Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 49


__ADS_3

3 hari kemudian Zara telah sadar, dia menatap kesekeliling nya, ternyata hanya ada seorang suster yang baru selesai mengecek cairan inpus.


“Allhamdulillah Nona Zara sadar juga” ucap suster itu senang.


“Apa yang terjadi dengan saya sus ??” tanya Zara sembari ingin bangkit dari tidurnya, tapi dia merasakan perutnya sangat sakit.


“Nona jangan bangun dulu !! Rahim Nona belum sembuh benar” ujar Suster langsung membaringkan badan Zara lagi.


“Kenapa perutku sakit banget ya sus ??” tanya Zara heran sembari meringis kesakitan.


“Itu karena Rahim Nona rusak akibat obat penggugur kandungan yang tidak sengaja Nona Zara minum, saya akan panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan Nona saat ini, dan saya juga akan memberi tahu keluarga Anda” jelas suster panjang lebar.


“Obat penggugur kandungan ?? hoho tidak mungkin ??harusnya kan yang minum itu Kak Nia kenapa jadi nya aku ??” Batin Zara tak percaya.


Suster itu langsung keluar untuk memanggil dokter serta memberi tahu keluarga Zara kalau dia sudah sadar.


*


*


Mendengar kabar kalau Zara telah sadar semua orang langsung berangkat kerumah sakit, Walaupun saat ini Maya dan Zenia sudah mengetahui yang sebenarnya, tapi mereka tetap menyayangi Zara karena bagaimanapun Maya telah merawat Zara dari bayi.


Setelah sampai di rumah sakit semuanya langsung masuk keruangan Zara, dan kebetulan Zara baru selesai di periksa oleh Dokter.


“Bagaimana keadaan putri saya dok ??” tanya Angga setelah mendekat ke arah dokter itu.


“Keadaan nya sudah membaik, tinggal pemulihan saja” jawab dokter itu.


Kemudian dokter segera pamit untuk memeriksa pasien lain, Zenia mendekat ke arah Zara.


“Bagaimana keadaan mu Ra ??” Tanya Zenia pelan.


“Kamu senang kan lihat aku sekarang ??” jawab Zara geram, rupanya kebencian itu masih bertahta di hatinya.


“Tidak Ra kakak tidak pernah menginginkan kamu seperti ini, kakak menyayangimu Ra” ucap Zenia sudah menangis.


“Mana mas Gibran ??” tanya Zara karena sosok Gibran tidak ada disana.


“Gibran pulang ke jakarta” sahut Angga langsung.


“Kenapa dia pulang ke jakarta pa ?? kenapa tidak disini menemani Zara, telfon dia sekarang pa Suruh dia kesini sekarang !!” pinya Zara.

__ADS_1


“Dia tidak akan kesini lagi, karena pernikahan kalian tidak Sah” ucap Angga lagi.


“Pa...” sahut Maya agar suaminya berhenti bicara.


“Maksud Papa apa ??” Tanya Zara heran.


“Maafkan Papa, tapi ini harus kamu tau” ucap Angga lagi.


“Pa, Zara baru sadar, Nia mohon jangan sekarang” pinta Zenia agar papanya tidak memberi tahu kebenaran nya sekarang.


“Zara sudah tidak apa-apa, sekarang beri tahu Zara apa yang terjadi selama Zara tidak sadarkan diri” mohon Zara agar papanya mau memberikan kebenaranya.


“Nak Zahran tolong kamu saja yang mewakilkan Papa untuk menjelaskan semuanya, Papa mohon !!” pinta Angga, karena dia tidak sanggup menjelaskan semua nya kepada Zara, walau Zara bukan anak kandung nya tapi Angga tetap menyayangi Zara.


“Baik pa” jawab Zahran sopan.


Sebelum bicara Zahran menggenggam tangan istrinya


“Eheemm” Zahran berdeham kemudian melanjutkan kata-katanya “Begini Ra, kamu dan Gibran tidak Sah menjadi suami istri karena kamu bukan anak kandung Papa Angga dan Mama Maya, kamu di adopsi Papa Angga saat putri bungsunya meninggal, karena tidak ingin Mama Maya dan Zenia sedih makanya Papa mengadopsi kamu di panti asuhan” jelas Zahran.


Zara menggeleng tak percaya dengan kenyataan yang baru dia dengar.


Maya hanya menggeleng sembari meneteskan air mata nya, dia langsung mengelus kepala Zara dengan lembut.


“Benar Nak, kamu bukan anak kandung Kami, tapi kamu tenang aja Zara akan tetap jadi anak kami, anak Mama dan Papa” ucap Maya kemudian.


“Tidak mungkiiiiinn, Mas Gibran tolong kembali Mas !!” teriak Zara kencang.


“Sabar Ra, kak Nia akan tetap menyayangimu” ucap Zenia sembari memeluk tubuh Zara.


Zara denga cepat melepaskan pelukan Zenia kemudian mendorong nya dengan kasar, beruntung Zahran masih bisa menangkap tubuh istrinya, kalau tidak kemungkinan Zenia akan keguguran.


“Zara, tolong jangan kasar kepada anak ku!!” bentak Angga.


Mendengar itu hati Zara sangat sakit, dia menatap tajam ke arah Zenia.


“Aku akan membunuhmu Zenia, akan aku pastikan kamu mati di tangan ku, biar kedua orang tuamu merasakan arti kehilangan” Batin Zara geram.


“Tinggalkan aku sendiri” pinta Zara.


“Biarkan Zara sendiri Pa, dia butuh waktu untuk menerima semuanya” ucap Zahran.

__ADS_1


Semua nya menurut untuk keluar dari ruangan Zara, benar kata Zahran kalau Zara butuh waktu untuk sendiri, anak mana yang tidak sakit dan sedih setelah mengetahui kalau ternyata dia hanyalah anak angkat, Zara menangis merenungi nasib nya sekarang, kebenaran di dalam hidupnya benar-benar menyakitkan, di tambah dia juga di tinggalkan oleh Gibran, orang yang sangat Zara cintai.


Zara melihat ponsel nya berada di atas meja dekat ranjangnya, Zara pun langsung mengambilnya untuk menghubungi teman nya yang bernama Lia, tapi ternyata Nomor Lia tidak Aktif.


“Sial, kenapa semua orang pergu dari hidupku” ucap Zara emosi.


Zara pun menghubungi Gibran, tak lama panggilan nya di jawab oleh Gibran.


“Ada apa ??” tanya Gibran langsung.


“Mas tolong jangan tinggalkan aku !! aku gak punya siapa-siapa lagi mas, aku mohon” pinta Zara memohon, terdengar suara isak tangis, Gibran sebenarnya merasa kasihan dengan nasib Zara, tapi bagaimana lagi dia juga menaruh kebencian kepadanya, setelah Aldi memberi tahu kebenaran nya Gibran begitu membenci Zara.


“Itu hukuman buat mu, jadi nikmati saja” sahut Gibran dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.


“Aaaaaggghhhh” teriak Zara saat Gibran memutuskan telfon secara sepihak.


“Kamu harus membayar semua ini Zenia” Batin Zara emosi.


Zara kembali mengecek saldo ATM nya dia melihat uang nya masih ada, Zara berniat untuk kabur dan pergi mencari kehidupan jya sendiri.


Zara melepaskan jarum inpus dengan paksa, darah segar mengalir di tangan nya, walaupun perutnya masih terasa sakit tapi Zara berusaha untuk bangun, sambil memegangi perutnya Zara mengambil ponselnya dan hendak keluar dari kamarnya.


Zara melihat di luar ruangan nya, ternyata tidak ada siapa-siapa dengan cepat Zara pergi dari sana, Zara terus melangkah keluar saat sampai di depan pintu rumah sakit Zara langsung berlari menjauhi area rumah sakit, sesekali Zara berhenti karena merasakan perutnya sakita yang laur biasa, setelah agak mendingan Zara kembali melangkah, saat ada taksi yang lewat Zara langsung mengehentikan nya, dia pun langsung masuk kedalam Mobil Taksi.


Zara telah sampai di depan rumah Zahran, iya Zara pulang ke rumah Zahran untuk mengambil Barang-barangnya, dia juga meminta kepada sopir taksi agar menunggunya.


Zara masuk secara perlahan, beruntung nya sepi, dia langsung berlari ke arah kamarnya, di dalam kamar Zara mengambil koper yang masih berisi bajunya, serta tas kecil yang berisi dompetnya, setelah selesai Zara kembali keluar dan meninggalkan rumah itu, Zara sudah kembali ke dalam mobil taksi.


“Kita mau kemana Neng ??” tanya sopir taksi itu.


“Antarkan saya kebandara pak !!” pinta Zara


Sopir taksi menurut.


“Silahkan berbahagia dulu Zenia tapi tunggu pembalasan ku suatu hari nanti, nikmati waktu mu yang hanya tersisa sedikit” Batin Zara sembari tersenyum licik.


*


*


Like + komen + vote ya..

__ADS_1


__ADS_2