aku tak menyangkah kalau semuanya telah berlalu, dia bukan lagi milikku.
Kembali aku menyeka air mataku, kalau ada yang melihat pasti mereka akan bilang kalau aku cengeng, Ah masa bodoh, aku tak peduli, mau di bilang cengeng ataupun lelaki lemah, bagiku laki-laki yang tak pernah menangis berarti dia belum pernah merasakan kehilangan seseorang.
Saat aku membalik album foto itu, terpampang lah foto bocah kecil yang sedang berdiri memegangi robot mainan nya, dia adalah Raja putraku, kembali aku mengingat kata-katanya tadi siang.
“Raja rindu Ayah” ucapnya sembari menangis.
Sakit sekali hati ini melihat nya menangis seperti itu, Maafkan Ayah mu ini nak !! ku ciumi foto itu untuk menghilangkan sedikit kerinduan ku, tapi apa yang aku rasakan sekarang, bukan nya mala berkurang rasa rindu ini mala membuat aku semakin ingin memeluknya, dia juga bilang kalau sebentar lagi dia akan pindah ke turki, dan di situ aku sadar kalau jarak antara aku dan dia semakin jauh, ada rasa takut di diri ini, aku takut dia lupa dengan ku, aku takut dia tidak sayang lagi dengan ku, kembali aku teringat dengan ke bersamaan kami bertiga.
__ADS_1
Flasback On....
“Ayo Raja bisa nak !! ayo sini kejar Ayah!!” pintaku pada anak kecil yang baru belajar berjalan itu.
Dia mencoba berdiri lagi, dan mulai melangkahkan kaki mungilnya, tapi cuman satu langkah dia kembali terduduk, aku pun langsung menghampirinya ku kira dia akan menangis tapi ternyata dia mala tertawa terbahak-bahak.
Tidak lama istriku datang, seperti biasa putraku itu langsung minta susu sama istriku.
“Nda cu” ucap putraku.
“Ini sudah bunda buatkan” mungkin karena sudah faham.
“Mas makan dulu sana, tadi udah Nia buatkan makanan kesukaan mas” ucap nya kepadaku.
Begitu perhatian istriku, dia begitu telaten merawatku dengan anak ku, di tengah kesibukannya merawat Raja, dia masih bisa membuatkan makanan kesukaan ku, menyiapkan pakaian kerjaku, dan satu lagi dia masih bisa melayaniku di atas ranjang.
Flasback Off
Aku menggeleng kan kepalaku manakalah aku kembali mengingat kenangan indah kami, ini tidak benar, dia bukan milikku lagi, aku tidak boleh terus-terusan seperti ini.
Mencari pengganti ?? iya aku harus membuka kembali hatiku, dan aku berharap bisa menemukan sosok yang sama seperti mantan istriku, dan lagi-lagi aku mengingatnya.
Tapi apa ada orang yang bisa menerima ku ?? bukan hanya menerima status ku sebagai duda tapi juga bisa menerima anak ku,. menyayanginya sama seperti anak kandungnya, aku sering membaca berita dan di televisi juga kadang banyak film nya yang menceritakan kejamnya ibu tiri, tidak aku tidak mau kalau anak ku mendapatkan kekejaman ibu tirinya.
__ADS_1
Oh iya aku baru ingat anak ku ingin bertemu dengan ku dulu sebelum dia berangkat ke turki, bagaimana ini ?? pekerjaan ku disini sangat banyak, kalau aku izin pulang aku takut nanti aku di pecat, maklumlah aku hanya karyawan biasa, sejujurnya aku ingin mencoba bilang pada mas Zahran untuk bekerja di kantornya tapi aku malu, aku juga takut Zenia tidak mengizinkan.
Tapi bertemu dengan Raja adalah hal penting bagi diriku, karena setelah ini aku tak tau kapan kami akan bertemu lagi, apalagi ku dengar Raja akan sekolah disana, aku salut dengan anak ku sekarang, dia sudah pandai membaca Al-quran, sholatnya dia rajin, dan aku yakin itu karena didikan dari ayah sambungnya, sungguh beruntung mereka karena mendapatkan Mas Zahran, seorang suami sekaligus seorang ayah yang baik.
Setelah berpikir panjang aku memutuskan untuk pulang ke indonesia, bodoh amatlah mau di pecat atau enggak !! yang penting aku bisa memeluk anak ku sebelum dia pergi dari indonesia, aku ingin mengantarnya ke bandara, merasakan ciuman dari bibir mungilnya, sembari mendengarkan kata katanya “Ayah jaga diri baik-baik” .
“Ayah akan pulang nak, Tunggu ayah !!” ucap ku sembari memesan tiket lewat aplikasi di ponselku.
Aku memilih penerbangan pagi, sekarang tiket sudah di pesan aku pun memasukan beberapa pakaian ku kedalam koper, tak banyak yang aku bawa karena mungkin aku hanya 3 hari di indo, setelah semuanya selesai aku kembali merebahkan badan ku di atas ranjang, menatap langit-langit kamarku, rasanya aku sudah tidak sabar untuk menunggu pagi, aku ingin segera memeluk putra kecilku, aku berjanji akan membawanya jalan-jalan dulu nantinya.
“Ayah sayang banget sama Raja” ucapku sembari tersenyum.
Sesekali aku tersenyum bila mana aku mengingat dirinya, apalagi saat dia bercerita kalau dia ingin menjadi seorang tentara, aku harus mengumpulkan uang yang banyak untuk membiayai sekolahnya kelak, setelah lama berkelana dengan pikiran sendiri akhirnya aku tertidur dengan pulas.
*
*
*
**Like
Komen
__ADS_1
Vote**.