Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part41


__ADS_3

Sehari sebelum menjelang pernikahan rumah kediaman Angga tampak sangat ramai, bahkan melebihi waktu acara lamaran, pernikahan Fauzan dan Zea akan di langsung dengan sangat mewah, bahkan Angga tak tanggung-tanggung menyewa gedung paling mahal untuk acara resepsi, tentunya dengan bantuan sang menantu yang seorang CEO siapa lagi kalau bukan Zahran.


Saat ini Zenia sedang menemani adik satu-satunya yang sedang luluran di kamar tamu, karena kamar Zea sedang di rias untuk di jadikan kamar pengantin.


“Kakak beneran gak ikut luluran juga ??” tanya Zea melirik sang kakak yang sedang memainkan ponselnya.


Zenia mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah sang adik, dengan senyuman nya dia berkata “Tidak dek, kamu saja”


“Kalian berdua ini mirip sekali, sama-sama cantik” ucap salah-satu mbak yang sedang memijit bagian badan Zea.


“Hehe, iya mbak, namanya juga kakak adik” jawab Zenia.


********


Setelah siang hari Zea sudah selesai luluran, dia dapat merasakan kulit nya menjadi sangat halus, tiba-tiba dia ingat kalau ada satu permintaan nya yang belum di sampaikan kepada sang calon suami.


Buru-Buru Zea mengambil HP nya untuk menghubungi Fauzan, dengan segera dia mengetik pesan untuk dia kirimkan ke Fauzan.


“Assalamualaikum Mas, maaf mengganggu” pesan terkirim.


Sudah 5 menit tapi belum ada juga balasan dari Fauzan, akan tetapi Zea tetap sabar menunggu, di menit ke enam pesan masuk di ponselnya.


“Waalaikumsalam, iya kenapa dek ??”


“Ada yang belum Zee sampaikan ke Mas, ini tentang permintaan Zee”


“Apa itu ?? katakan saja, jika mas bisa akan mas lakukan”


“Gini mas, Zee minta nanti mas bacakan surat AR RAHMAN, cukup 20 ayat saja!!”


“Masya Allah, baik dek akan mas bacakan !!”


“Terima kasih mas”


“Sama-sama”


Zea cukup sangat bahagia karena Fauzan menyanggupi permintaan nya, Zea tau bukan masalah bagi Fauzan untuk membacakan ayat itu.


🌹


🌹


🌹


Keesokan paginya acara yang di tunggu-tunggu akan segera terlaksanakan, hari itu adalah hari pernikahan Fauzan dan Zea, saat akan nikah memang belum banyak tamu yang datang hanya beberapa orang saja yang tak lain kerabat dekat dari pihak laki-laki dan perempuan.


Fauzan sudah duduk bersila di depan papa Angga, sementara Penghulu duduk di samping Angga, Abi Ahmad dan Abi Hasyim muzadi (Abi nya Zahran) duduk berdampingan, mereka di tugaskan menjadi saksi.

__ADS_1


Fahri dan Zaidan duduk di belakang Fauzan, sementara Zahran dia duduk bersama kedua putra nya yaitu Raja dan Arda, sedangkan Adel dia masih di kamar bersama Zea.


“Sudah siap saudara Fauzan ??” tanya Pak penghulu.


Dengan mengucap Basmallah Fauzan mengangguk.


“Baiklah, silahkan jabat tangan Pak Angga” pinta pak penghulu lagi.


Dengan segera Fauzan menyambut tangan sang calon mertua yang beberapa menit lagi resmi jadi bapak mertuanya.


“Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka Binti Zea Shakila alal Mahri seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan


Artinya: “Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu puteriku Zea Shakila dengan mahar Seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan”


Dengan satu Tarikan Nafas Fauzan langsung menjawab.


Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq.


Artinya: "Aku terima nikahnya dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah.”


Kata SAH langsung terucap oleh para saksi,di lanjutkan dengan membaca doa.


Setelah ijab kabul selesai kini Fauzan dan Zea sudah Halal, yaitu resmi menjadi suami Istri, Zenia dan Maya langsung berdiri untuk menjemput Zea.


Cekek.


Pintu di buka, Zea menoleh ke arah sang Kakak dan Mama nya, Zenia langsung segera memeluk tubuh adik nya.


“Iya kak, makasih”


Maya pun tak kuasa menahan air matanya, tapi sebisa mungkin dia tahan, dia tidak ingin merusak momen bahagia putri bungsunya.


“Ayo sayang kita turun” ajak Maya kemudian


Jantung Zea berdegup sangat kencang, rasa lega bercampur bahagia merasuki dirinya, sekarang dia sudah menyandang status baru yaitu status istri nya Fauzan.


Adel berjalan duluan, dia memegangi bunga, tak kalah cantik dari sang pengantin putri dari pasangan Zahran dan Zenia itu berhasil membuat semua orang kagum nantinya.


Zenia dan Maya berjalan dengan mengapit Zea, sama persis saat dulu Zenia menikah hanya saja dulu dia temani sang mama dengan Zara.


Benar saja semua mata tertuju kearah tangga dimana sang pengantin turun, tapi mereka mala fokus ke arah anak kecil dengan balutan gamis Syar'i dan hijab nya sangat pas di tubuhnya.


Zahran yang melihat semua orang malah memperhatikan anak perempuan nya, langsung berdiri dia langsung berjalan untuk menggendong sang putri.


Umi yang melihat sang anak terlihat posesif.hanya tersenyum.


“Ya Allah nak, putrimu saja masih sekecil itu tapi sudah terlihat sangat cantik bagaimana saat dia dewasa nanti, Umi yakin kamu akan menjadi pengawal kemanapun putrimu pergi” seru Umi dalam hati.

__ADS_1


Zenia heran kenapa suaminya langsung membawa Adel tak ingin mengambil pusing Zenia terus berjalan untuk mengantarkan adik nya kehadapan Fauzan.


“Assalamualaikum” ucap Fauzan setelah Zea berada di hadapan nya.


“Waalaikumsalam” jawab Zea.


Kedua nya tampak sangat gugup, padahal ini bukan lah pertemuan pertama mereka tapi entah kenapa baik Fauzan maupun Zea sama-sama canggung.


Fauzan langsung memasangkan cincin di jari manis istrinya, di lanjut oleh Zea memasangkan cincin di jari sang suami, setelah itu Zea langsung mencium tangan Fauzan.


Fauzan juga membacakan doa di ubun-ubun sang istri, di dalam hatinya dia berharap pernikahan nya dengan Zea mendapatkan ridho dari yang maha kuasa.


****


Zenia duduk di samping Zahran dengan memangku Adel, kemudian Zahran membisikkan sesuatu yang membuat Zenia tercengang.


“Siapa yang mendadani putriku seperti ini ?? kamu tau sayang mereka semua memandang ke arah Adel dan Byby tidak suka itu” ucap Zahran langsung.


“Maksud Byby apa ??”


“Adel sangat cantik sayang, dan semua mata memandang ke arah nya, Byby sebagai ayah tidak suka dengan cara pandangan mereka, nanti pas acara resepsi biar Adel sama Byby saja, kalau sama kamu nanti di buat secantik ini lagi”


Zenia cemberut merasa kesal dengan sikap Zahran, padahal penampilan Adel sama seperti Zenia, mereka memakai baju sewarna, Zenia memang sangat senang saat mendadani sang putri baginya dia seperti ada teman baru.


“Baba sama Bunda lagi bicara apa ??" tanya Arda yang sedari tadi melihat kedua orang tuanya berbisik.


“Eh tidak sayang" jawab Zahran sambil mencium Arda di lanjut dengan Raja.


“Byby posesif” kata Zenia langsung.


_


_


_


_


_


_


_


_


......LIKE DAN KOMEN......

__ADS_1


...BOLEH BAGI KEMBANG, ATAUPUN KOPI YANG PENTING IKHLAS !!...


Author : Pada mau kondangan gak ???


__ADS_2