
Zahran, Zenia dan Raja sudah di dalam perjalanan pulang, Dengan Fahri yang menjadi sopir mereka.. Raja sedang tertidur pulas di pangkuan Zahran, sedangkan Zenia duduk di samping suaminya.
“Kalau ngantuk tidur aja yang !! nanti kalau udah dekat aku bangunin” ujar Zahran lembut.
“Gak apa-apa kok mas, Nia belum ngantuk juga, oh iya sini Raja nya biar aku yang gendong !! kamu pasti capek kan ??” ucap Zenia sembari mengulurkan tangan nya hendak mengambil Raja.
“Tidak mengapa !! bias sama Mas aja ya, kamu istirahat dulu” tolak Zahran tersenyum.
Fahri terus memperhatikan mereka dengan melirik kaca spion di dalam mobil, sesekali dia tersenyum mendengar Zahran begitu perhatian pada istrinya.
“Benar-benar gak nyangkah kalau si bos udah nikah, dapat janda lagi, tapi kalau janda nya seperti nona Zenia aku juga mau, hehe, Astaghfirullah,, mikir apa aku ini” Batin Fahri.
Setelah menempuh 2 jam perjalanan, mereka telah sampai di depan gerbang ponpes ( pondok pesantren ). mata Zenia menatap kagum dengan keadaan pesantren yang begitu bersih, serta bangunan yang menjulang tinggi dan tampak megah, di sepanjang perjalanan menuju rumah utama ponpes Zenia benar-benar di buat kagum, dia juga dapat melihat para santriwati yang kesana kemari melakukan pekerjaan mereka.
Zahran hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.
“Kamu suka ??” tanya Zahran.
“He.em” jawab Zenia mengangguk sambil tersenyum.
Mobil mereka telah berhenti di depan rumah utama Ponpes, di sana sudah berdiri Abi dan Umi nya Zahran, Fahri sudah turun duluan untuk membukakan pintu belakang mobil untuk Zahran dan Zenia.
“Terima kasih fah” ucap Zahran sopan setalah keluar dari mobil, di ikuti Zenia di belakang nya.
“Sama-Sama ustadz” jawab Fahri begitu sopan.
Fahri memang begitu, jika di lingkungan pesantren dia kan memanggil Zahran dengan sebutan Ustadz, dan saat mereka di kantor maka Fahri akan memamggil Zahran dengan sebutan Pak, serta sebaliknya jika berada di luar kantor atau luar pesantren maka Fahri akan memanggil Zahran dengan sebutan Bro..
“Assalamualaikum Abi, Umi” ucap Zahran dan Zenia serempak.
“Walaikum salam” jawab Abi dan Umi juga serempak.
“Ayo masuk!!” ajak umi.
“Iya Umi terima kasih” ucap Zenia sopan.
“Sama-sama sayang” jawab Umi.
__ADS_1
Mereka semua masuk kedalam rumah.
“Sayang tolong gendong raja dulu, Mas mau bantu Kak Fahri untuk mengeluarkan barang-barang kamu dan Raja” ucap Zahran sembari memberikan Raja pada Zenia.
“Iya mas !! sini sayang sama bunda dulu” ucap Zenia dan langsung mengambil Raja dari gendongan Zahran..
“Sini biar sama Umi saja Nak !! kamu istirahat raja di kamar ya” pinta Umi dengan sangat lembut.
Zenia merasa tidak enak pada mertuanya, apalagi harus menitipkan Raja pada mereka karena mengingat kalau Raja bukan cucu kandungn mereka.
“Tidak apa-apa Umi, Nia nungguin Mas Zahran saja” tolak Zenia sopan.
“Duluan aja Nak ke kamar, !! Abi tau kamu pasti capek, jangan sungkan sama kami, sekarang kami berdua adalah orang tua kamu, biar Raja sama Umi ku saja Nia istirahat di kamar Zahran, biar di antar Bibi ya” jelas Pak kyai.
Zenia merasa tidak enak jika harus menolak lagi, akhirnya dia menurut, dia langsung memberikan Raja pada mertuanya dan tampaknya juga Raja tidak menangia mala tertawa di gendongan Umi.
“Sini sayang sama Uti dulu ya !! bunda biar istirahat” ucap Umi mengajak Raja bicara.
“Iya Uti, Tapi Aja mau cucu” ucap Raja.
“Hehe, cucu Abba mau susu ya, ayok Umi kita ke dapur bikin susu buat Raja” ajak pak kyai.
“Iya Umi, sekali lagi terima kasih” kata Zenia tersenyum.
Beruntung sekali Zenia dua kali menikah bisa mempunyai mertua yang sangat baik, dulu juga kedua orang tua Gibran begitu menyayangi Zenia bahkan sampai sekarang, tapi kemaren pas acara nikahan Zahran dan Zenia mereka tidak dapat hadir karena kedua orang tua Gibran lagi pulang kampung untuk menghadiri pernikahan sepupunya Gibran.
Zenia telah masuk di dalam kamar Zahran dengan di antar oleh bibi yang di tunjuk Umi tadi, Zenia memperhatikan sekeliling kamar Zahran, begitu luas dan sangat rapih serta bersih.
Tidak lama Zahran juga ikut masuk kadalam kamarnya dengan membawa tas yang berisi pakaian istrinya, sebelumnya Zahran masuk kekamar Raja untuk meletakan pakaian Raja.
“Assalamualaikum sayang” ucap Zahran pada istrinya.
“Walaikum.salam mas, udah ?? ” tanya Zenia.
“Udah sayang, ini tas nya, dan barang Raja udah mas masukan kedalam kamarnya” ucap Zahran.
“Raja tidur sendiri berarti mas??” tanya Zenia.
__ADS_1
“Tidak sayang, itu hanya kamarnya saja, nanti kalau tidur Raja akan tidur sama Umi atau sama kita disini” jelas Zahran yang tau kekhawatiran istrinya.
“Oh” ucap Zenia singkat.
“Mas mau mandi?” tanya Zenia
“Iya sayang, rasanya badan mas sudah lengket banget, dan juga Mas belum sholat Ashar” jelas Zahran.
“Ya sudah aku siapin Air nya dulu ya mas” ucap Zenia dan akan berlalu masuk ke kamar mandi tapi langsung di tahan oleh Zahran.
“Biar aku saja, kamu istirahat aja, mas tau kamu sangat lelah” ujar Zahran
Zenia hanya menganggukan kepalanya, dan Zahran langsung masuk ke kamar mandi, sepeninggalnya Zahran ka kamar mandi Zenia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk milik Zahran, karena terlalu lelah akhirnya Zenia terlelap.
Tidak lama kemudian Zahran telah selesai dengan ritual mandi, di lihatnya Zenia yang tertidur sangat pulas, tidak tega rasanya untuk membangunkam Istrinya, tapi mengingat kalau Zenia belum melaksakan Sholat Ashar akhirnya dengat berat hati Zahran membangunkan istrinya.
“Sayang bangun !! ayok mandi terus sholat dulu baru nanti lanjut tidur lagi” ucap Zahran.
“Hemmm” hanya gumaman yang keluar dari mulut Zenia, bukan nya bangun Zenia mala mengambil guling di sebelahnya dan memeluk nya dengat sangat erat.
“Eheheh, tambah gemes aku sama kamu sayang” ucap Zahran terkekeh.
Karena melihat istrinya tidak juga bangun akhirnya Zahran mengambil pena di atas meja, dan menggelitiki telapak Kaki Zenia, dengan cepat Zenia bangun dan membuka matanya karena merasa geli sekaligus terkejut.
“Apa yang kau lakukakan hah” bentak Zenia marah, Karena Zahran telah berani mengganggu tidur nya.
“Mandi terus sholat dulu” ucap Zahran masih dengan nada lembut.
Zenia tidak menjawab perkataan suaminya, dia langsung bangun dan masuk ke kamar mandi.
Tidak lama kemdudian Zenia pun selesai mandi dan langsung memakai mukena nya, dia melihat ke sekaliling tapi Zahran tidak ada.
“Dia kemana ?? apa dia marah karena aku bentak tadi ?? tapi bodok amat lah, kenapa juga harus gangguin tidur ku” batin Zenia.
Akhirnya Zenia melaksanakan Sholat Ashar sendiri, tanpa Zahran yang menjadi Imam nya.
**********
__ADS_1
**Like + komen + vote ya kak.
Maaf kalau updet nya lama, soalnya aku harus membagi waktu mengurus rumah dan anak ku, terima kasih yang telah sabar menunggu**..