
Minggu pagi yang ceria, Zahran berniat untuk mengajak anak istrinya untuk melihat rumah yang telah Zahran janjikan ke Zenia, sesuai kesepakatan sebelum menikah bahwa Zahran akan tinggal di luar Ponpes pada hari senin sampai dengan Kamis dan untuk hari Jum'at sampai dengan minggu Zahran akan mengajak anak istrinya tinggal di ponpes karena Zahran punya kewajiban untuk Mengajar.
Kini mereka telah sampai di sebuah rumah minimalis berhaya klasik, rumah 2 lantai bercat putih tampak sangat mewah, Zenia tampak kagum dengan rumah yang akan dia tempati bersama suami dan anaknya.
“Ayo masuk sayang !!” ajak Zahran sambil menggendong Zenia.
Zenia mengangguk dan mengikuti suaminya dari belakang, Zahran langsung membuka pintu dan mengucapkan Asslamualaikum, walaupun rumah itu dalam keadaan kosong.
Rasulullah tetap menganjurkan kita mengucap salam meskipun rumah kita dalam keadaan kosong. ...
Kita diperintahkan mengucapkan salam pada rumah yang akan kita masuki sebagaimana disebutkan dalam ayat,
...فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً...
“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (QS. An Nur: 61)
Zahran melangkah kedalam rumah dan di ikuti oleh Zenia, rumah itu masih dalam keadaan kosong belum ada prabotan sama sekali bahkan sofa tempat duduk pun belum ada.
“Kamu suka sayang sama desain nya ??” tanya Zahran saat melihat istrinya masih tampak kagum dengan desain rumah itu.
“Iya By rumah nya bagus banget” jawab Zenia.
“Alhamdulillah kalau kamu suka” ujar Zahran senang saat tau kalau istrinya suka dengan rumah pilihan dari Zahran.
“Oh iya Raja mau gak tinggal disini” Zahran bertanya pada anak nya itu.
“Mau Ba, Aja mau dicini cama Baba cama Bunda juga” jawab Raja.
“Iiihhh, gemes banget si Baba sama Raja” ucap Zahran sambil menciumi anaknnya.
Zenia terharu dengan kasih sayang yang Zahran berikan pada Raja, dia berharap Zahran tidak akan berubah saat nanti Zenia melahirkan anak kandungnya Zahran.
“Oh iya By nanti masalah prabot yang lain biar Nia pilih sendiri ya” kata Zenia.
“Iya sayang, yang penting kamu senang” jawab Zahran sembari merangkul pundak istrinya untuk mengajak nya naik ke atas melihat kamar mereka.
“Ini kamar kita nantinya” tunjuk Zahran pada sebuah ruangan yang sangat luas.
__ADS_1
“Iya By, Nia suka” hanya itu jawaban Zenia karena memang dia sangat menyukai rumah baru mereka.
Setelah melihat-lihat di atas Zahran kembali mengajak Zenia turun sedangkan Raja masih di dalam gendongan Zahran, walau sudah berapa kali Raja minta untuk di turunkan tapi tidak di hiraukan oleh Zahran.
Mereka kembali ke dalam mobil karena untuk istirahat di sana, rumah nya masih kosong dan Zahran juga takut kalau terlalu lama Raja akan lapar sedangkan di rumah itu peralatan masak belum ada sama sekali.
“Kita mau kemana lagi By??” tanya Zenia.
“Katanya mau membeli perlengkapan rumah kita” jawab Zahran dengan lembut.
“Ba, Aja mau es clim” ucap Raja dari kursi belakang.
“Oh jagoan Baba mau es cream ya ?? ya udah yok kita cari makan dulu, Bunda mau makan apa ini??” ujar Zahran dan bertanya sama istrinya.
“Aku juga mau es cream By” jelas Zenia malu.
“Hehe, ayok kalau begitu kita cari es cream ya,” ujar Zahran.
“Di taman aja By, kan seru apalagi hari minggu sambil nemenin Raja main juga” usul Zenia dan berharap suaminya menuruti.
Zahran langsung mengiyakan permintaan istrinya.
“Tunggu disini dulu ya,!! Baba beli ea cream nya, Raja mau rasa apa dan Bunda mau Rasa apa??” tanya Zahran pada anak istrinya.
“Aja mau coklat Ba” jawab Raja langsung
“Aku mau Rasa strawberry By” jawab Zenia.
Zahran langsung berdiri dan berjalan mencari penjual Es cream, tidak begitu lama Zahran mendapatkan penjual es cream seorang bapak-bapak yang sudah tua.
“Maaf pak saya mau beli es cream” ucap Zahran saat sudah di depan bapak-bapak itu.
“Oh iya mas silahkan, mau rasa apa??” tanya Bapak itu sembari membuka bok es cream nya.
“Coklat satu sama strawberry satu ya pak” jawab Zahran sopan.
Bapak penjual es cream langsung mengambil 2 buah es cream sesuai pesanan Zahran dan langsung memberikan nya pada Zahran.
__ADS_1
“Semua nya 10 ribu mas” ujar bapak itu saat es cream sudah di tangan Zahran.
Zahran langsung mengambil dompetnya di dalam kantong celana belakang nya, dan mengeluarkan uang berwarna merah sebanyak 5 lembar, Zahran langsung memberikan nya pada bapak itu
“Loh ini kebanyakan mas” ucap bapak itu heran karena Zahran memberikan nya uang begitu banyak.
“Tidak apa-apa pak, Anggap saja itu adalah rezeki dari Allah yang di turunkan melalui saya” jelas Zahran.
“Ya Allah, Alhamdulillah, terima kasih mas, terima kasih, semoga Allah membalas semua kebaikan mas” ucap Bapak itu menangis saking senangnya dapat rezeki yang tak di sangkah-sangkah.
“Aamiin, ya sudah saya permisi dulu” kata Zahran.
“Iya mas” jawab Bapak itu
“Assalamualaikum” ucap Zahran.
“Walaikum salam” balas bapak itu.
Zahran segera berlalu meninggalkan bapak penjual es Cream dan langsung menghampiri anak istrinya yang masih duduk di tempat tadi.
Raja segera berdiri saat melihat Zahran sudah dekat dengan mereka.
“Ini es cream nya” ucap Zahran memberikan satu buat Raja rasa coklat dan buat Zenia rasa strawbery.
Zenia dan Raja menikmati es cream mereka, Zahran memperhatikan Istrinya makan es cream.
“Kamu tu ya makan es cream sama kayak Raja, belepotan!! hehe” ucap Zahran sembari membersihkan sisa es cream yang menempel di bibir istrinya.
“Hehehe” Zenia hanya terkekeh..
“Setelah ini kita langsung cari perlengkapan rumah ya sayang, soalnya kak Fahri sudah nunggu disana, kasian kan kalau kelamaan nunggu.” jelas Zahran, karena tadi Fahri telah mengabarinya kalau dia telah menunggu di tempat Zahran dan Zenia memilih perlengkapan rumah mereka.
Zenia hanya mengangguk tanda setuju, sembari menunggu Raja menghabiskan es cream nya, Zenia menatap lurus ke depan, dia mengingat kenangan nya bersama Gibran saat bermain bersamanya dengan Raja waktu di taman dulu.
Zenia tidak menyangkah kalau sekarang Semuanya telah berlalu, Gibran adalah masalalunya dan Zahran sekarang adalah masa depan nya, Zenia tampak tersenyum kecut saat mengingat masa-masa indahnya dengan sang manta suami.
Tampak Zenia menghela napas kasar, benar-benar takdir tuhan yang tidak dapat di tebak.
__ADS_1
Zahran memperhatikan istrinya, dia tau kalau istrinya itu teringat dengan kenangan nya bersama mantan suaminya, Ada rasa kecewa di hati Zahran, mengingat kalau sampai saat ini belum ada namanya di hati istrinya itu.