
Setelah melakukan prosedur sebelum operasi kini tiba saat nya, seorang perawat akan segera membawa Zenia dan Zahran ke ruang bersalin ( ruang operasi ), memang Zahran akan menemani istri nya berjuang untuk melahirkan anak-anak nya, Zahran tidak tega membiarkan istrinya sendiri di dalam sana.
Umi mencium kening menantunya, air mata nya sudah tak bisa di bendung lagi, Umi menangis tapi hanya di balas senyumam oleh Zenia, begitupun dengan sang nenek, dia langsung memberikan kata semangat untuk cucunya, Zenia mencari kedua orang tuanya Zahran yang menyadari kalau Zenia mencari mama nya langsung berkata.
“Mama sama Papa masih di jalan sayang, sebentar lagi mereka pasti sampai” ucap Zahran.
Akhirnya Zenia dan Zahran masuk keruangan operasi, ruangan yang begitu dingin, Zahran terus menggenggam tangan istrinya, memberikan kekuatan kepada sang istri, bukan hanya Zenia yang takut tapi Zahran juga merasakan hal yang sama.
Saat obat bius di berikan Zenia berteriak kesakitan.
“MasyaAllah sakit sekali By” ucap Zenia.
“Sabar sayang” hanya kata itu yang di ucapkan oleh Zahran, sejujurnya dia sangat kasihan melihat istrinya kesakitan tapi harus bagaimana lagi.
Setelah obat bius diberikan,Zenia berbaring di meja operasi dan kateteratau selang kencing dimasukkan untuk mengalirkan urin selama operasi caesar. Petugas akan memasang tirai di atas dada Zenia untuk memisahkan tangan dan pandangan Zenia dari area operasi yang steril.
Zahran membacakan doa sebelum operasinya berjalan.
Hasbunallahu wa ni’mal wakilu ‘alallahi tawakkalna.
Artinya,
" Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, dan Dia sebaik-baik pelindung. Hanya kepada Allah kami berserah diri."
kemudian Zahran juga membaca doa untuk kelancaran persalinan istrinya. Pertama Zahran membaca ayat kursi di lanjutkan Zahran membaca Surat al-A’raf ayat 54:
إِنَّ رَبَّكُمُ الله الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ الله رَبُّ الْعَالَمِينَ
“Inna Rabbakumulladzî kholaqas samâwâti wal ardla fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal ‘arsyi yughsyil lailan nahâra yathlubuhu hatsîtsan wasy syamsa wal qamara wan nujûma musakhkharâtim bi amrihi alâ lahul khalqu wal amru tabârokaLlâhi rabbil ‘âlamîn”
Artinya
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Lalu Dia bersemayam di ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
Zahran terus melantunkan surat-surat lain nya seperti surat al-Falaq dan surat an-Nas, selain itu Zahran juga membaca doa
لَآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ لَآإِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ لَآإِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
LâillaLlâhu Rabbul ‘arsyil ‘adzîm. Lâ ilâha illaLlâhu Rabbus samâwâti wal ardli wa Robbul ‘arsyil ‘adzîm
__ADS_1
Artinya
“Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Bijaksana. Tiada tuhan selain Allah Pemilik ‘Arsy yang Agung. Tiada tuhan selain Allah Pemilik langit dan bumi dan ‘Arsy yang Agung”.
Zenia memejamkan matanya mendengarkan suaminya membacakan ayat-ayat al-quran dengan sangat merdu, dokter Tika dan beberapa orang perawat yang mendengarkan sangat terharu, mereka pikir sungguh beruntungnya Zenia mempunyai suami seperti Zahran yang sholeh.
“Alhamdulillah pak Zahran bayi nya laki-laki dan perempuan” seru dokter Tika setelah berhasil mengeluarkan kedua bayi Zenia.
“Alhamdulillah, tabarakalllah” ucap Zahran dia pun langsung bersujud mengucapkan syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
Tangisan kedua bayi itu terdengar nyaring di telingah Zahran, dia bangkit dari sujudnya kemudian menciumi wajah sang istri, Zenia hanya membalas dengan senyuman, dia pun bahagia mendengar tangisan anak nya.
Perawat segera membersihkan bayi nya, sedangkan dokter Tika menyelesaikan jalan nya operasi, setelah bayi itu selesai di bersihkan Zahran segera mengumandangkan Azan sebelum bayi nya di pindahkan ke ruangan karena kedua bayi Zahran masih harus di masukan kedalam inkubator mengingat mereka lahir secara prematur.
Zahran mencium kedua anak nya secara bergantian, kemudian salah-satu perawat membawa nya.
Di luar ruang operasi Semuanya tampak berkerumun untuk melihat kedua bayi Zenia dan Zahran.
“MasyaAllah Abi, Umi lihat keponakan Zaidan sangat lucu” ucap Zaidan senang, rupanya mereka belum tau kalau 2 bayi itu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
“Yang ini perempuan dan yang ini laki-laki” ucap perawat itu sembari menunjuk satu-satu bayi nya..
*
*
Kembali keruang operasi, saat ingin di bersihkan tiba-tiba Zenia kejang-kejang, semuanya panik, dokter Tika segera meminta Zahran untuk keluar supaya mereka bisa memeriksa keadaan Zenia dengan tenang, Zahran menurut dia keluar dengan keadaan lesu.
“Bang” panggil Zaidan saat melihat kakak nya keluar dari ruang operasi.
Zahran langsung memeluk adik nya, dia benar-benar takut terjadi sesuatu kepada istrinya.
“Apa yang terjadi bang ??” tanya Zaidan penasaran.
“Nia kejang-kejang dek” jelas Zahran apa adanya.
“Astaghfirullah” ucap mereka serempak.
Bahkan Umi langsung menangis mendengar nya, tidak lama kedua orang tuanya Zenia telah tiba.
__ADS_1
“Mana Anak dan cucu ku ??” tanya Maya langsung.
Semua terdiam, bingung bagaimana caranya menyampaikan keadaan Zenia saat ini.
“Kenapa diam ?? anak ku baik-baik saja kan ??” bentak Angga karena melihat semuanya diam.
Tapi sebelum Pak kyai menjelaskan dokter Tika leluar menyampaikan kabar yang langsung membuat semua orang menangis histeris.
“Pak Zahran maafkan kami !! ibu Zenia meninggal 5 menit yang lalu, kami tidak bisa menghentikan pendarahan nya, di tambah gejala anemia yang menyerangnya” jelas dokter Tika
“Tidakk, istri ku tidak mungkin meninggalkan aku ?? Nia ku sayang” teriak Zahran, wibawanya sebagai seorang ustadz hilang langsung, dia langsung terduduk tak berdaya.
Kenapa secepat ini ?? bahkan Zahran baru saja merasakan menjadi ayah seutuhnya karena kehadiran kedua bayi mereka, tapi kenapa istrinya mala tega meninggalkan dia untuk selamanya, Zahran tak sanggup melewatinya, tapi kita tidak bisa menyalahkan takdir, Allah SWT lebih sayang kepada Zenia, dia memanggilnya setelah memberikan Zahran dua malaikat kecil sekaligus.
Zahran menerobos masuk kedalam, benar saja seluruh peralatan medis sudah di lepaskan di tubuhnya, kini kain putih polos itu sudah menutupi tubuh istrinya, Zahran mendekat air mata nya tak henti mengalir, Perlahan Zahran membuka kain itu, Zahran dapat melihat wajah pucat istrinya yang sudah menutup matanya.
“Sayang bangun !! kenapa kamu tega meninggalkan byby dengan ketiga anak kita ?? aku mohon sayang bangunlah !! tolong jangan hukum byby seperti ini !! kamu udah janji bakal menemani byby sampai tua, dan bukan nya kita akan pindah ke turki ?? bukan nya kamu ingin mengajak ketiga anak kita untuk sholat di blue mosque ?? bangun sayang !!” ucap Zahran dengan menciumi wajah istrinya, beberapa perawat yang menyaksikan itu juga tampak menitikan air mata.
Memang sungguh pedih rasanya di tinggalkan orang yang sangat kita sayangi, itulah yang di rasakan oleh Zahran, tapi bagaimana lagi sang pemilik kehidupan sudah membawa Zenia kembali menghadapnya.
Zahran duduk di lantai, air matanya mengalir begitu deras.
“Ya Allah kenapa cepat sekali engkau mengambil dia dari ku ?? hamba tau engkau lebih sayang kepadanya tapi hamba juga sangat menyayanginya ya Allah, pernikahan hamba baru sebentar tapi secepat ini engkau pisahkan hamba dengan istri hamba, Ya Allah apa hamba boleh meminta supaya engkau mengembalikan istri hamba ??” Itulah doa Zahran dalam hati, walau tak mungkin terjadi tapi Zahran berharap kalau istrinya kembali membuka mata.
Konyol bukan ?? begitulah Zahran saat ini, bersabarlah Zahran !! kelak kalian akan bersama lagi di kehidupan selanjutnya.
*
*
**Like.
komen
vote.
Maaf ya kalau tidak sesuai dengan keinginan kalian, memang dari awal Author menulis novel ini sudah akan membuat akhirnya sad ending.
Silahkan jika ada yang tidak ingin membacanya lagi, tapi harus kalian tau kalau semuanya tidak harus seperti yang kita inginkan, author hanya ingin ceritanya beda dari yang lain udah itu aja
__ADS_1
Tenang aja author tidak akan membuat Zahran dan Zara menjadi suami istri**.