
Pagi hari mereka semua sarapan berasama, hari ini juga Zahran dan Zenia akan langsung pulang ke kota D, mereka semua menikmati sarapan dengan tenang, tapi tidak dengan Zara dia sesekali melirik me arah kakaknya.
“Apa Kak Nia sudah hamil ya ?? Tapi kok belum ada tanda-tanda ?? Semoga aja yang hamil duluan itu aku, tapi kalau sampai Kak Nia yang hamil duluan aku akan membunuh mereka” batin Zara geram, hanya karena iri dengan Zenia hingga membuat Zara membenci sang Kakak.
Selesai sarapan Zahran mengambil barang nya di dalam kamar, tidak lupa perlengkapan Raja selama di perjalanan, sedangkan Zenia menunggu di ruang tamu bersama yang lain nya.
“Kamu hati-hati disana ya Nak !! Kalau sudah ada kabar tentang kehamilan kamu segera hubungin Mama !!” pinta Maya, rupanya dia sangat mengharapkan cucu lagi dari Zenia.
“Apaan sih Mama ?? Aku juga kan sudah menikah tapi mama gak pernah tu nanyain cucu ke aku, selalu saja Zenia dan Zenia, Benci aku sama dia” lagi-lagi Zara membatin.
“Iya ma pasti” jawab Zenia mantap.
Tidak lama kemudian Zahran telah kembali dengan membawa barang istrinya dan juga keperluan Raja selama perjalanan.
“Sudah semuanya By ?? Tidak ada yang tinggalkan ??” tanya Zenia saat suaminya sudah berdiri di samping nya.
“InsyaAllah tidak sayang, tadi sudah Byby cek lagi” jawab Zahran.
“Kami pamit ya Pa, Ma” ucap Zahran beralih kepada kedua mertuanya.
“Iya Nak, kalian hati-hati di jalan, salam untuk Pak Kyai dan Umi ya !!” jawab Angga sembari tersenyum.
“Iya Nak sampaikan salam kami !! Nanti kalau ada waktu senggang Mama dan Papa akan berkunjung kesana” ucap Maya kepada menantunya.
“Iya Ma” jawab Zahran.
Zenia langsung menggendong Raja, sedangkan Zahran membawa barang mereka, di depan rumah sudah terparkir mobil Zahran, karena selama Zahran di Turki mobil nya berada di Rumah mertuanya, Zahran langsung memasukan barang istrinya kedalam Bagasi, sedangkan untuk keperluan Raja di taro di jok belakang mobilnya.
Zahran menyalimi tangan mertuanya di ikuti oleh Zenia, dan mereka berdua beralih ke arah Gibran dan Zara yang juga berada disana.
“Kami pamit ya Gib, jangan lupa main ke rumah !!” ucap Zahran kepada adik iparnya itu.
“Iya mas Zahran, saya titip Raja” jawab Gibran.
Sedangkan Zara hanya diam saja, sambil menatap sinis ke arah Zenia dan Zahran, Setelah mengucapkan salam kini Zahran dan Zenia serta raja telah berada di dalam mobil, tak lama kemudian mobil mereka melaju meninggalkan rumah Kedua orang tua Zenia.
*
__ADS_1
*
*
*
Setelah melihat kepergian Zahran dan Zenia, Angga juga pamitan untuk segera ke restoran dan Maya juga ingin ikut akhirnya mereka berdua juga pergi.
Kini tinggal Gibran dan Zara, awalnya Gibran juga ingin berangkat kerja tapi langsung di tahan oleh Zara.
“Kenapa sih Ra ?? Aku mau kerja” ucap Gibran dengan kesal.
“Temenin aku kerumah sakit mas !!” jawab Zara tanpa dosa.
“Kerumah sakit lagi ?? Ngapain ?? Bukan nya jadwal nya bulan depan ??” tanya Gibran heran.
“Kelamaan, pokoknya aku mau periksa lagi, tapi kita ganti rumah sakit, dan kamu cari dokter yang lebih baik dari dokter Erin” perintah Zara.
Gibran benar-benar pusing dengan keinginan Zara yang selalu memaksakan kehendak nya, baginya Zara masih terlalu kekanakan, beda dengan Zenia walaupun dulu dia menikah dengan Zenia masih berumur 18 tahun tapi Zenia bisa bersikap dewasa.
“Cari aja sendiri !!, aku mau kerja” ketus Gibran karena sudah sangat pusing dengan kelakuan istrinya.
“Zara tapi kan aku harus kerja, itu bukan perusahaan aku, kalau aku di pecat gimana Hah ??” bentak Gibran dengan sangat marah, wajahnya merah padam karena sangat geram dengan istrinya.
“Gak akan di pecat percaya sama aku !! Kalau kamu di pecat ya tinggal cari tempat kerja lain kan gampang, orang pintar seperti kamu pasti banyak yang membutuhkan” ucap Zara tanpa dosa, seolah-olah perkataan nya benar.
“Kamu kira gampang cari kerja ?? Jangan selalu menganggap enteng suatu kerjaan Ra !! Cobalah untuk dewasa sedikit” ucap Gibran kali ini nada bicara nya sudah sangat lembut berharap kalau istrinya paham dan mengerti kalau sekarang dia harus kerja, dia juga kerja untuk mencukupi kebutuhan Zara kan.
“Pokoknya hari ini tetap temenin aku buat periksa kerumah sakit” Zara tetap dengan keinginan nya, hingga membuat Gibran naik pitam karena emosi.
“Terserah” ucap Gibran sembari meninggalkan istrinya untuk pergi berangkat kerja.
Tapi baru satu langkah Gibran pergi, suara Zenia berhasil membuat dia mengurungkan niat nya.
“Kalau kamu tetap tidak mau menemani aku, jangan harap kamu bisa bertemu dengan ku lagi selamanya, karena aku bisa saja melakukan hal-hal bodoh seperti bunuh diri” ucap Zara dengan lantang.
Gibran membalikan badan nya, dia kembali menghampiri istrinya.
__ADS_1
“Ok aku akan temenin kamu, tapi tolong jangan lakukan itu, aku tidak mau kehilangan mu, maafkan aku” ucap Gibran merasa bersalah, dia juga langsung memeluk erat istrinya.
Seketika bibir Zara menyungging kan senyum nya, sungguh licik Si Zara.
“Ayo kita pergi !!” ajak Zara kemudian saat suaminya telah melepaskan pelukan nya, dan tak lupa dia juga mencium bibir Zara.
Gibran mengangguk, mereka berdua keluar untuk pergi kerumah sakit.
*
*
*
2 jam kemudian Zahran dan Zenia telah sampai di kota D, ternyata mereka pulang dulu ke Pon_pes baru mereka akan pulang kerumahnya, karena Zahran juga sangat merindukan Uminya.
“Assalamualaikum” ucap Zahran saat masuk kedalam rumah utama Pon_pes.
Tapi tak ada sahutan dari dalam, dan Zahran kembali mengucapkan salam, sampai akhirnya ada Bibi yang menghampiri mereka.
“Walaikum salam, loh den Zahran sudah pulang ??” tanya Bik Rum pelayan di rumah itu.
“Iya Bi, maaf tidak ngasih kabar dulu, Abi sama Umi mana ya ??” tanya Zahran saat belum ada tanda-tanda kehadiran orang tuanya.
“Pak kyai sama Umi lagi menghadiri acara nikahan di kampung sebelah den” jelas Bik Rum.
“Oh begitu, ya sudah kami ke kamar dulu ya Bik” ucap Zahran dengan sopan, kemudian dia beralir ke arah Zenia dan Raja “Ayo sayang” ajak Zahran.
“Sini saya bantu Non, bawa barang nya” tawar Bik Rum pada Zenia sembari akan mengambil barang di tangan Zenia.
“Tidak usah bi, Nia bisa kok, bibi kerjakan yang lain saja” Tolak Zenia sopan.
“Oh ya sudah kalau begitu bibi permisi ya Non” pamit Bi Rum pada Zahran dan Zenia.
“Iya Bi” jawab Zenia dengan tersenyum.
Mereka berdua naik ke atas menuju kamar mereka, setelah sampai di kamar Raja langsung ingin tidur, jadi Zenia menidurkan Raja terlebih dahulu.
__ADS_1
-----------
Like + komen + vote nya ya kak..