
DI KOTA D------.
“Benar besok Abang mu pulang ??” tanya Umi kepada Zaidan.
“Benar Umi, tadi Abang sendiri yang bilang, katanya tadi nelfon nomor Umi tapi tidak di angkat” jawab Zaidan.
Tidak lama Fahri dan Aisyah pun sampai.
“Assalamualaikum" seru Fahri dan Aisyah serempak.
“Waalaikumsalam” jawab Umi dan Zaidan.
Fahri dan Aisyah pun segera menyalami tangan Umi.
“Abi mana Umi ??" tanya Fahri karena tak melihat sosok Abi disana.
“Keluar sebentar menemui santri nya" jawab Umi, kemudian beralih ke Aisyah.
“Bagaimana keadaan nya Nak ?? masih sering mual ??" tanya Umi dengan lembut.
“Masih Umi, tapi sudah mendingan" jawab Aisyah sembari mengelus perutnya.
“Syukurlah, memang begitu jika masih trimester pertama, entar juga hilang sendiri kok” jelas Umi, Aisya hanya mendengarkan dengan tersenyum manis.
“Dek Elia mana Umi ??” tanya Aisyah lagi.
“Masih di kamar Kak Ais, mungkin sebentar lagi kesini" jawab Zaidan.
Aisyah hanya ber O saja, tidak lama kemudian Abi sudah pulang.
“Bagaimana Umi, apa sudah selesai ?? bisa kita berangkat sekarang ?? tadi Angga menghubungi Abi juga katanya ada sesuatu yang ingin dia sampaikan dan itu sangat penting ??” tanya Abi langsung.
“Sudah Abi” jawab Umi.
Iya hari itu mereka semua akan berangkat ke jakarta untuk menyambut kedatangan Zahran beserta keluarganya, walaupun sebenarnya Zahran bisa pulang ke kota D tapi Abi dan Umi yang sudah merasa kan rindu kepada nya langsung ke jakarta langsung, dan tadi juga Angga menghubungi Abi untuk datang ke jakarta karena akan melakukan syukuran, walau Abi pun belum mengerti syukuran untuk apa ?? kalau untuk menyambut kedatangan Zenia rasanya tidak mungkin.
Kini mereka sudah siap berangkat, Gibran beserta kedua orang tuanya juga ikut, mereka ingin menyambut kedatangan Raja.
“Ayo semuanya berangkat !! jangan lupa baca doa dulu !!" ucap Abi kemudian.
Zaidan pun memimpin doa sebelum naik kendaraan dan bepergian jauh.
Doa Naik Kendaraan
سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِ نِيْنَ
وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
“Subhaanalladzii sakhkhara lanaa hadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqolibuun.”
Artinya:
__ADS_1
“Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat).”
Di lanjut membaca doa perjalanan.
اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ
“ Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl”
Artinya :Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga”.
“Aamiin" jawab yang lain nya serempak, setelah itu mereka memasuki mobil masing-masing.
Sementara di mobil Gibran, Susi tampak sangat bahagia karena akan segera bertemu dengan Raja.
“Pokok nya ibu tidak akan membiarkan Raja kembali ke Turki nantinya” ucap nya lantang.
“Bu Gibran mohon, Jangan bikin keributan disana nantinya !” ucap Gibran memohon.
Tapi Susi tak mendengarkan kata-kata sang anak, dia terus berkelana dengan pikiran nya, untuk terus bersama Raja nantinya, sementara Hartono hanya diam saja, dia juga sebenarnya takut kalau sang istri akan membuat keributan nantinya.
*
*
*
Sementara di rumah Angga dan Maya para Art di sana sedang sibuk untuk membersihkan kamar, apalagi kamar Zenia mereka langsung mengganti seprei dan menjadikan kamar itu wangi, dari tadi Zea terus mengamati mereka. Sekarang mereka semua sudah tau kalau Zea adalah adik dari Zenia.
“Hehe, iya Non, tuan Angga dan ibu Maya sangat memanjakan Non Nia, tapi bukan hanya dengan non Nia kok, sama Non Zara juga seperti itu” jawab Bibi itu langsung.
“Zara Bi ?? orang yang di adopsi Papa ya bi”
“Iya Non, bibi juga tidak menyangkah kalau Non Zara bukan anak kandung Tuan Angga sama Bu Maya”...
Zea tampak mengangguk-anggukan kepalanya “Terus Zara nya mana Bi ” tanya Zea karena memang Angga dan Maya belum bercerita kalau Zara sudah tiada.
“Loh Non Zee belum tau ya ?? Nok Zara itu sudah meninggal Non, dua tahun yang lalu" jawab nya yang langsung membuat Zea diam.
“Mmm---meninggal Bi”
“Iya non"
Tidak lama Maya pun datang ke kamar Zenia.
”Loh sayang kamu disini ??” tanya Maya menatap anak nya
“Iya Ma" jawab Zea tersenyum di balik cadarnya
“Ada apa Bu ??" tanya bik Ira sopan.
“Oh tidak bi, saya hanya ingin melihat apa sudah selesai atau belum”
__ADS_1
“Sudah Bu, semuanya sudah selesai" jawab Bi Ira.
Maya pun segera pergi dari kamar itu, tidak lupa dia mengajak Zea, Bik Ira pun menyusul dari belakang.
*
*
Sore hari rombongan dari kota D sudah tiba di rumah Angga, dengan segera Angga dan Maya menyambut kedatangan besan nya.
“Assalamualaikum Angga, Maya bagaimana kabarnya ??” tanya Abi ramah.
“Alhamdulillah sehat pak Kyai" jawab Angga dan Maya serempak.
Dengan segera Maya menyuruh tamunya masuk, saat melihat kedatangan Gibran dan kedua orang tuanya Maya sempat heran, buat apa merek juga ikut, rupanya Maya sedikit lupa kalau Raja adalah anak nya Gibran 🤣🤣 mungkin karena Raja sudah sering bersama Zahran.
“Oh ya sebentar saya akan memperkenalkan putri bungsu kami ke kalian semua" ucap Angga langsung, dan membuat semua nya bingung.
Putri bungsu ?? pikir mereka, apa Angga dan Maya mengadopsi anak lagi, ?? berbagai pikiran pun menerpa mereka.
Tanpa menunggu lama, Zea sudah berdiri di sana, semua nya tampak heran menatap gadis berbalut gamis tersebut, lengkap dengan hijab panjang nya beserta cadarnya, sekilas mereka menatap seperti menatap Zenia.
“Perkenalkan ini namanya Zea Shakila biasa di panggil Zee, dia adalah putri kandung saya” ucap Angga dengan lantang.
“Maksudnya bagaimana Angga ?? bukan nya kamu bilang putri bungsu mu telah meninggal ??" tanya Abi mewakili kebingungan yang lain.
Angga pun kembali duduk begitupun dengan Zea dia duduk di samping Maya, dengan segera Angga menceritakan semuanya, tanpa ada satupun yang dia tutupi.
“Masya Allah, jalan Allah benar-benar membuat hamba nya kagum” sahut Abi terharu dengan cerita dari Angga.
“Kamu cantik sekali nak, mata mu persis sekali dengan Nia mantuku" ucap Umi lembut.
“Terima kasih bu” jawab Zea
“Panggil umi saja, oh iya perkenalkan ini Fahri beserta istrinya Aisyah dan ini Zaidan putra bungsu saya dan istrinya Elia" ucap Umi memperkenalkan...
Zea hanya mengangguk dan tersenyum kemudian dia beralih kepada Gibran, dengan segera Gibran memperkenalkan diri.
“Hai kita ketemu lagi, kita pernah bertemu waktu itu kan ?? anda masih ingat ??" ucap nya langsung, sehingga Angga langsung menatap tajam ke arah Gibran..
Berbeda dengan Zea, jika Gibran mengingat pertemuan mereka, sementara Zea tak mengingat apapun.
“Dimana ya ?? maaf saya lupa” ucap Zea langsung.
*
*
*
...**Like dan Komen ...
__ADS_1
Episode selanjutnya pertemuan Zenia dan Zea, nanti malam up nya** .