
Gibran segera menyambut pelukan Raja, dia hujani wajah Raja dengan ciuman bertubi-tubi, sungguh dia sangat merasa rindu yang amat dalam kepada Raja.
“Nia ada kejutan buat kamu Nak” ucap Maya menatap ke arah Zenia.
Zenia menoleh manatap sang Mama, dia mengerutkan keningnya “Kejutan ?? apa Ma ??” tanya Zenia bingung.
“Sebentar” balas Maya, kemudian berdiri dan melenggang pergi dari sana, semua orang disana sudah tau kejutan apa yang di maksud oleh Maya, kecuali Zahran dan Zenia.
Tidak lama Maya keluar dengan menggandeng Zea..
“Nia” panggil Maya pelan.
Zenia menoleh, dia mematung menatap gadis muslimah yang saat ini di gandeng oleh mama nya, siapa dia ?? pikir Zenia, dia pun langsung berdiri.
“Kenalkan ini Zea adik mu Nak” lanjut Maya lagi, hingga membuat Zenia bertambah bingung.
“Maksud Mama apa ??” tanya Zenia.
“Dia adik mu sayang, Zee, dia masih hidup, ada yang menukarnya waktu bayi” kali ini suara Angga yang keluar, dia berdiri menghampiri istri dan anak nya.
“Nia masih gak ngerti apa yang Papa katakan”
Kemudian Angga menjelaskan semuanya kepada Zenia, setelah mendengar semuanya Zenia kembali memandang wajah Zea yang di tutup cadar sama seperti dirinya.
“Assalamualaikum Kak Nia” kata Zea sembari menyalami tangan sang Kakak.
“Waalaikumsalam” balas Zenia tapi mata nya tak berkedip memandang wajah Zea.
“Mama sama Papa gak bohong lagi kan ??” tanya memastikan.
“Tidak sayang, dia benar adik kandung kamu, Papa sudah melakukan tes DNA” jawab Maya langsung.
Tanpa aba-aba Zenia langsung memeluk tubuh Zea, mereka menangis bersama, Maya pun meneteskan air mata nya.
“Kakak”
“Zee”
Ucap Mereka berdua bersahutan..
Setelah lama berpelukan Zenia melepaskan nya, kemudian dia memandang adik nya.
“Ini bukan mimpi kan ?? ini nyata kan” tanya Zenia masih belum percaya dengan kenyataan yang ada.
“Tidak Kak, ini aku Zee adik kakak”
Bahagia ?? tentu itu yang saat ini Zenia rasakan.
“Sayang duduk lagi, ingat kamu sedang hamil sekarang” ucap Zahran langsung.
Mendengar kata-kata Zahran semua orang langsung menatap Zenia, begitupun dengan Maya.
__ADS_1
“Kamu hamil lagi sayang ??” tanya Maya memastikan.
“Iya Ma, kebobolan” jawab Zenia enteng.
“Maksudnya ??” sahut Umi bertanya.
“Iya Umi, Nia kan masih menggunakan KB implan, tapi Gak tau kok bisa hamil, tapi Alhamdulillah kandungan Nia baik-baik saja” jawab Zenia tersenyum di balik cadarnya.
“Wah selamat ya Kak Nia” ucap Aisyah senang.
“Terima kasih dek Ais, kata Kak Fahri juga kamu sedang hamil kan, selamat juga untuk mu” balas Zenia.
“Selamat ya Kak Nia !! jadi pingin hamil juga" sahut Elia.
“Iya dek Elis, semoga segera menyusul ya”
“Aamiiin” ucap Elia dan Zaidan serempak.
“Alhamdulillah, semua nya berkumpul di sini dengan keadaan sehat wal,afiat, dan begini pak Kyai, saya dan istri akan mengadakan syukuran atas bertemu nya Zea, dan kehamilan Zenia” ucap Angga, walau awalnya dia hanya akan membuat syukuran untuk Zea saja, tapi karena mendapat kabar kehamilan Zenia, akhirnya Angga menggabungkan nya saja.
“Iya Angga, saya setuju saja, terus kapan acaranya ??”
“2 hari lagi bagaimana ??”
“Baiklah saya setuju” jawab Abi langsung.
*
*
*
Gibran termenung meratapi nasibnya, semilir angin malam membuat dia sedikit kedinginan.
Tidak lama Zea keluar, dia kaget melihat sosok laki-laki disana yang sedang memejamkan matanya.
“Permisi” ucap Zea pelan.
Mata Gibran terbuka, dia kaget karena disana ada Zea.
“Maaf, ada apa ya ??” tanya Gibran.
“Oh tidak tadi saya hanya ingin menikmati angin malam, ternyata ada kamu disini, kalau begitu saya masuk lagi aja” jelas Zea.
“Maaf karena mengganggu” lanjutnya lagi, kemudian dia langsung masuk kembali kedalam rumahnya.
Gibran menatap kepergiaan Zea, ingin sekali rasanya dia menahan Zea supaya tetap disini, tapi dia tidak berani melakukan itu, apalagi dia sekarang sudah mengetahui kalau Zea anak nya Angga dan Maya, pasti hal yang sangat sulit untuk mendapatkan Zea, karena Angga tidak akan menyerahkan putrinya lagi, mengingat kedua putrinya yang lain yaitu Zenia dan Zara sudah dia sakiti semua.
Mengingat nama Zara, membuat Gibran sadar kalau sudah hampir 2 minggu ini dia tidak mengunjungi makam Zara, biasanya Gibran mengunjunginya seminggu sekali.
“Maafkan mas Ra, maaf karena hampir saja melupakan mu” guman Gibran merasa bersalah.
__ADS_1
Tidak lama Susi menghampiri anak nya.
“Gib, kamu belum tidur ??" tanya Susi.
“Belum bu, Gibran belum ngantuk, Raja sudah tidur ??" jawab Gibran kembali bertanya.
Susi mengangguk, malam itu Raja akan tidur bersama Susi dan Hartono, awalnya Raja tidak mau, karena dia sudah biasa tidur bersama Arda, tapi karena Susi memaksa akhirnya Zenia berbicara dengan Raja dengan sangat lembut, dengan terpaksa Raja mengiyakan.
“Sudah malam Gib, tidurlah !!" ucap Susi lagi.
“Iya bu”
Susi merasa sedih melihat kondisi anak nya sekarang, disaat yang lain berbahagia dengan pasangan masing-masing, Gibran hanya menjadi penonton saja.
Susi tau Gibran pasti sangat menginginkan punya keluarga lagi.
“Ya sudah ibu ke kamar lagi, kamu jangan lama-lama di luar, nanti masuk angin” ujar Susi dan langsung meninggalkan anak nya.
Gibran tampak menghela nafas kasar
“Apa belum cukup hukuman yang kamu terima Nak” batin Susi memandang anak nya dengan tatapan sendu.
*
*
*
Sementara di kamar Zahran, saat ini Zahran benar-benar memijiti sang istri, awalnya Zenia menolak tapi Zahran tetap memaksa.
“Enak sayang ??” tanya Zahran sembari memijiti pinggang istrinya.
Zenia mengangguk, Zahran tersenyum tidak lama Zenia menutup matanya dan terlelap tidur, melihat istrinya sudah tertidur Zahran menghentikan pijatan nya, kemudian dia menyelimuti sang istri dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.
“Selamat malam sayangku, mimpi indah ya” bisiknya dengan nada lembut.
Zahran langsung merebahkan badannya di samping istrinya, dia juga merasakan lelah yang amat, tidak lama Zahran pun ikut tertidur dengan memeluk istrinya.
*
*
Sementara di kamar Zea, saat ini dia sedang berbalas pesan dengan seseorang yang jauh disana.
“Benarkah kamu sudah bertemu dengan kedua orang tuamu ??" isi pesan dari seseorang yang membuat Zea selalu bahagia.
“Iya, dan 2 hari lagi Papa dan Mama ku akan melakukan syukuran, aku harap kamu bisa hadir disana” balas Zea
“Akan aku usahakan, tapi aku tidak janji soalnya bos aku sedang pulang ke indo dan dia memberikan tanggung jawab penuh perusahaan nya padaku” /Fauzan.
“Apa tidak bisa izin ?? katanya bos kamu sangat baik” /Zea
__ADS_1
“Nanti aku coba minta izin dulu ya, semoga bisa di izinkan” /Fauzan.
“Baiklah aku tunggu”