Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 31


__ADS_3

Sudah 2 minggu Zenia di tinggalkan suaminya ke Turki, walau setiap hari Zahran akan melakukan Video Call tapi itu tak mengobati rasa rindu Zenia.


Rindu ?? apa benar Zenia merasa rindu kepada suaminya ?? Apa Zenia sudah mulai membuka hati untuk Zahran ? entah lah Zenia pun tidak mengerti dengan perasaan nya, tapi saat ini saat dia di tinggalkan suaminya, dia merasa ada yang hilang.


Zenia termenung didalam kamarnya, tidak lama kemudian suara pintu di ketok dari luar.


Tok___ Tok___tok.


“Masuk !!” teriak Zenia dari dalam, dia malas untuk membuka pintu kamarnya.


Pintu pun di buka, dan ternyata itu adalah sang Mama.


“Ada apa Ma ??” tanya Zenia saat Mamanya sudah duduk di atas ranjang miliknya berhadapan dengan nya.


“Kamu kenapa Nak ?? akhir-akhir ini kamu sering termenung ??” tanya Maya sedikit khawatir dengan kondisi anaknya, dia takut kalau anaknya kembali depresi karena sering melihat kemesraan Gibran dan Zara.


“Tidak apa-apa Ma” jawab Zenia pelan, Zenia bingung untuk mengutarakan perasaan nya.


“Apa kamu merindukan Zahran ??” pertanyaan sang Mama langsung membuat Zenia melihat ke arah mama nya, entahlah dia sendiri bingung apa yang dia rasakan sekarang.


Melihat anaknya terdiam, Maya sudah tau jawaban nya kalau anak nya itu lagi merindukan suaminya, tapi karena Gensi nya terlalu besar makanya Zenia enggan untuk mengakuinya.


“Susulin aja kalau Rindu !!” Ujar Maya pada anaknya.


Zenia tampak berpikir, apa dia harus menyusul suaminya di negara orang itu, tapi alasan apa yang akan dia sampaikan ke suaminya kalau dia benar-benar menyusul, dan juga apakah suaminya akan bahagia melihat istrinya menyusul kepergiannya ?? atau Zahran akan sangat marah dengan hal itu.


“Indonesi sama Turki itu gak terlalu jauh loh Nak” lagi-lagi ucapan Maya membuat Zenia kembali berpikir.


“Gak jauh apanya Ma ?? ini tu luar negeri bukan Luar kota Ma” Jawab Zenia ketus


Maya hanya terkekeh mendengar jawaban anaknya.


“Udah sana pesan tiket langsung, siapa tau masih ada penerbangan siang ini menuju kesana” tutur sang Mama supaya anaknya itu kembali ceria.

__ADS_1


“Tapi Ma” Zenia masih saja Ragu.


“Tapi apa lagi ?? ingat Nia pernikahan kamu sama Zahran itu baru 3 mingguan, kamu mau Zahran melirik wanita lain disana ??” Maya sengaja menakuti anaknya supaya Zenia mau menuruti keinginan nya, sejujurnya dia juga ragu untuk menyuruh Zenua menyusul Zahran ke Turki, tapi kalau Zenia terus tinggal di rumah, Zenia akan sering bertemu Gibran, Maya hanya takut terjadi sesuatu pada Zenia dan Gibran.


Sontak perkataan Mama nya membuat Zenia langsung menganggukan kepalanya setuju untuk menyusul suaminya ke Turki, dia juga tidak ingin Suaminya melirik wanita lain disana, padahal itu tidak akan mungkin, Zahran sangat menjaga martabatnya sebagai seorang Suami.


“Baiklah Nia mau nyusulin Mas Zahran ke Turki ma, Tapi jangan bilangin Mas Zahran ya Ma kalau Nia nyusuli!!” ujar Zenia pada sang mama.


“Loh kenapa ?? ” tanya Maya heran.


“Nia mau ngasih kejutan buat dia Ma” jelas Zenia tersenyum, wajahnya sudah kembali ceria, matanya kembali berbinar.


Zenia langsung melihat ponselnya untuk membeli tiket keberangkatanya, dan Mungkin keberuntungan sedang memihak Zenia, masih ada satu pesawat lagi yang akan segera berangkat untuk tujuan Turki, Zenia langsung cepat-cepat memesan tiket untuknya.


“Ma cepat bantuin Nia untuk beres-beres !!1 jam lagi pesawatnya berangkat” ucap Zenia.


Maya langsung membantu anaknya berkemas, Tak banyak yang Nia bawa hanya beberapa baju saja yang dia masukan, tak lupa dia juga mengecek Dompetnya.


Setelah selesai Maya dan Zenia turun kebawah untuk berpamitan kepada sang Papa, kebetulan hari ini papa Angga tidak ke restoran karena di gantikan oleh Zara, Angga terkejut mendengar keputusan anaknya kalau dia akan menyusul Zahran, tapi Angga tidak bisa melarangnya, berbagai nasihat dia sampai ke pada putri sulungnya itu, supaya untuk berhati-hati didalam pesawat, karena mengingat ini adalah pertama kalinya Zenia perjalanan jauh sendirian.


30 Menit sudah perjalanan Zenia menuju Bandara, akhirnya mereka tiba, Zenia turun di ikuti kedua orang tuanya, papa Angga membantu mengeluarkan koper Zenia dari dalam bagasi.


“Kamu hati-hati ya Nak !! kabari mama dan apap kalau sudah sampai disana” pesan Maya sembari memeluk Zenia.


Begitupun dengan Angga dia juga berpesan kepada sang anak kalau harus berhati-hati dalam perjalanan, Zenia mendengarkan kata-kata kedua orang tuanya dengan baik.


“Nia berangkat dulu ya Ma, Pa, Nia titip Raja” ucap Zenia saat sudah ada pemberitahuan kalau pesawat yang akan Zenia tumpangi akan segera berangkat.


Untuk masalah Raja dengan senang hati kedua orang tuanya Zenia akan menjaganya, tadi sebelum berangkat Zenia tidak sempat untuk berpamitan kepada anaknya karena memang Raja ikut Zara ke restoran, dan malamnya mereka akan menginap di rumah orang tua Gibran.


Zenia masuk kedalam Bandara tak lupa di mencium tangan kedua orang tuanya terlebih dahulu, berbagai doa Di panjatkan oleh Maya agar anaknya selamat sampai tujuan.


Angga dan Maya terus melihat langkah kaki anaknya sampai Tubuh Zenia sudah tudak terlihat lagu, kedua orang tua itu belum ingin beranjak pergi meninggalkan tempat parkir di Bandara, mereka berdua menunggu di dalam mobil sampai melihat pesawat anaknya benar-benar berangkat.

__ADS_1


Setelah Azan sholat Zuhur pesawat yang akan di tumpangi Zenia baru akan berangkat, Zenia sudah masuk kedalam pesawat dan juga sudah mendapatkan tempat duduknya.


Jam 01 siang pesawat itu benar-benar berangkat, ada rasa takut di hati Zenia karena ini adalah kepergian nya untuk pertama kali, Zenia hanya bisa berdoa semoga perjalanan nya selamat sampai tujuan, akan tetapi rasa takut tetap menyelimuti dirinya.


Perjalanan yang akan di tempuh Zenia kurang lebih 10 jam, selama perjalanan Zenia menatap keluar jendela, walaupun ada seseorang di sampingnya tapi Zenia enggan untuk memulai pembicaraan.


Jam 11 malam pesawat yang di tumpangi Zenia mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Atatürk (IST) Yaitu merupakan Bandara internasional utama di kota Istanbul, kota terpadat NegaraTurki.


Zenia turun dari pesawat sambil membawa kopernya, dia segera mengambil ponselnya di dalam tas untuk menghubungi Fahri, dan benar saja cukup satu kali panggilan langsung di jawab oleh Fahri dan dia mengatakan kalau dia juga sudah berada di Bandara.


Zenia berjalan keluar, dia mengidarkan pandangan nya untuk mencari Fahri, tapi karena sudah larut malam sangat susah untuk mencari Fahri, tiba-tiba ada suara yang memanggilnya.


“Dek Nia” Zenia langsung mencari seseorang yang memanggilnya yang dia yakini itu adalah suara Fahri, dan benar saja terlihat Fahri tengah berlari ke arahnya bersama seorang lelaki yang Zenia tidak tau itu siapa.


Saat sudah sampai di hadapan Zenia, Fahri segera mengucapkan salam di ikuti orang itu, Zenia seperti tak asing dengan nya.


“Saya Zaidan kak Nia, adiknya Bang Zahran” Oh iya Zenia baru ingat kalau adik iparnya kuliah di Turki


“Ayo pulang sudah larut malam, Bang Zahran pasti lagi tidur enak ini” ajak Zaidan.


Fahri segera mengambil koper Zenia, dan mengajaknya untuk segera masuk mobil.


Kali ini yang membawa mobil adalah Zaidan, Fahri duduk di samping Zaidan dan Zenia di belakang, di dalam perjalanan tak ada yang berani membuka suara, hingga tak lama kemudian mereka tiba di sebuah Rumah yang begitu mewah, Zenia yakin kalau itu rumah Zaidan, tapi kenapa besar sekali sedangkan Zaidan tinggal hanya sendiri.


Mobil masuk setelah ada seorang pria paruh baya yang membukakan gerbang, setelah mobil berhenti Zenia turun di ikuti Fahri dan Zaidan.


Saat mereka masuk ternyata ada begitu banyak pelayan yang menyambut kedatang mereka, Zaidan berbicara kepada mereka menggunakan bahasa turki yang Zenia tidak tau apa artinya.


Fahri langsung membawa Zenia menuju kamar Zahran, ada rasa takut di hati Zenia, takut kalau suaminya Marah karena telah menyusulnya.


Perlahan Zenia membuka pintu saat Fahri telah mengantar nya sampai di depan pintu, Zenia melangkah masuk kedalam dengan sangat pelan, dan benar ada disana berbaring sosok yang sangat iya rindukan, rasanya Zenia sangat ingin memeluk erat lelaki yang membuat dia selama dua minggu ini tak semangat sama sekali.


Perlahan Zenia naik ke tempat tidur, dan disaat itu juga mata Zahran terbuka, kan sudah di jelaskan senyenyak apapun Zahran tidur kalau ada suara yang di tangkap dari gendang telinga nya pasti dia akan segera bangun.

__ADS_1


Zahran kaget mendapati istrinya sudah berada di depan matanya, Berulang kali Zahran mengucek matanya untuk memastikan bahwa dia saat ini tidak salah lihat, Zenia terkekeh melihat kelakuan suaminya.


__ADS_2