Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part16


__ADS_3

...🙂SELAMAT MEMBACA🙂...


Keesokan harinya, Angga dan Maya langsung ke Bandung untuk mencari putri mereka, selama di perjalanan raut kebahagiaan selalu terpancar di wajah mereka.


“Semoga anak kita baik-baik saja ya Pa” kata Maya sambil melirik suaminya yang tengah fokus menyetir.


“Aamiin” balas Angga kemudian.


Siang hari sesudahbZuhur mereka tiba di kota Bandung, Angga dan Maya pun langsung menuju pondok pesantren Nurul Huda yang di bilang kemaren.


Saat sampai di depan gerbang pesantren tersebut, Angga dan Maya pun tampak kebingungan, pasalnya mereka tidak tau harus berbuat apa, tidak mungkin kan kalau dia langsung bertanya kepada orang di sekitar apakah mereka menemukan bayi yang di buang di sini.


“Kita harus bagaimana Pa ??” tanya Maya bingung.


“Papa juga gak tau Ma, apa kita coba masuk ke pesantren ini saja ya ?? siapa tau pemilik pesantren ini yang menemukan anak kita” usul Angga kepada sang istri.


Maya tampak berpikir, ada benarnya juga perkataan suaminya, siapa tau memang putri mereka di temukan oleh pemilik pesantren ini, Maya pun langsung menyetujui ucapan suaminya.


“Iya Papa benar juga, kalau begitu ayo kita masuk Pa” ajak Maya.


“Iya Ma” kemudian Angga membuka pintu mobilnya di ikuti oleh sang istri.


Mereka berdua berdiri di depan gerbang pesantren tersebut, banyak para santri yang memperhatikan mereka, kemudian salah-satu santri menghampiri mereka.


“Assalamualaikum ibu, bapak, ada apa ya ??? apa bapak dan ibu ini mau menemui anak nya ??” tanya seorang santri langsung.


“Tidak Nak, kita bukan ingin menemui anak kami, kami hanya ingin menemui pemilik pesantren ini” jawab Angga menatap anak itu.


“Oh begitu, ya sudah mari saya antar” ajak nya dengan sopan.


“Terima kasih” ucap Angga dan Maya bersamaan.


“Sama-sama”


Angga dan Maya pun berjalan mengikuti langkah kaki santri tersebut, dan sekarang mereka telah sampai di rumah besar hampir sama dengan rumah kedua orang tua nya Zahran.


“Assalamualaikum” seru santri tersebut.


Hingga terdengar suara sahutan dari dalam, seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah itu.

__ADS_1


“Walaikum salam, Eh dimas ada apa ??” tanya Umi Fadillah.


“Tidak ada apa-apa Umi, Dimas hanya ingin mengantarkan Bapak dan Ibu ini, katanya dia hendak bertemu dengan pemilik pesantren ini” jelas Dimas sambil memberitahukan kepada Umi.


Umi Fadillah menatap kearah Angga dan Maya, siapa mereka ?? pikir Umi, apa mereka adalah sala satu kedua orang tua dari murid nya ??


Melihat tatapan Umi, dengan cepat Angga memperkenalkan diri.


“Assalamualaikum saya Angga dan ini istri saya Maya” kata Angga sopan.


“Walaikum salam, saya Fadillah, istri dari pemilik pesantren ini” balas Umi dengan menampilkan senyum nya.


“Kalau begitu saya pamit ya Umi, bapak, ibu Assalamualaikum” ucap Dimas kemudian.


“Iya Nak terima kasih karena telah mengantar mereka, Walaikum salam” jawab Umi tersenyum.


“Walaikum salam” ucap Angga dan Maya serempak.


Setelah Dimas pergi Umi Fadillah segera menyuruh tamunya masuk, walaupun dia tidak mengenal siapa mereka, dan entah kenapa ada perasaan tidak enak yang di rasakan oleh Umi.


“Mari silahkan masuk Pak, bu” ucap Umi sopan.


Umi berjalan duluan, di ikuti oleh Angga dan Maya, Setelah sampai di ruang tamu Umi pun menyuruh tamunya masuk.


“Mau minum apa ya ??” tanya Umi.


“Tidak usah repot-repot bu, kami tidak akan lama, kedatangan kami kesini hanya ingin menanyakan sesuatu” jawab Maya tersenyum.


“Ada apa ya ??” Umi menatap mereka bergantian, perasaan nya semakin tidak enak.


“Begini Bu saya dan istri saya kesini mau menanyakan apa ibu menemukan seorang bayi yang di buang di pesantren ini ?? sekitar 22 tahun yang lalu ??” tanya Angga langsung.


Deeegggg.


Jantung Umi berdegup sangat kencang, mungkinkah itu Zea putrinya ?? jika benar berarti dia dan Zea akan segera berpisah, walaupun Umi sadar kalau Zea bukan lah anak kandung nya tapi Umi tetap tidak relah kalau Zea harus pergi meninggalkan nya.


“Emang Ke--napa ??” tanya Umi gugup.


“Dia anak kami Bu, 22 tahun yang lalu ada yang menukarnya dengan bayi yang sudah meninggal sehingga kami tidak tau kalau putri kami masih hidup, yang kami tahu putri kami sudah tiada, tapi kemaren orang itu mengatakan kebenaran nya sehingga kami berdua kesini” ucap Angga kemudian.

__ADS_1


Umi terdiam, kedua orang tua di hadapan nya sekarang adalah orang tua kandung Zea, pantas saja tidak ada yang mencari Zea selama ini karena bagi Angga kalau anak nya sudah tiada, sedangkan Maya yang dia tau kan anak nya Zara.


“Iya kami menemukan nya, saya dan suami saya yang menemukan bayi itu, di samping bayi itu ada sebuah surat yang menyatakan kalau kami harus menjaga bayi itu dengan baik dan memberi nama nya Zea Shakila, awalnya kami melapor ke polisi tapi setelah 2 bulan menunggu tapi tidak ada yang mencarinya, hingga saya dan suami saya memutuskan untuk mengadopsi nya” jelas Umi dengan suara serak, buliran air mata sudah mengalir di pipinya.


“MasyaAllah, Alhamdulillah ya Allah, putri ku masih hidup” seru Angaga dengan air mata yang sudah mengalir begitupun dengan Maya, Angga segera memeluk sang istri.


Tidak lama kemudian Abi Ahmad pulang dari masjid.


“Assalamualaikum” seru Abi.


“Walaikum salam” jawab Umi, Angga dan Maya serempak.


“Loh sedang ada tamu rupanya ??” ucap Abi melihat Angga dan Maya.


Angga pun berdiri menyalami tangan Abi sedangkan Maya hanya menangkupkan kedua tangan nya di dada.


“Saya Angga Kyai, dan ini istri saya Maya” ucap Angga memperkenalkan.


“Saya Ahmad” balas Abi dengan tersenyum.


Mereka pun akhirnya duduk lagi dan Abi bertanya tentang kedatangan mereka, Umi fadillah menjelaskan semuanya kalau Angga dan Maya adalah kedua orang tua kandung Zea, tidak hanya Umi yang bersedih Abi pun sama, tapi Abi tidak ingin egois walau bagaimana pun Zea berhak bertemu dengan kedua orang tua kandung nya.


“Jadi kalian adalah kedua orang tua kandung Zee ??” tanya Abi.


“Iya betul Kyai” jawab Angga.


“Alhamdulillah akhirnya Zee bertemu dengan kedua orang tua kandung nya, selama ini saya mencari dimana kedua orang tuanya tapi tidak saya temukan” ucap Abi Ahmad bersyukur.


“Terus dimana putri kami Pak ??” tanya Maya langsung, dia begitu tidak sabar untuk bertemu dengan anak nya.


“Zee sedang ada di jakarta, dia sudah menjadi dokter sekarang, dia mendatangi rumah sakit yang di rekomundasikan oleh kampus nya” jawab Umi.


Mendengar itu Maya sangat bahagia, anak nya ada di jakartan dan dia juga sekarang adalah seorang dokter, berbeda dengan Angga dia tampak memikirkan sesuatu.


“Berarti yang bertemu dengan ku waktu itu adalah anak ku ??” ucap Angga pelan tapi masih bisa di dengar oleh sang istri.


“Maksud Papa ??”


...LIKE DAN KOMEN...

__ADS_1


...SELAMAT MALAM...


__ADS_2