Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part40


__ADS_3

Malam harinya di kediaman Anggara Bagaskara tampak begitu ramai, malam itu adalah malam pertunangan Fauzan dan Zea, setelah 2 tahun lamanya menjalin hubungan akhirnya malam itu mereka berdua resmi memiliki satu ikatan pertunangan.


Raut kebahagiaan selalu terpancar di sana, apalagi Zenia dia juga sangat merasakan kebahagiaan, akhirnya keinginan nya bisa terwujud untuk menemani sang adik dalam acara tersebut.


Setelah acara tersebut selesai dengan Zahran yang memimpin doa, mereka semua menikmati hidangan yang telah di sediakan oleh Maya, makanan yang di kelola dari restoran nya sendiri tampak begitu menggugah selera.


Pernikahan Zea akan di langsung 3 hari lagi, tidak ingin menunggu terlalu lama, karena Zea sudah cukup baginya untuk menunggu waktu ini tiba, dan semuanya sepakat saat Fauzan mengatakan kalau pernikahan nya 3 hari lagi.


“Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan menikah dengan orang yang kamu cintai” Umi Fadillah memeluk tubuh Zea, perempuan cantik yang ia rawat dari bayi.


“Iya Umi, terima kasih” membalas pelukan Umi, Zea tampak menghapus air mata harunya.


“Sama-sama Sayang”


Zea sangat bersyukur atas semua yang telah Allah berikan dalam hidupnya, walaupun dari bayi Zea bukan lah di rawat oleh kedua orang tua kandungnya tapi Zea tidak pernah kehilangan kasih sayang seorang Ibu, Umi Fadillah sangat menyayangi Zea bahkan melebihi nyawa nya sendiri.


Zenia memandang ke Umi Fadillah dan Zea sang adik, rasa haru bercampur bahagia ada hatinya, Zahran mendekati sang istri merangkul pundaknya dengan penuh kasih sayang.


“Kamu bahagia sayang ??”


“Iya By, Nia sangat bahagia”


“Syukurlah, tapi sayang kenapa menangis ??” tanya Zahran dengan lembut.


“Nia nangis bahagia By” jawab nya sembari memandang sang suami, kemudian Zenia membaca doa, sebagai ucapan rasa syukur karena mendapat kebahagiaan.


اَللهُمَّ كَمَا فَرَّحْتَنَا فِى هَذِهِ الدُّنْيَا فَفَرّحْنَا فِى اْلاَخِرَةِ


Allahumma kamaa farrohtanaa fii haadzi hid dun-yaa fafarrihmaa fil aakhirati


Artinya: "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberikan kesenangan kepada aku di dunia, maka berilah aku kesenangan di akhirat."


Zahran tersenyum, hatinya bahagia karena istrinya tau apa yang harus di ucapkan saat mendapat kebahagiaan, tentunya Zenia hapal karena Zahran selalu mengajarkan apa saja kepadanya, kemudian Zahran membalas dengan membaca doa yang lain.


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمَنَا هَذَا يَوْماً مُبَارَكًا أَوَّلَهُ صَلَاحًا وَ أَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَ آخِرُهُ نَجَاحاً وَ عَفْواً وَ عِتْقاً مِنَ النَّارِوَ اجْعَلِ اللَّهُمَّ لَناَ فِيْهِ يَا اللهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَ مِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا وَ مِنْ كُلِّ فَاحِشَةٍ سِتْرًا وَ مِنْ كُلِّ عُسْرِ يُسْرًا وَ مِنْ كُلِّ بَلاَءٍ عَافِيَةً وَ اكْفِنَا يَا اللهُ مِنْ مُهِمَّاتِ الدَّارَيْنِ وَ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ اْلمَنْزِلَتَيْنِ وَ اغْفِرْ لَنَا وَ لِوَالِدِيْنَا وَ لِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ

__ADS_1


Allahummaj’al yaumana haza yauman mubarokan awwalahu sholahan wa ausathuhu falahan wa akhirohu najahan wa ‘afwan wa ‘itqon minan nari waj’alillahumma lana fihi ya allahu min kulli hammin farajan wa min kulli dhiqin makhrojan wa min kulli fahisyatin sitron wa min kulli ‘usrin yusron wa min kulli bala-in ‘afiyatan wakfina ya allahu min muhimmatid daroin washrif ‘anna syarrol manzilatain waghfir lana wa liwalidina wa lisa-iril muslimin


Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hari ini hari yang penuh berkah, permulaannya kesalehan, pertengahannya kemenangan, dan penghabisannya keberhasilan, ampunan dan kebebasan dari api neraka. Dan jadikanlah, Ya Allah, kelegaan bagi kami di dalamnya, wahai Allah, dari segala kesedihan, jalan keluar dari segala kesempitan, tirai penutup dari segala kekejian, kemudahan dari segala kesulitan, dan keselamatan dari segala bencana. Dan lindungilah kami, wahai Allah, dari segala keburukan dua rumah, dan palingkanlah kami dari keburukan dua tempat, ampunilah kami serta orangtua kami dan seluruh kaum Muslimin."


“By Nia sudah mengantuk, tidak apa-apa ya kalau Nia ke kamar duluan ??”


“Tidak apa-apa sayang, kamu duluan saja, nanti Byby menyusul”


“Terus anak-anak bagaimana By ??"


“Biar Byby yang mendurkan, sayang duluan saja, ingat disini ada anak byby juga” ucap Zahran sambil mengelus perut sang istri dengan lembut.


“Iya By, kalau begitu Nia duluan ya By”


“Iya sayang”


Zenia meninggalkan sang suami, tak lupa dia berpamitan ke yang lain, mereka mengerti kalau Zenia juga sedang hamil, dan pasti tubuhnya sangat mudah lelah.


*


*


Gibran menjelaskan semuanya kalau dirinya adalah duda anak satu, tapi kedua orang tua Ica menerima nya dengan baik, tidak apa-apa walaupun Gibran adalah duda beranak satu karena bagi mereka putri mereka pun ada kekurangan.


Acara tersebut berjalan lancar, dan pernikahan mereka akan di laksanakan 1 minggu lagi, baik Gibran maupun Ica tidak ingin merayakan acara resepsi cukup ijab kabul saja, padahal kedua orang tua Ica sangat ingin sang anak naik ke atas pelaminan, tapi karena Ica menolak jadi mereka hanya bisa pasrah.


Gibran mengeluarkan sebuah cincin sebagai tanda ikatan nya kepada Ica, dia menyerahkan kepada sang ibu untuk di pakaikan kepada Ica.


Ibu Gibran berdiri di ikuti oleh Ica, Susi langsung memasangkan cincin emas di jari manis calon menantunya.


“Terima kasih karena telah menerima anak ibu” ucap nya sembari memeluk tubuh Ica.


“Sama-sama bu”


Setelah melepaskan pelukan nya mereka kembali duduk di tempat masing-masing, acara tersebut berjalan dengan lancar, setelah acara pertunangan selesai Mama nya Ica mengajaknya makan bersama.

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 10 malam, keluarga Gibran langsung pamit pulang, dari tadi Fahri selalu memperhatikan Ica dia seperti mengenal orang itu tapi dimana ?? pikirnya.


Apalagi saat mendengar nama Ica, Fahri langsung ingat nama calon istri Zahran dulu yang sempat kabur, memang dulu Fahri tidak ikut dalam acara lamaran Zahran yang ikut waktu itu hanya Zaidan, dia hanya mendapat kabar kalau calon Zahran kabur di hari itu.


“Masa iya Sih ??" seru nya dalam hati.


“Mas kamu kenapa ??" tanya Aisyah melihat Fahri hanya diam saja.


“Tidak apa-apa dek, ayo masuk mobil”


Aisyah menurut walau jawaban sang suami masih belum memuaskan nya, karena Aisyah tau pasti Fahri sedang memikirkan sesuatu, dari tadi dia hanya diam saja.


Di dalam perjalanan pulang Fahri sama saja, dia larut dalam pikiran sendiri.


“Mas kamu kenapa sih ??" ucap Aisya dengan sedikit membentak.


Fahri tercekat mendengar bentakan sang istri, dia sadar sekarang kalau dirinya sudah salah.


“Maaf dek”


“Maaf-maaf, kamu tu mikirin apa ?? dari tadi kamu diam saja, kamu kenal sama calon istrinya mas Gibran ??”


“tidak sayang, mas tidak kenal”


“Terus kenapa dari tadi mas diam saja”


_


_


_


...**LIKE DAN KOMEN...


...BOLEH BAGI 🌹...

__ADS_1


...TERIMA KASIH** ...


__ADS_2