
Pagi hari Zenia terbangun dari tidurnya setelah semalam dia dan Zahran melakukan hubungan Suami istri, Zenia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap-siap untuk melaksanakan sholat subuh.
Setelah semua selesai Zenia keluar dari kamar mandi, dia melihat Suaminya juga sudah terbangun, sejenak mata mereka saling memandang namun sesaat Zenia langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
Zahran terkekeh dengan tingkah laku istrinya itu, Zahran pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah semuanya selesai Zahran dan Zenia turun kebawah untuk sarapan, di meja makan sudah ada Abi, Umi serta Fahri, dan tak lupa si kecil Raja.
“Assalamualaikum jagoan nya Baba” ucap Zahran pada Raja.
“Walaitum calam baba nya Aja” jawab Raja sambil tersenyum.
Iya panggilan Raja ke Zahran yaitu Baba dalam Bahasa turki Baba artinya Ayah, kemaren Zenia bingung Raja harus manggil Zahran dengan sebutan apa, kalau Ayah dia gak mau karena harus sama dengan Gibran, terus kalau Papa kan Raja manggil Papanya Zenia adalah papa, terus Daddy tapi Zahran yang tidak mau, akhirnya Zahran memutuskan Baba untuk seluruh anak nya nanti memanggil dirinya..
“Ayo sarapan dulu nak!!” ajak Umi pada Zahran dan Zenia.
“Iya Umi” jawab Zahran, dan Zenia langsung menarik kursi untuk suaminya duduk.
“Terima kasih sayang” ucap Zahran tersenyum.
“Sama-sama Mas” jawab Zenia.
Setelah semuanya mengisi piring masing-masing Zahran meminta Fahri untuk memimpin Doa sebelum makan.
“Fah,, ayo berdoa dulu!!” kata Zahran.
“Baik Ustadz” jawab Fahri.
Kemudian mereka menengadakan kedua tangan nya untuk berdoa dengan Fahri yang memimpin.
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar."
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka."
“Aamiin” Jawab mereka serempak setelah Fahri selesai membacakan doa sebelum makan.
Mereka semua makan dengan tenang, Sesekali Zenia membantu Raja untuk menyuir ayam ke piringnya.
Setelah semua selesai Sarapan, Zahran dan Fahri berangkat ke kantor untuk bekerja.
“Sayang aku berangkat dulu ya! kamu hati-hati dirumah, jangan capek-capek kalau perlu apa-apa minta sama bibi, InsyaAllah aku akan pulang cepat” ucap Zahran kepada istrinya .
“Iya mas” jawab Zenia tersenyum.
“Baiklah aku berangkat dulu ya !! Assalamualaikum” ucap Zahran.
__ADS_1
“Walaikum salam” jawab Zenia sembari mencium punggung tangan suaminya.
Zahran tersenyum, dalam hatinya dia sunggu sangat bahagia.
“Ternyata begini punya istri hehe” batin Zahran sembari berlalu dari hadapan istrinya dan masuk kedalam mobil, diman sudah ada Fahri yang akan menyetir.
Zenia terus memandang mobil suaminya sampai sudah tak terlihat, barulah Zenia masuk untuk menemani Raja bermain.
*********
Di dalam mobil......
“Gimana rasanya nikah bro ??” tanya Fahri bercanda.
“Nikmat fah hehehe” balas Zahran dengan bercanda juga.
“Hahahaha,, jadi pingin nikah juga Ana bro” ucap Fahri tersenyum.
“Makanya cepat cari calon nya, entar biar Ana yang bilang sama Abi dan Umi Fah” ujar Zahran.
“Doa kan saja bro!!” timpal Fahri.
“Itu pasti” balas Zahran.
Fahri adalah anak yatim piatu, dulu Pak kyai dan Umi menemukan Fahri yang lagi menangis di sebuah pemakaman, dia menangis disana sambil memanggil nama ayah dan ibunya, Waktu itu Pak kyai dan Umi baru pulang dari pengajian di kampung sebelah, dan Saat mereka bertemu Fahri pak Kyai bertanya pada Fahri kenapa dia menangis, Fahri pun menceritakan kalau Kedua orang tuanya baru saja meninggal dunia korban dari tabrak Lari, Fahri bukanlah dari keluarga yang kaya, kedua orang tuanya hanya bekerja serabutan, waktu di temukan Fahri baru berumur 5 tahun, Pak Kyai dan Umi langsung membawanya ke ponpes.
Ternyata Zahran sangat menerima kehadiran Fahri, waktu itu Zahran lagi menemani adiknya Zaidan bermain hingga Umi dan Abinya pulang membawa Fahri.
Akhirnya mobil yang di tumpangi Fahri dan Zahran sudah sampai di depan kantor, Zahran langsung keluar dari mobil setelah pintu mobil di buka, Fahri pun memberikan kunci mobil kepada petugas parkir untuk memarkirkan mobil mereka.
Semua karyawan yang melihat kedatangan Zahran dan Fahri langsung menundukan kepalanya, Zahran dan Fahri melangkah masuk kedalam Lif husus derektur.
Tiba di lantai 10 Zahran langsung masuk kedalam ruangan nya, disana sudah ada Kevin sekretaris nya Zahran jika di kantor.
“Selamat pagi pak” ucap kevin sopan kepada Zahran dan Fahri.
Fahri adalah orang kedua yang sangat di hormati setelah Zahran, karena jika Zahran berhalangan masuk kantor, maka tugas kantor akan di ambil alih oleh Fahri.
“Pagi” jawab Zahran dan Fahri secara serempak.
“Apa jadwal saya hari ini Vin??” tanya Zahran sopan, setelah dia duduk di kursi kebesaran nya.
“Jam 10 nanti ada meting dengan klien dari jepang pak, dan jam 02 ada juga pertemuan dengan para investor untuk membahas masalah pembangunan hotel di kota B pak ” jelas Kevin secara detail.
“Sudah kamu siapkan semua berkasnya ??” tanya Fahri.
“Sudah pak Fahri” jawab Kevin.
“Ok baiklah, kamu boleh keluar, 30 menit sebelum meting di mulai kamu keruangan saya lagi” ujar Zahran tegas.
__ADS_1
“Baik pak, saya permisi” ucap kevin sambil membungkukan badan nya dan berlalu meninggalkan Zahran dan Fahri.
Setelah Kevin keluar Fahri langsung duduk di sofa di dalam ruangan Zahran.
“Apa kamu gak mau bulan Madu bro??” tanya Fahri dengan nada serius.
“Entahlah Fah, rasanya aku ingin mengajak Zenia ke Turki, tapi gak tau dia mau atau gak” jawab Zahran sembari pindah duduk di sofa dekat dengan Fahri.
“Dia pasti mau, coba aja dulu !! kalau mau akan aku siapkan semuanya” ucap Fahri.
“Nanti biar aku tanya dulu Fah” jawab Zahran.
“Ok,, kalau begitu aku permisi dulu keruangan ku” ujar Fahri dan dia langsung pamit dari ruangan Zahran.
******************
Di ponpes.....
Setelah menemani Raja bermain, Zenia kembali ke kamarnya, dia merasa bosan, mau keluar tapi dia tidak tau mau kemana.
“Telfon nenek lah,siapa tau dia mau kesini” ucap Zenia sembari mengambil ponsel nya di atas meja.
Tapi belum selesai mencari kontak nomor neneknya sebuah panggilan masuk, dan ternyata itu adalah suaminya Zahran, Zenia langsung menggeser tombol Hijau untuk menjawab panggilan dari suaminya.
“Assalamualaikum mas,, ada apa??” tanya Zenia setelah panggilan terhubung.
“Walaikum salam, tidak apa-apa sayang, mas hanya kangen sama kamu hehe” jawab Zahran.
Zenia tersenyum mendengarnya, hatinya berbungah-bungah.
“Masa udah kangen ?? belum juga 3 jam gak bertemu” ucap Zenia padahal senyumannya tidak menghilang sedikitpun.
“Kangen sama istri tidak akan ada batasnya, bagiku sehari bagaikan seabad” ucap Zahran, dia merasa geli sendiri mengucapkan kata-kata itu.
“Gombal” jawab Zenia.
“Beneran” Zahran menjawab tak mau kalah.
“Iya iya,” jawab Zenia.
“Hemm, ya udah , kamu istirahat dulu ya, mas mau ada meting bentar lagi, entar mas telfon lagi ya” ujar Zahran.
“Iya Hubby” ucap Zenia pelan tapi masih sangat terdengar jelas di telingah Zahran.
“Begitu indah sayang panggilan nya, ya udah nanti di sambung lagi ya, Assalamualaikum” ucap Zahran.
“Walaikum salam” jawab Zenia.
Setelah panggilan terputus, Zahran tersenyuk, setelah mendengar Zenia memanggilnya dengan sebutan Hubby, entah kenapa Zahran sangat suka itu, di panggil Mas oleh Zenia bukan dia tidak suka Tapi Zahran kan bukan orang Jawa..
__ADS_1
****
Like + komen + vote nya ya kak