Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 55


__ADS_3

Di Negara X_________


Gibran heran karena akhir-akhir ini dia seperti ada yang ngikutin dia, apalagi saat dia di apartemen dia seperti sedang di awasi.


Seperti saat ini Gibran baru pulang dari kantor sudah jam 11 malam, awalnya Nara tidak mengizinkan untuk lembur tapi Gibran merasa bosan di apartemen sendiri.


Selama perjalanan pulang Gibran kembali merasakan ada yang mengikuti dia, dan benar saja saat dia melihat kaca spion sebuah mobil berwarnah hitam mengikuti nya,Gibran mempercepat laju mobilnya dan mobil di belakang melakukan hal yang sama.


“Siapa mereka ?? kenapa mereka mengikuti aku ??” tanya Gibran pada diri sendiri.


Gibran tetap fokus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tapi saat berada di tempat yang sepi, mobil itu langsung menyalip dan menghadang mobil Gibran.


Tidak lama keluar beberapa orang berpakaian serba hitam serta menggunakan topeng, salah satu dari mereka menghampiri mobil Gibran dan menggedor kaca mobil Gibran.


“Turun !!” pinta orang itu.


Dengan keberanian nya Gibran turun.


“Siapa kalian ?? kenapa kalian menghalangi jalan ku ??” tanya Gibran heran.


“Silahkan ikut kami !!” tanpa menjawab pertanyaan Gibran, orang itu langsung mengutarakan maksudnya.


“Ikut kemana ?? terus kalian ini siapa ?? saya bahkan tidak mengenali kalian semua” ucap Gibran sudah terpancing emosi.


“Ayolah saudara Gibran, silahkan ikut kami sebelum kami membawa mu secara paksa” salah satu dari mereka masih menggunakan nada bicara yang santai.


Tapi Gibran mala sangat emosi, dia langsung memukul salah satu dari mereka, melihat Gibran sudah bermain tangan mau tak mau mereka menyerang Gibran, karena Gibran hanya sendiri sedangkan lawan nya berjumlah 5 orang akhirnya Gibran kalah dia pun jatuh tak sadarkan diri, akibat pukulan di kepalanya yang sangat kuat.


Ternyata mereka adalah orang suruhan Roi, mereka akan membawa Gibran pulang ke indonesia, karena itu adalah keinginan Zara, Roi yang sudah sangat bucin dengan Zara menuruti semua keinginan nya.


*


*


Di kota D_________.


Pagi Hari....


Fahri dan Aisyah sedang menyiapkan kepergian nya untuk berbulan madu, Fahri membawa istrinya Umroh, awalnya Zahran ingin membawa istrinya juga tapi mengingat kalau saat ini Zenia tengah hamil besar jadi mereka memutuskan nanti saja saat anak mereka telah lahir, terus bukan kah mereka juga akan pindah ke Turki jadi Zenia pikir akan lebih mudah untuk berangkat Umroh.


“Hati-hati Fah, ingat pulang nya jangan lupa bawa Oleh-oleh !!” ucap Zahran.


“Beres” balas Fahri semangat.

__ADS_1


“Hati-hati di jalan ya Ais” pesan Zenia kepada adik iparnya.


“Iya mbak Nia” jawab Aisyah.


“Hati-hati Fah, nak Aisyah” ucap Umi


“Iya Umi....


Umi sama Abi tidak usah khawatir InsyaAllah Fahri dan Aisyah baik-baik saja” balas Fahri, sembari memeluk Umi dan Abi kyai.


Fahri dan Aisyah akan berangkat ke jakarta terlebih dahulu, mereka berdua akan di antar oleh Zaidan, dan Zenia pun berpesan agar menginap di rumah kedua orang tuanya saja saat di jakarta nanti.


Kini mobil mereka telah berangkat ka jakarta.


“Kalian apa mau langsung pulang juga Ran ??” tanya Umi setelah mereka duduk di sofa ruang Tamu.


“Sepertinya begitu Umi, Zahran juga harus ke kantor, apalagi sekarang Fahri sedang tidak ada pasti pekerjaan semuanya Zahran yang handle” jawab Zahran.


“Ya sudah kalau begitu, yang penting kamu jangan pulang malam, ingat Nia saat ini sedang hamil besar, kembar lagi” pesan Umi, dia begitu khawatir jika Zahran akan sering pulang malam, entah kenapa akhir-akhir ini perasaan Umi tidak enak.


“Iya Nak benar kata Umi kamu, nanti kalau perlu pas Zaidan pulang biarkan dia saja yang mengurus perusahaan sementara waktu” sahut Abi Kyai.


“Iya Abi, Umi” jawab Zahran.


*


*


Kembali ke negara X______.


Gibran sadar dari pingsan nya, dia merasakan kepalanya sangat pusing mungkin karena efek tonjokan di tambah dia pingsan semalaman tapi saat ingin memegang kepalanya tiba-tiba dia merasakan kalau tangannya di ikat. Gibran berusahan untuk bangun walaupun susah payah.


“Hei saya mau di bawah kemana ??” tanya Gibran pada seseorang yang duduk tidak jaug dari mereka.


Tapi tunggu !! sepertinya Gibran baru sadar kalau saat ini dia sedang berada di dalam pesawat, dia panik, mau di bawa kemanakah dirinya ??.


“Diam lah, perjalanan kita masih jauh, saya ngantuk, Anda jangan berisik !!” ucap orang itu dengan sinis.


“Lepaskan saya !! kalian sebenarnya siapa ??” Gibran tetap berusaha memberontak.


“Saya bilang Diam !!” akhirnya orang itu membentak Gibran.


Gibran diam, Rasanya ingin dia menonjok orang itu kalau saja tangan nya tidak di ikat, sekarang dia harus bagaimana ?? kabur ?? tidak mungkin, karena saat ini Gibran berada di dalam pesawat, Gibran hanya menurut saja, dia hanya ingin segera tau siapa yang membawa nya seperti ini.

__ADS_1


Menempuh perjalanan berjam-jam akhirnya mereka sampai di Indonesia, pesawat itu mendarat dengan sempurnah di kota S, Gibran di seret keluar dari pesawat, dan ternyata disana juga sudah ada beberpa orang yang menunggu mereka, Gibran semakin di buat heran, Siapa sih mereka ?? pikir Gibran.


Gibran di bawa ke dalam mobil dan tak berapa lama mobil itu melaju, Gibran tak bisa mengenali mereka karena semuanya pakai topeng.


Tidak begitu lama kini mobil itu berhenti di sebuah bangunan Tua, Gibran di tarik untuk turun dan mereka langsung membawa Gibran masuk kedalam, ruangan yang kotor dan sangat gelap, karena tak ada satu lampu pun yang menerangi tempat itu.


Gibran di dudukan di kursi Tua, tidak lupa dia juga langsung di ikat, takut nya Gibran kabur.


Salah satu dari mereka menelfon, Gibran mendengarkan pembicaraan nya, saat dia bilang “Dia sudah disini Bos” Gibran yakin mereka adalah orang suruhan, tapi siapa ?? pikir Gibran.


Dan benar saja 15 menit kemudian seorang perempuan berpakaian seksi datang, Gibran sampai melototkan matanya tak percaya, bahwa saat ini yang ada di hadapan nya adalah Zara, 6 bulan tidak bertemu Zara sudah sangat berubah.


“Z..Za..Zara” ucap Gibran gugup.


“Halo mas Gibran, apa kabar ?? kenapa kaget gitu melihat ku ??” tanya Zara tersenyum.


“Kenapa kamu lakukan ini sama aku Ra, kita itu gak ada hubungan apa-apa lagi” jelas Gibran.


“Hahaha, Gibran-Gibran kamu pikir aku bakalan lupa dengan apa yang telah kamu lakukan kepadaku, Kamu meninggalkan aku disaat aku benar-benar terpuruk, disaat aku benar-benar hancur,, Kamu bahkan begitu tega meninggalkan aku disaat aku belum sadarkan diri” ucap Zara emosi, beban yang selama ini dia tanggung sekarang dia luapkan begitu saja.


“Ciiih, siapa juga yang mau bertahan sama kamu Ra, wanita murahan, wanita jahat seperti kamu” jawab Gibran tak kalah emosi.


Plaaaakk.


Sebuah tamparan mendarat di pipi Gibran.. Gibran memejamkan matanya menahan rasa sakit.


“Apa kamu bilang aku murahan ?? Hei Gibran pradipta bukan nya kamu juga menikmati kemurahan diriku ini ?? bahkan kamu sampai menyelinap diam-diam masuk ke kamar ku saat kamu masih jadi suami dari Zenia, dan sekarang kamu bilang aku murahan, Jangan sok Suci kamu” kemarahan Zara benar-benar memuncak, nafasnya naik turun karena emosi.


“Lupakan itu Ra, mari kita buka lembaran hidup kita yang baru” Gibran berusaha untuk menenangkan Zara.


“Hahaha, lembaran baru katamu ?? kamu pikir aku masih bisa bangkit dengan keadaan ku yang seperti ini, kalau saja tujuan ku sudah terlaksanakan aku ingin sekali mengakhiri hidupku” kembali Zara membentak Gibran.


“Apa maksud mu ?? tujuan apa ??” tanya Gibran penasaran.


“Tentu saja membuat kamu hancur hahahha” Zara berbohong dia tidak mungkin bilang kalau dia juga akan balas dendam kepada keluarga Zenia, pasti Gibran akan membocorkan rencananya.


*


*


**LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE**


__ADS_2