Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 33 ( Flasback Kisah Gibran dan Zara 1 )


__ADS_3

Pada hari itu Zara memergoki pacarnya yang berselingkuh dengan orang lain, di tambah dia baru mengetahui kalau ternyata selama ini semua teman-teman nya hanya memanfaatkan dirinya untuk di jadikan ATM berjalan, Zara tidak terima di hianati, perasaan nya hancur, Zara berlari meninggalkan teman-teman nya dan juga mantan kekasih nya, walaupun mereka berusaha mengejar Zara tapi Zara sudah merasakan kecewa yang amat dalam hingga dia tidak menggubris semua teriakan teman-temannya.


“Kalian jahat, Apa salah gue ke kalian hah ??” teriak Zara prustasi, Air mata nya mengalir deras membasahi wajah cantiknya.


Zara berjalan menyusuri jalanan ibu kota, dia belum ingin beranjak pulang, hari sudah sangat soreh, berulang kali Ponselnya bergetar karena Mama nya terus menelfon dirinya tapi sama sekali tak ingin Zara jawab


Gibran yang saat itu baru pulang kerja tak sengaja melihat adik iparnya yang duduk di halte bus, dia heran kenapa Zara duduk disana bukan nya Zara selalu di jemput oleh sopir pribadi nya, kalaupun sopir yang sering mengantar Zara sedang cuti makan Anggalah yang akan turun tangan untuk menjemput dirinya.


Gibran memberhentikan mobilnya, dia langsung keluar dan berjalan menghampiri Zara.


“Kamu kenapa Dek ??” tanya Gibran heran, karena Zara terus menundukkan kepalanya


Mendengar suara Kakak iparnya, Zara mendongakan kepalanya melihat ke arah Gibran, dan betapa kaget nya Gibran saat melihat penampilan adik iparnya itu, mata nya yang bengkak karena menangis wajahnya yang pucat mungkin karena Zara kelelahan pikir Gibran.


“Ya Allah kamu kenapa dek ??” tanya Gibran khawatir setelah melihat keadaan Zara


Tapi Zara tidak menjawab, dia langsung berdiri dan memeluk Gibran dengan sangat erat, Gibran pun membalas pelukan adik iparnya, Zara menangis kembali di pelukan Gibran, menumpahkan seluruh perasaan kecewa karena di hianati oleh orang yang dia percaya.


Setelah Zara sedikit tenang, Gibran membawa Zara ke dalam mobil.


“Pulang ya Dek !!” ucap Gibran


Zara menggeleng, dan Gibran kembali bertanya.


“Terus mau kemana ??” tanya Gibran prustasi.


“Belum ingin pulang Mas, Zara mau nenangis diri dulu” ujar Zara menunduk.


Gibran menghela napas kasar, dia bingung harus bagaimana,kemana dia harus membawa Zara agar dia tenang walaupun dia belum tau permasalahan nya,sedangkan Zara belum mau pulang kalau dia meninggalkan Zara sendiri disini, dia pun tidak tega karena walau bagaimanapun Zara adalah adik dari istrinya.


“Emang kamu punya masalah apa dek ??” akhirnya Gibran bertanya, tapi dia menggunakan nada yang sangat lembut.


Zara melihat ke arah kakak Iparnya itu, akhirnya Zara menceritakan masalah yang dia hadapi, dari dia di khianati oleh kekasih nya dan di manfaatkan oleh semua teman-teman nya.

__ADS_1


“Harusnya kamu jangan pacaran dulu dek !! kamu kan masih SMA” nasehat Gibran.


“Kenapa tidak boleh mas ?? Zara juga kan udah kelas 3 SMA, dulu aja kak Nia pacaran kan sama Mas” jawab Zara tak terima dengan omongan Gibran.


“Tapi kan beda Ra, Mas kan tulus sama Kakak kamu, beda sama pacar kamu itu yang hanya bisa menyakiti kamu” balas Gibran.


“Kenapa si aku gak seberuntung Kak Nia ??” ucap Zara dan kembali menangis.


Gibran mengelus kepala adik iparnya, ada rasa kasihan padanya, walaupun masalah Zara terbilang kecil apalagi untuk masalah percintaan nya itu, bisa di bilang cinta monyet, karena pasti di antara mereka belum ada komitmen untuk hubungan lebih lanjut.


Zara yang di perlakukan sangat lembut oleh Gibran, hatinya terenyuh.


“Kenapa bukan aku yang jadi pendamping kamu mas ?? pasti aku akan sangat bahagia, kenapa kamu harus menjadi kakak iparku ?? tuhan bolehkah aku memilikinya ??” ucap Zara dalam hati.


Entah setan mana yang merasuki dirinya saat ini, tapi yang jelas ada niat buruk di hati Zara.


“Udah tenang kan ?? kita pulang yok, lihat ini kakak kamu udah nelfon mas sebanyak ini” ucap Gibran sambil memperlihat kan ponsel nya yang sudah banyak panggilan tak terjawab dai Zenia.


******


Sesampai di rumah, Zenia yang melihat kedatangan suaminya langsung berlari keluar.


“Kenapa soreh banget pulangnya ??” tanya Zenia dengan nada manja.


“Hehe, Maaf dek” hanya itu jawaban Gibran, dia tidak ingin menceritakan kalau dia habis menemani Zara.


Zara yang melihat kakaknya bergelayut manja kepada Gibran langsung membuang muka, ada rasa tak suka di dirinya melihat Gibran bersama wanita lain, padahal itu istrinya sendiri.


Zara langsung masuk kedalam rumah dan berjalan ke kamar nya, Zara membanting pintu kamar sangat kerasa sampai-sampai Zenia dan Gibran kaget.


“Astaga,, Zara kenapa ya Mas ??” tanya Zenia kaget.


“Mas gak tau dek, Coba kamu samperin kesana !! tanyain langsung ke adek kamu, mas ke kamar dulu ya mau mandi, Gerah soalnya” ucap Gibran

__ADS_1


“Iya mas, aku ke Zara dulu ya" ucap Zenia.


Gibran hanya mengangguk, kemudian Zenia pergi ke kamar adik nya.


Saat tiba di kamar Zara, ternyata Zara baru selesai mandi, dan lagi menyisir rambutnya, Zenia langsung mengambil sisir itu dan membantu Zara menyisir rambutnya.


“Dek ??” panggil Zenia pelan.


Hening, tak ada jawaban dari sang adik.


“Ada apa ?? cerita sama kakak !!” ucap Zenia lembut.


“Gak ada apa-apa kak, tolong tinggalin Ara sendiri !!” ucap Zara dan langsung mengambil sisir yang berada di tangan kakaknya.


Zenia tertegun dengan ucapan adiknya, tidak biasanya dia berkata kasar pada Zenia, biasanya kalau Zara lagi ada masalah maka Zara akan bercerita kepada kakaknya, tapi Zenia tak ingin mengambil pusing, pikirnya mungkin saja Zara lagi capek atauppn lelah karena banyak tugas dari sekolah.


Zenia keluar dari kamarnya, tidak lama Mamanya pulang, karena dari tadi Mama dan Papanya mencari Zara saat Zara belum juga pulang di tambah di telfon tapi gak ada jawaban dari sang anak.


“Nia, adik mu udah pulang belum ??” tanya Maya saat melihat Zenia baru keluar dari kamar Zara.


“Sudah Ma, dia lagi istirahat” jawab Zenia sembari tersenyum.


“Kamu tanya gak sama dia dari mana ??” timpal Angga yang baru selesai mengambil air minum.


“Nanti akan Nia tanyakan Pa, biarkan Zara istirahat dulu untuk sekarang” jawab Zenia.


Papa Angga mengangguk begitupun dengan Mama Maya.


“Ya sudah mama mau lihat Raja dulu” ucap Maya dan berlalu masuk kedalam kamar cucunya, seperti biasa dia akan menemani Raja tidur.


Ternyata Zara mendengar semua pembicaraan kedua orang tuanya dengan sang kakak.


“Aku akan merembut Mas Gibran dari kamu kak, Maafkan aku kalau aku egois tapi aku juga ingin merasakan di sayangi oleh seseorang” Batin Zara dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2