Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 60


__ADS_3

**Jangan lupa vote dulu ya !!


Selamat membaca ________😁**


...****************...


2 bulan kemudian, kini usia kandungan Zenia sudah memasuki bulan ke 8, tinggal 1 bulan lagi maka Zenia akan melahirkan, Zahran semakin menjaga sang istri dengan ketat, bahkan untuk mengambil makanan saja di larang oleh Zahran, dia takut Zenia capek, maka dari itu dia yang akan selalu menyediakan keperluan istrinya.


Fahri dan Aisyah juga sudah pulang dari bulan madu, saat ini Fahri sudah kembali mengurus perusahaan di bantu oleh Zaidan, karena untuk sementara Zahran tidak bisa datang ke kantor kacuali benar-benar ada meting mendadak yang tidak bisa di wakilkan .


Sedangkan Gibran dia kembali ke Negara X, setelah seminggu dia di indonesia dan tentunya sudah bertemu dengan kedua orang tuanya, Untuk Zara saat ini dia benar-benar berubah, bahkan dia sudah memakai hijab, dia tinggal di pesantren bersama Umi dan Abi, sementara Zaidan dia pindah ke rumah Zahran semenjak Zara tinggal di rumah utama ponpes.


Zara sudah tidak memaksa Gibran untuk kembali kepadanya, dia pikir Gibran berhak mendapatkan wanita yang lebih baik darinya, yang bisa memberikan keturunan tentunya, sedangkan dia sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa merasakan jadi seorang ibu, makanya saat ini Zara sudah tidak pernah membahas masalah jodoh, dia ingin menikmati hidupnya di pesantren, jika Allah memberikan dia jodoh maka Zara akan menerima nya akan tetapi bilaa sebaliknya Zara pun tidak akan mempermasalahkan nya.


Pagi ini Zara berkunjung ke rumah sang kakak, untuk mengantar makanan yang di buat oleh Umi, karena Umi belum bisa kesana soalnya harus menemani Abi bertausyah di kampung sebelah.


“Assalamualaikum” ucap Zara saat sudah berada di rumah kakak nya.


“Walaikum salam, eh non Zara, mari masuk Non !!” balas Bi Rum sembari mempersilahkan tamu nya masuk.


“Silahkan duduk dulu Non !! bibi panggil Non Nia nya dulu ya !!” sambung bi Rum lagi.


“Baik Bi, terima kasih” ucap Zara sopan.


Bi Rum segera ke lantai atas untuk memanggil Zenia.


Tok tok tok.


Bi Rum mengetok pintu kamar Zenia, tidak lama Zenia keluar.


“Iya bi ada apa ??” tanya Zenia.


“Ada Non Zara di bawa Non” jawab Bi Rum langsung.


“Oh iya bi, tolong buatkan minum ya !! Nia sebentar lagi turun” pinta Zenia dengan lembut.


“Baik non” akhirnya Bi Rum kembali ke lantai bawah.


Sementara Zenia masuk lagi ke dalam kamar, tidak lama Zahran keluar dari kamar mandi.


“By ini bajunya, Nia turun dulu ya, ada Zara di bawah” ujar Zenia sembari meletakan baju ganti untuk suaminya.

__ADS_1


“Iya sayang terima kasih, hati-hati kalau turun tangga !! nanti Byby menyusul” balas Zahran.


Zenia pun meninggalkan suaminya yang masih berganti pakaian, setelah turun dia melihat Zara sedang bermain dengan Raja.


“Loh anak bunda udah disini rupanya ??” suara Zenia menghentikan mereka berdua bermain, Zara langsung berdiri untuk menyalimi tangan kakak nya, sedangkan Raja seperti bisa dia akan bergelayut manja kepada sang bunda, tapi dia tidak akan meminta gendong, dia tahu kalau saat ini bunda nya tengah mengandung,.


“Oh iya ini titipan dari Umi kak” sembari menyerahkan rantang makanan kepada Zenia “Katanya nanti soreh Umi baru kesini” sambung nya lagi.


“Apa ini dek ?? Kalau begitu mari kita makan bersama, kebetulan kakak juga belum makan” ucap Zenia sembari mengambil rantang makanan di atas Meja.


Mereka menuju dapur untuk menyiapkan makanan, Ternyata Umi mengirim rendang daging, karena minggu lalu Zenia mengidam rendang.


Tidak lama Zahran turun dan bergabung di meja makan, Zahran melihat ada rendang, dia pun bertanya.


“Sayang kok ada rendang daging ??” tanya Zahran heran.


“Di kirimin Umi By, Itu Zara yang antar, katanya Umi lagi nemenin Abi ke kampung sebelah, nanti soreh baru kesini” jelas Zenia.


Zahran mengangguk tanda mengerti.


“Ba ayo makan !! Aja udah laper” pinta Raja.


Akhirnya mereka makan dengan tenang tak lupa membaca doa dulu, Zara yang sudah makan di rumah kembali makan lagi karena tidak enak kepada kakaknya, sedangkan Zaidan dia sudah berangkat ke kantor pagi sekali karena akan ada pertemuan dengan klien.


Setelah mereka makan pagi atau di bilang sarapan, Zara pamit untuk pulang.


“Kok cepat banget dek ??” tanya Zenia.


“Hehe Zara ada kegiatan di ponpes kak, nanti kesini lagi kok sama Mbak Ais juga” jawab Zara.


“Oh begitu, ya sudah kamu hati-hati di jalan ya !!” ucap Zenia


“Iya kak, Assalamualaikum” pamit Zara kemudian.


“Walaikum salam” balas Zenia


Setelah Zara pergi Zenia kembali keruang keluarga menghampiri suami dan anak nya.


“By jalan-jalan yok, kita juga kan belum beli perlengkapan twins” ajak Zenia.


“Aja ikut” seru Raja senang karena mendengar kata jalan-jalan.

__ADS_1


“Hehe iya sayang, Raja ikut kok, ya sudah Byby ambil tas kamu dulu” jawab Zahran dan kembali ke kamar mereka untuk mengambil ponsel serta tas kecil istrinya.


“Ayo kita berangkat” ajak Zahran setelah mengambil barang-barang istrinya.


“Lest go” ucap Raja girang.


Zenia hanya tersenyum melihat tingkah anak pertama nya itu.


*


*


Mereka bertiga memasuki Mall terbesar di kota D, Zahran berjalan menggandeng tangan Raja, mengikuti langkah kaki istrinya.


Zenia memasuki baby shop dan memilih perlengkapan untuk calon anak mereka yang tinggal 1 bulan lagi akan lahir.


“By ini bagus gak ??” tanya Zenia, sambil menunjuk dua boks bayi.


“Bagus sayang” jawab Zahran


Tidak terasa sudah hampir siang mereka disana, Zahran melihat istrinya sudah keringatan walaupun mereka dalam ruangan ber Ac.


“Kita istirahat dulu ya sayang lihat kamu udah keringatan gitu” ujar Zahran, karena dia khawatir dengan kondisi istrinya.


Zenia mengiyakan, karena dia juga sangat merasa lelah, Zahran mengajak istri dan anaknya duduk di tempat makan, karena Raja meminta es krem.


“Sayang mau es cream juga ??” tanya Zahran sebelum memesan untuk anak nya.


Zenia hanya mengangguk, dia tidak tau kenapa badan nya terasa sangat lelah, melihat istrinya hanya mengangguk dan mendengar nafas istrinya tak beraturan membuat Zahran begitu khawatir.


“Sayang kamu kenapa ??” tanya Zahran.


“Iya Bunda kenapa ?? kok nafas gitu ??” Raja tak kalah khawatir melihat bunda nya seperti itu, apalagi Zenia memegangi dada nya seperti nya dia sesak nafas.


“Tidak tau By” jawab Zenia terbata-bata.


“Kita kerumah sakit aja ya sayang” Zahran tidak mau mengambil resiko, dia langsung membawa istrinya ke rumah sakit.


“Raja ayo sayang kita bawa bunda kerumah sakit, makan es cream nya nanti aja ya” ucap Zahran kepada anak nya.


Raja sang anak cerdas langsung mengerti kalau bunda nya sedang tidak sehat, dia pun langsung mengangguk dan menggandeng tangan Zahran untuk keluar dari Mall itu.

__ADS_1


__ADS_2