
Di Turki-------
Keadaan Zenia masih sama saja, dia mala lebih sering mual dan muntah, dan itu membuat Zahran bertambah khawatir.
“Sayang kita ke rumah sakit aja ya !! untuk hari ini kamu dengerin byby !!” kata Zahran sambil memandangi wajah istrinya yang pucat.
“Iya by, maaf kalau selama ini Nia udah egois tidak mau mendengarkan perkataan byby” sahut Zenia merasa bersalah.
Zahran tersenyum, kemudian dia mendekap tubuh istrinya.
“Byby sangat menyayangi kamu, byby tidak mau terjadi apa-apa sama kamu” jelas Zahran sembari mengelus punggung sang istri dengan penuh cinta.
“Nia juga sangat menyayangi Byby”
*****
Pagi itu Zahran dan Zenia pergi kerumah sakit untuk memeriksa keadaan Zenia, entah kenapa hati kecil Zahran berkata kalau sang istri tengah mengandung.
Zahran menggandeng tangan istrinya untuk masuk kedalam rumah sakit tersebut, pertama Zahran menuju tempat pendaftaran dan mereka mendapatkan antrian no 34.
“No 34 sayang, tidak apa-apa kan menunggu sebentar ??” tanya Zahran sembari menuntun istrinya untuk duduk di bangku tunggu bersama yang lain.
“Tidak mengapa By, tapi kok ini poli kandungan By, seperti mau periksa kehamilan saja” ucap Zenia saat melihat ruangan poli kandungan tersebut.
“Byby juga tidak tau.. Tadi byby hanya menjelaskan kalau keluhan kamu sering mual dan muntah, terus di arahkan kesini”
“Oh”
Mereka berdua menunggu, satu persatu pasien disana di panggil, setelah 1 menunggu akhirnya nama Zenia di panggil.
( Catatan : Dialog nya langsung buat bahasa indonesia ya.. tidak ada translate bahasa turki, tapi kalian bikin pemikiran sendiri aja seolah-olah Zahran dan Zenia tengah berbicara bahasa turki 😁😁)
“Ibu Zenia” panggil perawat disana.
Zahran dan Zenia berdiri kemudian mereka masuk kedalam ruangan tersebut.
“Silahkan duduk” ucap Dokter yang berjenis kelamin perempuan dengan senyum rama nya.
__ADS_1
“Terima kasih dok” balas Zahran.
Zahran dan Zenia duduk berhadapan dengan dokter tersebut.
“Apa keluhan nya bu ??” tanya dokter yang bernama Siska tersebut.
“Selama sebulan ini saya mengalami mual dan muntah dok, apalagi saat mencium bau masakan” jelas Zenia.
“Apa kah ibu hamil ??” dokter Siska kembali bertanya.
“Saya rasa tidak dok, soalnya saya masih menggunakan KB implan”
“Begitu ya, kita lakukan USG terlebih dahulu ya bu, untuk melihat kondisi perut ibu”
Zenia mengangguk, kemudian dia berbaring di atas tempat tidur di bantu dengan Zahran, ada rasa khawatir di diri Zenia, dia takut kalau terjadi sesuatu pada dirinya, Zahran menggenggam tangan Zenia untuk memberikan kekuatan pada sang istri.
Dokter Siska menyelimuti kaki Zenia, setelah itu dia mengangkat gamis Zenia hingga melihatkan perut Zenia, Dokter Siska segera mengoleskan jell di perut Zenia baru lah dia menempelkan alat USG di perut Zenia, kemudian dokter Siska menggerakkan alat USG ke kiri dan ke kanan.
“Selamat ya bu, sekarang ibu sedang mengandung, dan usia kandungan ibu memasuki usia 2 bulan” ucap Dokter Siska.
“Apa dok saya hamil ?? tapi bagaimana bisa saya ini masih menggunakan KB" jawab Zenia terkejut.
“Apa tidak bahaya dok ??” tanya Zahran, ada rasa sedih dan bahagia yang menyelimuti dirinya, bahagia saat mengetahui istrinya hamil lagi, dan sedih karena takut itu bahaya pada Zenia maupun calon anak nya.
“Sebenarnya berbahaya Pak Pasalnya, jika ibu sedang hamil saat menggunakan KB implan dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.”
Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana sel telur yang dibuahi berada di luar rahim, biasanya di tuba falopi, sehingga dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu hamil. Kehamilan ektopik juga dikenal dengan hamil di luar kandungan..
“Terus apa yang harus di lakukan dok ” tanya Zahran lagi..
Kini Zahran dan Zenia sudah kembali duduk di kursi berhadapan dengan dokter Siska.
“Kita harus melepaskan KB implan yang terpasang di lengan ibu Zenia” jawab dokter Siska.
“Oh begitu ya dok, lalu setelah di lepas apa itu akan aman pada istri dan calon anak saya dok”
“Setelah KB itu di lepas ibu Zenia bisa merasakan apa yang terjadi setelahnya, Bila terjadi perdarahan dari jalan lahir atau nyeri perut yang hebat saat kehamilan, berwaspadalah terjadinya kehamilan ektopik yang merupakan kondisi gawat dan membutuhkan penanganan segera.
__ADS_1
dan Bila kehamilan normal terjadi saat dalam efek KB Implan, kemungkinan besar ini tidak akan menyebabkan kelainan pada janin.”
Dokter Siska menjelaskan semuanya dengan detail, Zahran dan Zenia mendengarkan dengan seksama walau Zenia masih merasakan ketakutan kepada kehamilan nya kali ini, kenapa bisa dia kebobolan saat dia masih menggunakan KB.
“Saran saya bapak sesering mungkin memeriksa kan ibu dan kandungan nya !! semoga bayi nya sehat sampai lahiran nanti, saya akan meresepkan obat dan vitamin untuk di konsumsi oleh Ibu Zenia” sambung dokter Siska lagi.
“Baik dok” balas Zahran.
Setelah melakukan rangkaian pemeriksaan dan dokter menyuruh mereka datang lagi besok untuk melepaskan alat kontrasepsi pada lengan Zenia.
Zahran menebus obat dan vitamin terlebih dahulu, setelah itu mereka kembali pulang ke rumah.
Di dalam perjalanan Zenia hanya terdiam sambil menatap ke luar jendela
“Sayang, kamu kenapa hemm?” tanya Zahran lembut.
“Nia hanya takut by, Nia takut sama kehamilan Nia kali ini, bagaimana bisa sih Nia kebobolan” jawab Zenia dengan suara bergetar sesaat kemudian Zenia menangis, Zahran pun menepikan mobilnya agar tidak mengganggu pengendara yang lain.
“Sayang jangan takut ya !! kita serahkan semuanya kepada Allah SWT, dia yang menitipkan di rahim mu, dan percaya lah Allah pasti akan menjaganya” ucap Zahran sambil memeluk istrinya, dia berusaha menenangkan Zenia walaupun dia juga di selimuti ketakutan.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ
Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ika.
“Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.”
Zahran membacakan doa sambil memeluk istrinya.
Setelah lama menangis akhirnya Zenia mulai merasa tenang.
“Kita pulang ya !! apa mau cari makanan dulu ? siapa tau sayang sedang dama fase mengidam saat ini” canda Zahran untuk membuat istrinya tersenyum.
“Tidak By, Nia ingin segera pulang, Nia ingin istirahat” balas Zenia.
Akhirnya Zahran menuruti keinginan Zenia dia mulai menjalankan mobilnya menuju rumahnya.
Zahran juga merasakan takut apalagi kasus Zenia saat melahirkannya anak kembar mereka, tapi Zahran akan mencoba untuk tetap tenang.
__ADS_1
Like.... komen..