
Gibran dan Zara telah selesai melakukan pemeriksaan lagi, sesuai dengan keinginan Zara bahwa dia ingin pindah Rumah sakit, akhirnya Gibran mencari Rumah sakit terbaik untuk istrinya, dan disana Zara di tangani oleh dokter Laras, tapi hasilnya tetap sama kalau Rahim Zara tidak ada apa-apa, dia juga di nyatakan subur, dokter Laras hanya menyarankan untuk Zara lebih bersabar lagi, mungkin saja saat ini dia belum di beri kepercayaan oleh ALLAH SWT.
“Udah jangan cemberut terus dong, kan tadi udah di jelaskan oleh dokter kalau kamu subur, kita hanya perlu bersabar aja” jelas Gibran sambil tetap fokus dalam mengemudikan mobilnya.
“Aku cuma gak ingin kalau Kak Nia hamil duluan Mas” ungkap Zara yang sebenarnya.
Gibran kaget dengan pernyataan dari istrinya, bagaimana mungkin Zara bisa berpikir seperti itu, dia kira hamil itu perlombaan.
“Ra hamil itu bukan perlombaan” ucap Gibran.
“Terserah !! Pokoknya aku ingin hamil duluan dari dia” ujar Zara tak mau kalah.
Gibran tak mampu lagi untuk menawab, dia bingung bagaimana caranya menjelaskan kepada istrinya itu agar dia bisa mengerti dan paham dengan keadaan yang ada.
“Kalau sampai bulan depan aku juga belum hamil aku ingin berobat keluar negeri Mas, dan kamu harus mau Titik gak pakek Koma !!” tegas Zara kemudian.
Mendengar itu Gibran benar-benar sangat emosi, dia menghentikan mobilnya langsung.
“Kamu apa-apaan sih ?? Pakek acara berhenti mendadak ??” tanya Zara emosi.
“Kamu yang apa-apaan pakek minta berobat keluar negeri segala, kamu pikir itu mudah, harus berapa kali aku jelaskan kalau hamil itu bukan acara perlombaan” bentak Gibran emosi, terdengar napas nya naik turun karena terlalu kesal dengan sang istri.
Melihat Gibran yang sangat marah membuat Zara takut, dia langsung menundukan kepalanya tak berani menatap suaminya, setelah tenang Gibran menjalankan mobilnya, selama di perjalanan sampai di rumah Gibran hanya diam saja, setelah Zara turun Gibran kembali melajukan mobilnya meninggalkan Zara di depan rumah nya.
“Mas kamu mau kemana ??” teriak Zara, tapi mobil suaminya sudah melaju dengan kencang, sepertinya Gibran benar-benar marah sampai dia tidak mendengarkan teriakan dari istrinya.
*
*
*
Di rumah utama Pon_pes, Zahran tengah membangunkan anak dan istrinya untuk sholat Zuhur dulu setelah itu baru makan siang bersama.
“Sayang bangun dulu, kita Sholat dulu Yok !!” ajak Zahran dengan sangat lembut.
“Emmm, udah waktunya Sholat ya By ??” Tanya Zenia dengan suara serak has bangun tidur.
“Iya sayang” jawab Gibran tersenyum
“Tunggu ya By, Nia wudhu dulu” ujar Zenia pelan, sembari bangun dari tempat tidur kemudian melangkah masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Zahran mengangguk, kemudian dia juga membangunkan Raja, iya walaupun Raja baru berumur 2 Tahun lebih, tapi Zahran ingin mengajarkan anak nya itu ilmu Agama.
“Sayang bangun Nak !! Kita sholat dulu” ucap Zahran sembari mengelus pipi anak nya.
Raja membuka matanya kemudian bertanya.
“Tenapa Ba ??” tanya Raja masih mengantuk.
“Sudah waktunya Sholat sayang, mari kita sholat dulu, kalau gak sholat nanti ALLAH marah” ucap Zahran tersenyum.
“Malah nya cama Aja ya Ba ??” tanya Raja polos.
“Hehe, iya sayang, makanya Raja Sholat biar gak di marah sama ALLA” ujar Zahran lagi.
“Iya Ba” jawab Raja.
“Mari Baba bantu berwudhu” ajak Zahran dengan menggendong Raja ke kamar mandi, kebetulan juga Zenia baru selesai berwudhu.
Setelah selesai mereka semua melaksanakan sholat Zuhur berjamaah.
*
*
*
“Halo Al, loh dimana ??” tanya Gibran saat sambungan telefon sudah terhubung.
“Lagi kerja lah, loh kemana hari ini gak masuk ?? Si Bos nanyain tadi” jawab Aldi di seberang sana.
“Kenapa memangnya Bos nanyain ??” tanya Gibran heran.
“Mana gue tau, makanya berangkat jangan sering-sering bolos Gib, di pecat baru tau rasa loh” ujar Aldi.
“Gue lagi pusing ni, temenin Gue bentar dong Al, please !!” pinta Gibran, karena memang dia sangat membutuhkan seorang teman.
“Ok baiklah, tunggu Gue di apartemen aja ya !! Gue langsung pulang” titah Aldi di sana.
“Ok” jawab Gibran, kemduian dia langsung memutuskan sambungan telfon nya.
Gibran menjalankan mobilnya menuju apartemen Aldi, setelah sampai disana Gibran langsung menuju lantai 8 dimana apartemen Aldi berada, Gibran langsung masuk saja karena memang dia tau kode Pasword aparteman Aldi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Aldi datang.
“Ada apa ?? Kusut banget” tanya Aldi heran.
“Pusing Gue ngadepin bini gue, gak ada dewasa nya sedikitpun” jawab Gibran jujur karena memang dia dan Aldi sangat terbuka.
“Haha, baru tau kalau istri loh itu masih boca, kemana aja selama ini bro” ledek Aldi sembari tertawa.
“Sialan loh, bukannya ngasih solusi mala ngeledek” ucap Gibra kesal.
“Ya loh ada-ada aja, udah dapet Bini yang cantik, baik, lemah lembut mala di selingkuhin sama boca” ucap Aldi.
Sesaat Gibran terdiam mendengar ucapan Aldi, ada benarnya juga selama menikah dengan Zenia, belum pernah Zenia berkata kasar padanya, selalu mengerti kondisi Gibran dan tidak pernah menuntut hal yang lebih.
“Gue nyesel Al, udah nyakitin Zenia” ucap Gibran jujur, dia langsung tertunduk menyesali semuanya.
“Nyesal kan sekarang ?? Makanya sebelum bertindak tu di pikir dulu, tapi sekarang percuma loh nyesel Zenia juga sudah bahagia bersama orang lain” jelas Aldi, hingga membuat Gibran benar-benar menyesal.
“Gue pusing Al ngdepin Zara, dia terus minta hamil, dia pikir hamil itu perlombaan, katanya dia gak mau kalau sampai yang hamil duluan itu Zenia” jelas Gibran emosi saat kembali mengingat istrinya.
“Tunggu-tunggu, Si Zara tidak mau kalah sama Zenia, apa jangan-jangan waktu itu loh di jebak sama dia, agar dia bisa milikin kamu Gib ??” tanya Aldi serius.
“Maksudnya loh apa ??, Gak mungkin lah Zara ngejebak gue orang waktu itu dia bilang kalau aku yang merkosa dia” ucap Gibran sembari mengingat kejadian pertama kali dia ngelakuin itu sama Zara.
“Tapi loh ingat gak sama yang loh lakuin ?? Kalau memang loh merkosa Zara pastinya loh itu sadar, dan gak mungkin kan loh mabuk bukan nya loh bilang kalau loh gak minum alkohol” ucap Aldi lagi.
“Iya juga ya Al, waktu itu seingat gue lagi minum jus jeruk yang di berikan Zara, Astaga apa jangan-jangan” ucap Gibran menggantung.
“Bisa jadi” balas Aldi yang tau arah pikiran Gibran.
“Kalau sampai benar dugaan Gue, akan saya talak si Zara” geram Gibran sembari meremas ponselnya dengan kuat.
*
*
*
Sampai sini dulu ya, author mau ada acara.
besok Up lagi kok, dan Bab selanjutnya akan tambah seru karena di bab yang akan datang Author bikin Zenia hamil dan si Zara di ceraikan oleh Gibran.
__ADS_1
Ada yang penasaran tunggu besok ya.
Cerita ini gak sampai 100 episode ya, karena buat apa banyak-banyak tapi mala berbelit-belit, nanti kalau cerita nya udah gak nyambung para rieder pusing lagi, makanya Babnya hanya sedikit.