Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part 03


__ADS_3

TURKI------


Zahran dan Zenia masih duduk di kursi panjang tersebut, menunggu sang dokter keluar, walaupun Zahran tidak mengenal siapa perempuan itu tapi Zahran tidak tega meninggal kan nya, tanpa mengetahui keadaan dia.


“Kok lama ya by ??” tanya Zenia.


“Entah lah sayang, sabar ya !! sini kalau capek, menyandar lah di pundak bubu!!” pinta Zahran dengan lembut.


Belum sempat Zenia menjawab, dokter keluar dari ruangan tersebut, segera Zahran dan Zenia berdiri dan menghampiri dokter tersebut.


“Doktor nasıl? ( Bagaimana keadaan nya dokter ?)” tanya Zahran.


Dokter tersebut menjelaskan secara detail, menggunakan bahasa turki, ternyata pasien memiliki riwayat sakit maag alias dispepsia adalah rasa nyeri dan tidak nyaman pada lambung yang disebabkan oleh sejumlah kondisi. Jadi, sakit maag bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari penyakit. Umumnya, sakit maag disebabkan oleh luka terbuka yang terjadi di lapisan dalam lambung (tukak lambung), infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping konsumsi obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS) dan stres.


Sakit maag adalah salah satu penyakit pada sistem pencernaan yang terbilang mudah untuk disembuhkan, tetapi juga bisa menjadi parah apabila tidak segera ditangani. Maka dari itu, sakit maag sebaiknya segera ditangani.


“Yani hasta iyi mi doktor? ( jadi pasien tidak apa-apa ya dokter ??)” Zahran kembali bertanya.


“Doğru (Benar)” jawab sang dokter.


Kemudian dokter tersebut pamit untuk memeriksa pasien yang lain, sebelum pulang Zahran dan Zenia berniat untuk menemui perempuan yang di tolong Zahran.


Zahran dan Zenia memasuki ruangan dimana perempuan yang di tolong tengah berbaring di atas ranjang rumah sakit tersebut.


“Assalamualaikum” seru Zahran dan Zenia serempak.


Perempuan yang berbalut gamis berwarna navy tersebut menoleh, memang saat Zahran masuk dia memiringkan badan nya jadi dia tidak tau kedatangan Zahran dan Zenia.


Seketika Perempuan itu langsung bangun dan menatap Zahran dengan sorot mata yang sulit di artikan.


“Zahran” tiba-tiba perempuan itu memanggil namanya.


Zahran dan Zenia saling Pandang, kenapa perempuan ini tau namanya ?? Apa dia mengenal suami dari Zenia tersebut.


“Kamu Zahran kan ?? Ya Allah akhirnya bertemu juga” kembali perempuan itu bicara.


Dengan kebingungan Zahran pun bertanya “Anda mengenal saya ??”


“Aku Ica, calon istri kamu, masa kamu lupa”

__ADS_1


“Apa” bukan suara Zahran yang keluar melainkan suara Zenia, dengan mata yang sudah memerah Zenia menoleh ke arah suaminya, meminta penjelasan atas apa yang di ucapkan perempuan yang mengaku bernama Ica tersebut.


“By” panggil Zenia.


Zahran menatap istrinya, dia tahu kalau Zenia hampir menangis “Tidak sayang, byby tidak mengenal dia” ucap Zahran membela diri.


“Kamu sudah menikah ??” Ica bertanya, sembari memperhatikan Zenia dari atas sampai bawah.


“Iya, kamu itu siapa sih ?” Zahran menjawab, sembari menatap bingung perempuan yang mengaku calon istrinya tersebut.


“Aku Ica, Zahran, seorang perempuan yang di jodohkan dengan mu beberapa tahun yang lalu, masa kamu lupa, sudah 1 tahun aku mencari ke sini, aku ingin menebus kesalahan ku yang kabur tepat di hari kamu akan meng-khitbah aku, Maafkan aku Ran!!” ucap Ica yang sudah menangis, bahkan untuk membuat Zahran percaya, Ica melepas cadarnya agar Zahran bisa mengenali dirinya.


Sesaat Zahran terdiam, memandangi wajah cantik perempuan yang saat ini ada di hadapan nya.


“Kenapa harus di pertemukan sekarang, ya Allah” batin Zahran.


“Kamu mengenalnya By” tanya Zenia yang melihat Zahran diam saja.


“Iya sayang” balas Zahran.


“Jadi benar dia calon istrimu??” Zenia kembali memberikan pertanyaan.


Perempuan bernama Ica tersebut menatap ke arah Zenia, dia dapat menyimpulkan kalau Zenia adalah perempuan yang sangat cantik.


“Ran, maafkan aku, aku mohon !! aku sengaja ke Turki buat mencari kamu, aku ingin menebus semua kesalahan ku” Ica kembali berkata, sekarang dia sudah menangis.


“Ica semuanya telah berlalu, dan aku juga sudah memaafkan mu” balas Zahran.


“Tapi aku mau jadi istri kamu Ran, gak papa aku jadi istri kedua kamu” perkataan Ica berhasil membuat Zenia menatap tajam ke arah Ica.


“Mbak, kamu itu masa lalu suamiku, dan tidak mungkin suamiku mau menikahi kamu, lagi pula saya tidak akan setuju suamiku menikah lagi” ucap Zenia masih menggunakan kata yang lembut walaupun setiap perkataan nya berhasil membuat Ica sakit hati.


“Aku tidak butuh persetujuan dari mu, dan aku yakin Zahran pasti mau menikahi ku” balas Ica.


“Ica cukup, benar kata istriku, aku tidak mungkin menikahi mu, aku sangat mencintai istriku, dan aku tidak akan sanggup melukai perasaan dia” jelas Zahran berharap Ica mengerti posisinya.


“Zahran, aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi !!” Ucap Ica memelas, bahkan saat ini dia sudah hendak bersujud di kaki Zahran.


“Maafkan aku Ca, tapi aku tidak bisa” ucap Zahran lagi.

__ADS_1


Melihat itu Zenia geram, dengan segera dia menyeret suaminya pergi dari ruangan itu, Zahran pun hanya menurut saja, dia juga tidak ingin berada di sana lama-lama.


Sementara Ica yang melihat kepergian Zahran, dia kembali berdiri.


“Aku akan melakukan cara lain untuk mendapatkan mu Zahran, aku sudah berusaha sekuat tenaga merubah diriku, dari menggunakan hijab dan bercadar, dan aku juga sudah jauh-jauh datang ke Turki untuk mencari mu, aku tidak ingin perjuangan ku selama ini sia-sia” ucap Ica dengan geram.


Sedangkan Zenia membawa suaminya pergi dari rumah sakit itu.


“Sayang” panggil Zahran pelan.


Tapi Zenia tak menjawab, inikah jawaban selama ini Zahran selalu menghindar jika dirinya bertanya tentang masa lalu suaminya.


“Sayang percaya sama byby”


“Jelaskan nanti di rumah”


Setelah mengucapkan itu Zenia langsung menuju ke mobilnya dan langsung melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut.


Zahran yang khawatir langsung mengejar sang istri walaupun dia tau kalau itu bahaya.


“Ya Allah lindungi istriku” batin Zahran frustasi dia benar-benar takut terjadi sesuatu kepada sang istri.


Beberapa kali Zahran membunyikan klakson nya berharap Zenia mengerti kalau dirinya menyuruh dia berhenti, tapi Zenia tak menghiraukan, Zenia terus melajukan mobilnya.


Di dalam mobil itu Zenia menangis, dia takut suaminya di rebut oleh perempuan lain, dia takut kejadian masalalu nya terulang lagi.


“Aku takut ya Allah” ucap Zenia terisak.


Hingga kejadian-kejadian di masalalu nya kembali berputar, Zenia menggeleng pelan, berusaha melupakan ketakutan nya.


Tapi semua ingatan itu melintas di pikiran Zenia, saat dia memergoki Gibran dan Zara di hotel seperti terpampang jelas di depan matanya, Zenia benar-benar takut kalau Zahran juga akan melakukan hal yang sama kepadanya.


*****


**Like...


Komen.....


konflik nya agak sedikit rumit ya di season 2 ini.. biar perasaan kalian yang membaca pada dag-dig-dug.. wkwkwk**..

__ADS_1


__ADS_2