Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 37


__ADS_3

Di jakarta__________


Pagi itu di rumah kedua orang tua Gibran, Zara baru keluar dari kamarnya.


“Kamu gak bikin sarapan untuk suami kamu ??” Tanya Susi ibunya Gibran.


“Zara gak bisa masak Bu” jawab Zara apa adanya.


“Cewek kok gak bisa masak, kamu tu benar-benar beda sama Nia, dia kalau nginap disini semua makanan dia yang masak, enak lagi masakan nya, Gibran tu melepaskan emas permata dan lebih memilih sampah seperti kamu” Hardik Susi


Mendengar dia di bandingkan dengan sang Kakak membuat Zara kesal, dia tak terima dengan ucapan ibu mertuanya, Zara lari masuk kedalam kamarnya lagi dengan amarah yang memuncak, sedangkan Susi bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa, karena memang Susi sangat membenci Zara setelah dia merusak rumah tangga Gibran dan Zenia.


Di dalam kamar Zara marah-marah tak jelas, Gibran yang baru keluar dari kamar mandi heran melihat istrinya seperti itu.


“Kamu kenapa ??” tanya Gibran heran.


“Ibu kamu tu pagi-pagi udah bikin kesal aja, masa aku di bandingkan sama Kak Nia, ya jelas beda lah” protes Zara tak terima.


“Emang ibu ngomong apa aja sama kamu ??” Gibran kembali bertanya dengan sabar.


“Tanya aja sama ibu kamu langsung !! udah sana cepetan ganti baju, ingat hari ini kita kerumah sakit buat program kehamilan” pinta Zara kemudian.


“Iya” jawab Gibran singkat.


Gibran melangkah mendekat ke lemari untuk mengambil pakaian nya, memang selama menikah dengan Zara belum pernah sama sekali Zara menyiapkan pakaian ganti untuk Gibran, berbeda dengan Zenia dulu.


Setelah siap Gibran dan Zara keluar kamar ternyata Kedua orang tuanya lagi sarapan bersama Raja juga.


“Pagi yah, bu ?? Pagi jagoan ayah” sapa Gibran kepada semua orang.


Sementara Zara hanya mencebikkan bibirnya, dan membuang pandangan nya ke arah lain, dia masih sangat kesal dengan ibu mertuanya itu.


“Pagi” jawab kedua orang tua Gibran serempak.


“Ayah ata Mama (ibunya Zenia) Unda agi nyusulin Baba ya ??” tanya Raja.


“Loh emang Bunda nya Raja ke turki ??” tanya Gibran heran, karena memang dia dan Zara tidak tau kalau Zenia nyusulin suaminya ke Turki.


“Iya nyusulin suaminya, tapi gak akan lama paling cuman seminggu” Sahut Hartono Ayahnya Gibran.


“Kenapa ??” tanya Susi ketus.


“Gak papa Bu” jawab Gibran sambil menggelengkan kepalanya.


“Ayok Mas !!” ajak Zara, karena dia sudah gak betah di sana.


“Iya bentar” jawab Gibran.


“Mau kemana kalian ??” tanya Susi sambil memperhatikan Gibran dan Zara.


“Mau kerumah sakit Bu, mau program kehamilan” jelas Gibran sopan.


“Ciiih, masak aja gak bisa mala ngebet pingin cepat hamil, mau jadi apa anak nya nanti” sindir Susi.


“Bu, jangan bicara seperti itu !! Zara itu menantu kita” ucap Hartono.


Zara sangat geram dengan ibu mertuanya, ingin rasanya dia cekik, tapi takut kalau Gibran mala menceraikan dia.


“Gibran berangkat dulu, Assalamualaikum” pamit Gibran karena tidak enak dengan istrinya yang selalu di musuhi oleh ibunya sendiri.

__ADS_1


Baru akan melangkah kan kakinya Suara Raja tiba-tiba menghentikan langkah mereka.


“Ayah Aja ikut” ucap Raja tiba-tiba.


“Loh sayang kamu mau kemana ?? sini aja ya sama nenek !!” ujar Susi saat cucu kesayangan nya ingin ikut dengan Gibran dan Zara.


“Aja mau pulang, Aja mau cama Papa dan Mama” kata Raja dan Nada bicaranya sudah ingin menangis.


“Udah bu biarkan aja di ikut, nanti aku titip ke mama dan papa, dari pada dia nangis” timpal Gibran dan langsung menggendong Raja.


Susi hanya bisa menghela napas, karena memang kedua orang tua Gibran tak bisa sedekat kedua orang tua Zenia dengan Raja.


Gibran membawa mobilnya dengan tenang, sementara Zara masih di selimuti rasa marah karena omongan dari ibu mertuanya.


Sebelum kerumah sakit Gibran mengantarkan Raja keruamah mertuanya dulu, sesampai disana Maya langsung menyambut kedatangan cucu nya itu.


“Ma fon Unda !!” ucap Raja saat mereka telah duduk di ruang tamu, Gibran dan Zara pun masuk sebentar.


“Raja mau nelfon Bunda ya ?? bentar nenek telfon dulu” ucap Maya kepada cucunya.


Maya langsung menelfon Zenia melalui sambungan Video Call, tak lama langsung di jawab oleh Zenia.


“Assalamualaikum Ma” ucap Zenia di seberang sana.


“Walaikum salam sayang, Lagi apa ?? sibuk gak ??” tanya Maya.


“Enggak kok Ma, oh iya mana Raja ??, dia gak marah kan Nia tinggalin ??” ucap Zenia takut kalau ternyata Raja kesal karena dia tinggalkan.


“Ini tanya aja langsung sama orang nya !!” jawab Maya dan langsung memberikan ponsel nya ke Raja.


“Halo Bunda” ucap Raja sembari mendadakan tangan nya.


“Lagi duduk aja, Cama Ayah, Onty Ra, cama Mama” jawab Raja.


“Oh gitu, Emmm, Raja gak marahkan Bunda tinggalin lagi ??” timpal Zenia takut.


Raja menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.


“Baba mana Unda ??” tanya Raja.


“Bentar ya Bunda panggilin dulu”


terdengar suara Zenia memanggil suaminya.


“By, Hubby” panggil Zenia dengan suara agak keras supaya suaminya dengar, karena saat ini Zenia lagi duduk di sofa ruang tamu dan Zahran masih di dalam kamar.


“Iya sayang, sebentar” jawab Zahran.


Setelah Zahran duduk, Zenia langsung menyerahkan ponselnya, Zahran yang melihat sambungan Video Call langsung mengerti kalau itu adalah anak nya.


“Assalamulaikum jagoan Baba” ucap Zahran saat melihat wajah Raja di layar ponselnya.


“Walaitum calam Ba, Aja Anen ( kangen )” lontar Raja dan itu langsung membuat Zahran terkekeh, sedangkan Gibran menjadi panas, mendengar anak nya merindukan orang lain.


“Baba juga kangen sama Raja, minggu depan Baba sama Bunda pulang, Raja baik-baik disana ya !! jangan nakal Ok” pesan Zahran kepada Anak tirinya itu


“Ok Ba” jawab Raja sembari memberi hormat seperti seorang tentara.


Setelah lama berbincang, Zahran meminta izin untuk menutup panggilan nya, karena dia sedang ada kerjaan.

__ADS_1


“Gimana senang udah ngobrol sama Baba sama Bunda nya ??” tanya Maya.


“Cenang dong Ma” ucap Raja berbinar.


“Ma kita pamit ya, mau kerumah sakit” sahut Zara.


“Jadi kalian mau Program Hamil ??” tanya Maya dan di angguki oleh Zara.


“Oh ya sudah hati-hati di jalan” sambung Maya.


Gibran dan Zara berdiri dan menyalimi tangan Maya, setelah itu mereka berdua langsung pergi ke rumah sakit dimana mereka telah janjian dengan Dokter Erin.


Dokter Erin adalah dokter spesialis radiologi , dia adalah sahabatnya Gibran, dan dia yang akan membantu program kehamilan nya Zara.


Setelah sampai di rumah sakit, mereka berdua langsung menuju ruangan Dokter Erin karena memang mereka telah membuat janji.


“Selamat pagi menjelang siang Dok” sapa Zara.


“Juga, bagaimana kabarnya ??” tanya dokter Erin.


“Alhamdulillah baik dok” jawab Zara.


“Ok langsung aja ya kita lakukan tes HSG dulu ya” ujar Dokter Erin.


“Apa itu dok ??” tanya Gibran.


Dokter Erin tersenyum, kemudian dia menjelaskan tentang tes HSG yang akan di lakukan oleh Zara.


HSG atau histerosalpingografi merupakan salah satu jenis pemeriksaan radiologi yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi rahim dan tabung saluran indung telur (tuba falopi).


Tes HSG dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon ibu hamil. Pemeriksaan ini juga bisa mengetahui penyebab keguguran berulang. Prosedur pelaksanaan tes HSG dilakukan dengan cara memasukkan cairan kontras ke dalam rongga rahim dan tuba falopi.


Selanjutnya akan dilakukan pemotretan dengan sinar rontgen yang bertujuan untuk menilai apakah rongga rahim dan tuba falopi terisi oleh cairan kontras atau tidak.


Hasil normal terjadi bila ditemukan tumpahan kontras yang melalui tuba falopi ke rongga perut.


Zara dan Gibran mendengarkan penjelasan Dokter Erin dengan seksama, setelah selesai menjelaskan Dokter Erin meminta Zara berbaring di kursi pemeriksaan khusus.


Dokter Erin dengan di bantu asisten nya menyiapkan beberapa alat untuk melakukan Tes HSG, sebuah alat yang bernama spekulum atau cocor bebek,


Pemeriksaan memakan waktu 30 menit, setelah semuanya selesai Zara kembali di bantu oleh Gibran untuk duduk kembali di kursi, dan mendengarkan hasil dari Tes nya.


“Bagaimana dok ??” tanya Zara antusias.


“Kondisi rahim nya bagus, tidak ada saluran sel telur yang tersumbat, dan rahim anda siap saja untuk di buahi” jelas Dokter Erin.


“Tapi kenapa saya belum hamil juga dok ?? saya udah nikah 6 bulan loh dok” jawab Zara.


“Berdoa meminta lah kepada yang di atas” tutur dokter Erin.


“Iya dok” balas Zara.


Setelah Dokter Erin memberikan resep Vitamin untuk di minum Zara, mereka berdua pamit untuk pulang, dan Dokter Erin menyarankan mereka kembali minggu depan jika Zara masih mendapatkan menstruasi, tapi jika enggak maka Zara di minta untuk datang ke poli kandungan.


*


**


Like + komen + vote.

__ADS_1


__ADS_2