
Beberapa hari kemudian pernikahan Gibran juga terlaksana, Zahran dan Zenia sedang bersiap untuk menghadiri acara pernikahan Gibran, karena tidak ada acara resepsi jadinya tidak akan memakan waktu yang lama.
“By Nia capek banget tau gak, seminggu ini sibuk terus” ujar Zenia sambil merapikan kerudung nya.
Zahran tersenyum dia mendekat ke arah sang istri “Sabar ya !! ini yang terakhir setelah ini sayang bisa istirahat” tutur sang suami yang terdengar sangat lembut.
Tiba saat nya semuanya berangkat untuk melaksanakan akad nikah, dari kemaren Raja sudah ikut bersama Gibran jadi dia berangkat bareng Ayah nya.
“Sudah semua Fah ?? dek Zaidan ??” tanya Zahran kepada kedua adik nya.
“Sudah bro” jawab Fahri.
“Sudah Bang” Zaidan pun turut menyahut.
“Kalau begitu mari berangkat” ucap Zahran dan segera di iyakan oleh yang lain.
Mereka membawa mobil masing-masing, Abi dan Umi naik ke mobil Zahran,.
Fahri memimpin jalan duluan karena memang dia yang sudah pernah kesana, sedangkan Zahran dan Zaidan mengikuti di belakang.
Hingga tidak berapa lama mobil mereka sudah sampai di sebuah rumah minimalis yang mereka yakini adalah rumah mempelai wanita calon istrinya Gibran.
Zahran turun duluan kemudian membukakan pintu untuk istri dan kedua orang tuanya, segera Zahran mengambil alih menggendong Adel yang masih berada di pangkuan sang istri, sedangkan Arda dia ingin bersama Abi.
“Ayo masuk” ajak Abi.
Semuanya mengangguk, mereka semua masuk kesana, di depan sana sudah menunggu Hartono ayah nya Gibran.
“Maaf agak terlambat pak Hartono” ucap Abi ramah.
“Tidak apa-apa pak Kyai, saya mengerti acaranya belum di mulai” jawab pak Hartono.
“Ya sudah mari masuk” sambung Hartono kemudian.
Semuanya mengangguk kemudian melangkahkan kaki mereka untuk masuk kedalam, Papa nya Ica yang melihat kehadiran Zahran dan kedua orang tua nya kaget.
Segera Papa nya Ica berdiri untuk menyambut mereka.
“Assalamualaikum pak Kyai” seru Papa nya Ica yang bernama Herman.
“Loh Herman ?? kamu disini juga ??” tanya Abi Kyai.
“Iya pak Kyai, kan yang mau menikah putri saya Ica”
Abi Kyai saling pandang dengan Umi, tidak menyangka kalau Ica mantan calon mantu nya akan menikah dengan Gibran, ternyata dunia sempit sekali, begitu pikir mereka.
__ADS_1
“Ini Zahran ya ??” tunjuk nya pada pemuda yang sedang menggendong anak kecil.
Zahran segera menyalami tangan Herman “Iya Pak saya Zahran, bagaimana kabarnya ??”
“Alhamdulillah sehat, ini anak nya ya Ran ??”
“Iya pak, ini ada saya, terus yang ini juga” tunjuk nya pada Arda “ mereka kembar” lanjutnya lagi.
Pak Herman tersenyum, tak lama kemudian menyuruh mereka duduk di tempat yang telah di sediakan, sedari tadi Susi terus mengamati keluarga Zahran apalagi saat Papa nya Ica menyapa Zahran, apa mereka kenal ?? begitu pikirnya..
“Nenek aku mau sama Bunda” ucap Raja setelah melihat kehadiran Zenia.
“Sini aja nak !! sama nenek”
“Tidak mau, Raja mau sama Bunda sama Baba”
Raja berontak, Gibran yang duduk di depan nya langsung menoleh.
“Biarkan saja Bu, nanti Raja menangis” tutur Gibran.
Mau tak mau Susi mengizinkan Raja untuk bersama Zahran dan Zenia.
Raja segera duduk di pangkuan Zahran, dengan penuh kasih sayang Zahran menerima nya sedangkan Adel sudah berpindah di pangkuan Zenia.
“Maaf ya Nak, tadi ada kendala sedikit !! Abang tidak rewel kan sama Ayah ??”
“Tidak Ba, kan Baba selalu bilang sama Abang kalau tidak boleh nakal”
“Anak baba memang pintar dan soleh”
Hingga tiba saat nya Gibran akan melaksanakan ijab kabul, terlihat laki-laki yang berstatus duda anak satu itu sedikit gugup, beberapa kali dia menghela nafas nya untuk menghilangkan kegugupan nya.
Pak penghulu segera menyuruh Gibran untuk menjabat tangan Pak Herman papa nya Ica.
Dengan satu tarikan nafas Gibran mengucapkan ijab kabulnya, sekarang status nya telah berubah dan saat ini dia sudah menjadi Suami dari Ica.
Tidak lama kemudian Mama nya Ica keluar dengan menggandeng pengantin wanita, Gibran berdiri untuk menyambut sang istri, senyum bahagia selalu terpancar di wajahnya.
“Benar kan kalau Ica yang ini adalah mantan nya Bro Zahran, yang kabur waktu itu” batin Fahri.
“Ini kenapa jadi gini ya ?? mantan nya bang Zahran nikah sama mantan suami Kak Nia ??” seru Zaidan dalam hati.
Zenia juga melirik sang suami yang menatapnya dengan tersenyum.
“By, apa itu Ica mantan pacar nya Byby ??”
__ADS_1
“Huss, Byby sama dia gak pacaran sayang, byby sama dia itu di jodohkan mana bisa jadi mantan sih” balas Zahran yang tak terima dengan perkataan sang istri yang menyebut Ica adalah mantan nya.
Serangkaian acara disana berjalan dengan lancar, tiba saat nya untuk memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Ica terdiam mendapati Zahran berdiri di hadapan suaminya, bahkan Zahran memeluk Gibran seperti mereka sudah saling kenal, berbagai pertanyaan ada di pikiran nya.
“Selamat ya Gib, semoga menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warohma” ucap Zahran tersenyum.
“Terima kasih mas” balas Gibran.
Hingga tiba saat nya giliran Zenia, Gibran menatap wanita cantik yang berdiri di depan nya, wanita yang dulu pernah dia sakiti akibat kebodohan nya.
“Selamat ya mas Gibran” ucap Zenia dia tidak berani menatap wajah Gibran, Zenia hanya menunduk.
“Terima kasih dek” balas Gibran, dia bahkan sudah lama sekali tidak memanggil Zenia seperti itu.
Tak ingin berlama-lama Zenia langsung berpindah tempat untuk mengucapkan selamat kepada mempelai wanita.
“Selamat ya mbak Ica” ucap Zenia, dia sedikit canggung dengan wanita yang sekarang akan menjadi ibu sambung untuk anak nya.
Tak di sangka Ica langsung memeluk Zenia.
“Maafkan atas kesalahan ku waktu itu, maaf !! kamu memang lebih pantas untuk Zahran, maafkan aku” ucap Ica bahkan dia sudah menangis.
Zenia membalas pelukan Ica “Tidak apa-apa mbak, Nia mengerti”
Tentu saja perkataan Ica membuat Gibran sangat penasaran, bagaiman istrinya bisa kenal dengan Zenia, pikir Gibran.Ternyata mereka berdua masih belum jujur dengan masalalu masing-masing.
Saat tiba di hadapan Susi, Zenia terdiam begitupun dengan Susi.
“Selamat ya Bu sekarang Ibu sudah ada menantu lagi” ucap Zenia kepada wanita yang dulu sangat dia sayangi.
Mata Susi berkaca-kaca, tangan nya terangkat untuk mengelus pipi Zenia yang tertutup cadar.
“Maafkan ibu ya Nak !! Maaf kalau ibu menyakiti kamu, Ibu sudah egois untuk mengambil hak asuh Raja sama kamu, Maafkan ibu ya !!”
“Nia sudah memaafkan ibu, kita jalani semuanya dari awal, lupakan masalalu Bu !! anggap saja itu adalah pelajaran buat kita”
“Iya sayang !! kamu akan tetap menjadi putri ibu, Nia masih mau kan menjadi anak ibu”
“Nia mau bu”
Zahran tersenyum, istrinya itu memang berhati mulia walaupun Bu Susi sering kali berkata kasar kepada nya tapi Zenia tak pernah mempermasalahkan nya, walau terkadang Zahran sering memergoki istrinya menangis saat di caci oleh Susi agar Zenia memberikan hak asuk Raja kepada Gibran, tapi tidak menyangkah Zenia akan semuda itu memaafkan Susi.
“Kamu memang istri Byby sayang”
__ADS_1