
Hari itu adalah hari Jum'at seorang pria dengan berpakaian serba hitam menggunakan kaca mata hitam memasuki area pemakaman, berjalan terus hingga tiba di sebuah makam seseorang yang membuatnya sangat merasa bersalah.
Lelaki itu menatap sendu nama yang terukir indah di batu itu. Bisu yang kini tersisa. Kesunyian hembusan angin mengiringi setetes demi setetes air yang merekah di balik retina. Rupanya dunia memahami apa yang dia rasa. ..
Dia duduk disana, tangan nya terangkat untuk mengelus nama yang tertulis disana, sebuah nama ZARA ANASTASYA yang pernah membuatnya jatuh cinta
“Maafkan aku Ra !! maaf karena aku kamu jadi seperti ini, maaf aku tidak sengaja menembak kamu Ra, Maafkan aku!!" lelaki itu menangis, meratapi kesalahan nya di masalalu.
Roi, dia adalah Roi yang waktu itu menembak Zara, karena di penuhi dengan dendam membuatnya hilang kendali, tapi saat penembakan itu dan setelah dia di jebloskan kepenjara, Roi menyesali semuanya, dia terus berharap kalau Zara baik-baik saja, tapi kenyataan nya lain, setelah dia keluar dari penjara kenyataan pahit dia terima, bahwa Zara telah tiada.
Roi hanya menjalani hukuman nya selama 1 tahun 8 bulan, bukan tanpa alasan, ayah nya yang bekerja sebagai pengacara berhasil membuat Roi di ringankan masa hukuman nya.
“Maaf kan aku Ra !!” kembali kata itu yang keluar dari bibirnya..
Dari kejauhan tampak Gibran baru saja akan masuk kesana, matanya menatap seorang laki-laki yang sedang duduk di makam Zara, Gibran heran siapa dia ??
Dengan segera Gibran melangkahkan kakinya untuk masuk kesana, samar-samar Gibran dapat mendengar isak tangis orang itu, Gibran semakin bingung siapa dia ?? apa dia mengenal Zara ??
“Maafkan aku Ra !!” hingga kata itu Gibran dengar dengan sangat lantang.
“Assalamaualaikum” seru Gibran hingga membuat Roi kaget, dengan cepat Roi menghapus air matanya, kemudian menoleh ke arah suara.
Baik Gibran ataupun Roi sama-sama kaget, dengan kehadiran diri masing-masing.
“Kamu” ucap mereka berdua serempak.
“Ngapain anda kesini ??” tanya Gibran.
“Bukan urusan mu” balas Roi dengan segera dia berdiri dan meninggalkan Gibran.
Gibran hanya menatap Roi dengan perasaan bingung, di tambah dengan mata Roi yang sembab membuat Gibran yakin kalau Roi habis menangis tapi menangis karena apa ??
Tidak ingin berpikir terlalu jauh, Gibran segera melaksanakan tugasnya untuk Ziarah ke makam Zara.
“Hai mas datang lagi” ucap nya sambil meletakkan bunga mawar di sana.
“Hari ini mas datang untuk meminta restu Ra, mas akan menikah, malam minggu nanti mas akan melamar nya, mas harap kamu merestui ya !!”
Setelah mengatakan itu Gibran segera membaca surat yasin untuk mendoakan Zara, hanya itu yang dapat dia lakukan untuk menebus semua kesalahan nya kepada Zara.
Setelah selesai Gibran mengelus batu nisan yang tertulis nama Zara.
“Mas pulang ya !! semoga kamu tenang di sana”
“Assalamualaikum"
Gibran pun bangkit dia langsung berjalan meninggalkan makam itu, sesekali dia menoleh untuk melihat ke arah makam Zara, Makam seseorang yang pergi tanpa pamit kepadanya.
Saat Gibran bertemu dengan penjaga makam disana, seperti biasa Gibran akan memberikan nya uang dan berpesan untuk selalu menjaga makam Zara.
__ADS_1
“Terima kasih ya mas” ucap sang penjaga makam.
“Sama-sama”
*
*
DI JAKARTA -------
Zea sedikit berlari dari arah kamarnya, menemui kedua orang tuanya yang sedang mengobrol di ruang keluarga sembari menonton televisi.
“Papa, Mama” panggil Zea
Angga dan Maya serempak menoleh.
“Ada apa sayang ??” tanya Maya heran.
“Iya nak ada apa ?? sepertinya kamu kelihatan bahagia sekali” sahut Angga yang juga bertanya.
“Hehe, itu pa, ma, Zee mau mengabarkan kalau keluarga mas Fauzan akan datang untuk melamar Zee” jawab Zea dengan senang, bagaimana tak bahagia tadi pagi selepas sholat dhuha Fauzan mengabari kalau malam minggu nanti dirinya beserta kedua orang tuanya akan datang untuk melamar Zea.
“Benarkah sayang ??” tanya Maya memastikan, dirinya pun ikut bahagia akan hal itu.
“Iya ma”.
“Wah selamat ya sayang, mama turut bahagia mendengarnya” ucap Maya dan langsung memeluk tubuh putri bungsunya.
“Baik pa” jawab Zea bahagia.
Akhirnya penantian nya selama ini akan segera terkabul, menjadi istri Fauzan sangat membuatnya bahagia.
*
*
Saat itu Zenia sedang membaut susu untuk nya bersama Aisyah, sementara Zahran dan Fahri sedang berada di ruang keluarga, mereka tidak ke kantor hari ini, karena hari jumat semuanya di liburkan oleh Zahran, bagi Zahran hari jumat adalah waktunya untuk beribadah.
Setelah membuat susu Zenia dan Aisyah kembali ke ruang kelurga menghampiri kedua suaminya, sementara ketiga anak nya sudah duluan ke ponpes dan mereka akan menyusul sebentar lagi.
“Sini sayang duduk !!" ucap Zahran sembari menepuk sofa di sebelahnya untuk di duduki sang istri.
Dengan segera Zenia duduk di sebelah suaminya, sedangkan Aisyah duduk di samping Fahri.
“Nanti Byby ngajar ya ??” tanya Zenia.
“Iya sayang, menggantikan Abi, tidak apa-apa kan ??”
“Ya tidak apa-apa lah By, Nia cuma nanya saja kan sudah lama Byby tidak mengajar” jawab Zenia.
__ADS_1
“Iya bro, benar kata dek Nia sudah lama sekali Anta tidak mengajar" sahut Fahri.
“Iya, selama di turki juga Anna tidak pernah mengajar Fah" jawab Zahran.
“Emang Byby masih hapal materinya ??” tanya Zenia lagi.
“Kamu meragukan Byby sayang ??”
“Sedikit by"
“Hehe, insya Allah Byby masih hapal materinya, semalam juga Abi sudah memberikan apa yang akan di bahas nanti”
Zenia mengangguk-anggukan kepalanya.
Tiba-tiba Fahri ingat kalau Gibran akan menikah dia lupa untuk memberi tahu kepada Zahran.
“Oh iya, bro aku lupa, Gibran katanya akan menikah” ucap Fahri langsung.
“Menikah ?? sama siapa ??” tanya Zahran, dia juga terkejut dan sedikit bingung dengan siapa Gibran akan menikah.
“Tidak tau, katanya nanti kenalan langsung saja pas acara lamaran"
“Oh”
*
*
Di rumah Gibran Susi tengah sibuk untuk mengurusi acara lamaran anak nya.
“Akhirnya Gibran nikah juga" ucap nya dengan senang.
Iya setelah pulang dari butik Ica, Gibran langsung mengatakan kepada kedua orang tuanya kalau dia akan menikah dan akan melamar wanita itu malam minggu nanti, tentu saja kabar itu sangat membuat sang ibu berbinar ria.
“Pasti dia lebih cantik dari Zenia” ucap nya lagi.
Susi sangat jengkel kepada Zenia karena Zenia selalu menolak untuk memberikan hak asuh kepada Gibran, padahal dulu Susi sangat menyayangi Zenia seperti anak kandung nya sendiri.
Entah kenapa sekarang, hanya karena dia ingin membuat Raja bersama Gibran hingga melupakan rasa sayangnya, beruntungnya Zenia tak pernah ambil pusing.
*
*
...**LIKE DAN KOMEN ...
AUTHOR SEDIH TAU GAK ADA YANG KOMEN KATANYA NOVEL INI SEPOTONG-SEPOTONG HINGGA MEMBUATNYA MALAS UNTUK BACA, YA ALLAH AUTHOR JUGA MANUSIA BIASA, DUNIA NYATA AUTHOR TAK SEINDAH DUNIA HALU, DI SELA-SELA MENULIS AUTHOR HARUS MENGURUS RUMAH DAN ANAK.
JADI TOLONG KALAU KOMEN JANGAN MEMBUAT AUTHOR DOWN !! KATANYA KENAPA GAK LANGSUNG TAMAT AJA SIH ??
__ADS_1
HARAP SABAR NOVEL INI AKAN SEGERA END, TINGGAL BEBERAPA EPISODE LAGI JUGA END.. PALING YA SEKITAR 4 EPISODE LAGI.
SEDIH AUTHOR TU 😭😭😭😭**