
Setelah mendapat kabar dari Zahran kalau istrinya hamil, kedua orang Tua Zenia langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kota D, dengan semangat 45 mereka melangkah keluar rumah untuk segera berangkat.
Di ruang keluarga Zara tengah duduk sambil menonton televisi, melihat kedua orang tuanya yang tertawa bahagia dia langsung heran, Zara pun berdiri mendekati kedua orang tuanya yang baru turun dari lantai satu.
“Kalian mau kemana Ma, Pa ??” tanya Zara heran saat melihat kedua orang tuanya membawa koper masing-masing.
“Kami mau ke kota D, nengok Kakak mu tadi baru dapat kabar kalau saat ini Zenia Hamil” jelas Maya sembari tersenyum, raut kebahagiaan begitu nampak dari mereka.
“APA ?? Kak Nia Hamil” tanya Zara memastikan.
“Iya, kenapa memang nya ??” sahut Angga memandangi keterkejutan dari putri bungsunya.
“Tidak apa-apa Ma, nanti kalau mas Gibran pulang kami segera menyusul” jawab Zara memalingkan wajahnya, dia tidak mau kalau kedua orang tuanya tau saat ini dia sangat membenci sang Kakak.
Putri bungsu dari ANGGARA BAGASKARA itu benar-benar membenci kakak nya, entah apa yang di perbuat oleh Zenia sehingga Zara begitu membencinya, saat ini hati nya sudah sekeras batu, yang akan sulit untuk di lunak kan.
“Tidak perlu menyusul, kami berdua tidak akan lama, kasian Gibran nanti dia lelah kalau kamu langsung ajak melakukan perjalanan jauh” pinta Maya, rupanya dia masih menaruh kasih sayang untuk menantunya Gibran, walau Gibran sudah sangat menyakiti putri sulung nya.
Namun Zara tak menjawab, dia langsung pergi menuju kamarnya, Angga dan Maya yang saat ini tengah di penuhi kebahagiaan jadi tidak mengambil pusing dengan kelakuan anak nya.
Di dalam kamar Zara melempar seluruh peralatan Mike Up nya, dia memandangi dirinya di cermin sembari berkata.
“Aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia Zenia” ucap Zara sembari menatap tajam dirinya di cermin.
“Kamu lebih baik Mati, hingga semua kasih sayang Mama dan Papa utuh untuk diriku, dan Juga Mas Gibran dia tidak akan lagi mencuri pandang padamu, Aaaaaahhhh, Aku benci kamu Zenia Shakila” teriak Zara sembari melemparkan ponsel nya ke kaca di depan nya, sehingga kaca itu pecah dan beberapa pecahan kaca itu mengenai kakinya.
“Kita lihat seberapa lama bayi itu bertahan di rahim mu, Hahahaha” Zara berkata lagi sembari di iringi Tawa.
Dia langsung mengambil kembali ponselnya untuk menghubungi Lia teman nya.
“Halo ada apa lagi Ra ??” tanya Lia langsung, dia begitu malas berhubungan dengan Zara yang semaunya sendiri.
“Carikan gue obat penggugur kandungan yang paling mujarab, dan kalau perlu obat itu bisa membuat seseorang tidak bisa hamil lagi” pinta Zara langsung
“Gila loh ya, itu obat buat Apaan ??” Lia tampak kaget mendengar perkataan dari Zara.
“Gak usah banyak tanya, tugas loh hanya mencari apa gue butuhkan, nanti kita ketemuan di tempat biasa, loh bawa obatnya dan Gue bawa uang buat bayaran loh” gertak Zara kemudian
Mendegar kata Uang langsung membuat Lia menyetujui permintaan Zara, dia tidak memikirkan kelanjutan nya. setelah sambungan telfon terputus Zara langsung menyiapkan uang yang akan di berikan kepada Lia.
“Bi Tolong bersihkan kamarku” pinta Zara saat dia telah keluar dari kamarnya.
“Baik Non” jawab nya dengan sopan
Zara langsung pergi ke tempat dimana dia janjian dengan Lia.
__ADS_1
*
*
*
Di kota D..........
“Sayang makan dulu ya !! dari tadi kamu belum makan, kasian calon anak kita” pinta Zahran dengan lembut.
“Aku gak mau By, bau makanan itu membuat aku kembali mual” ucap Zenia.
Zahran menghela napasnya, dia bingung harus bagaimana, dari tadi pagi Zenia hanya munta-munta tapi tidak ada makanan sedikitpun yang masuk kedalam perutnya, hanya air putih itupun langsung di keluarkan lagi, Zahran khawatir istri dan anaknya terjadi apa-apa.
“Mungkin Nia mau makanan lain Ran, coba tanya dulu” ucap Umi yang baru keluar dari kamar Raja.
“Sayang kamu mau makan apa ?? nanti Byby belikan” Zahran langsung bertanya pada istrinya.
“Emmm, Nia mau makan Bakso By” jawab Zenia langsung.
“Ok sayang tidak mengapa, yang penting kamu makan” ujar Zahran tersenyum.
“Tapi Nia mau makan disana By, kalau di bawa pulang udah gak enak” pinta Zenia manja.
Mereka berdua pamit kepada Uminya, setelah mengetahui menantunya Hamil, dari kemaren Umi langsung menginap di rumah Zahran, dia turut membantu mengurus Raja, apalagu kondisi menantunya sangat lemas dan tidak mau makan apa-apa, sedangkan pak Kyai dia pulang ke Pon_pes bersama Fahri.
*
*
*
Kembali ke Angga dan Maya........
“Pa kita mampir beli buah dulu !!, siapa tau anak kita lagi pengen buah kan ??” ucap Maya kepada suaminya
“Baik Ma” jawab Angga, dia langsung melajukan mobilnya pelan untuk mencari kios yang menjual Anekah buah yang masih segar.
Tidak lama kemudian mereka telah berhenti di kios pinggir jalan yang menjual beberap jenis buah-buahan, Maya langsung turun sedangkan Angga hanya menunggu di dalam mobil.
*
*
*
__ADS_1
Di kafe jakarta.
Zara menunggu Lia di kafe tempat mereka biasa bertemu, tidak lama kemudian Lia datang, dia langsung melambaikan tangan nya saat melihat Lia celingak-celinguk mencari dirinya.
Lia pun berjalan menuju tempat Zara duduk, dia langsung menarik kursi dan duduk di hadapan Zara.
“Ini pesanan loh” ucap Lia pelan sembari memberikan pesanan Zara.
Zara pun langsung menerima nya.
“Hasiat nya apa saja ??” tanya Zara sembari melihat botol obat yang di berikan Lia.
“Saat seseorang meminum ini bagi yang hamil dia langsung keguguran dan juga dia tidak akan bisa punya anak lagi, tapi ada juga kemungkinan terburuk nya” jelas Lia menggantung.
“Apa” balas Zara penasaran.
“Orang itu bisa meninggal” ucap Lia pelan
Zara langsung terdiam, tapi seketika senyum licik nya muncul.
“Bagus, kematian mu ada di tangan ku Zenia,” batin Zara sembari tersenyum.
melihat Zara tersenyum membuat Lia heran.
“Kenapa loh senyum-senyum sendiri ?? dan itu buat siapa ??” tanya Lia penasaran.
“Ada deh mau tau aja, ini bayaran buat loh, thanks ya” ucap Zara sembari memberikan sebuah amplop coklat yang sudah berisi uang untuk Lia.
“Ok” balas Lia dengan menerima amplopnya.
Zara langsung berdiri meninggalkan Lia, dia sudah gak sabar untuk berangkat ke kota D, dia pun langsung menghubungi Suaminya agar segera pulang.
“Halo mas, lagi dimana ??” ucap Zara saat panggilan telfon nya langsung di jawab oleh Gibran.
“Lagi kerja, ada apa ??” jawab Gibran cuek.
“Pulang sekarang ya mas, kita berangkat ke Kota D” jelas Zara langsung.
“Ngapain kesana ??” tanya Gibran heran.
“Nanti aku jelasin yang penting kamu pulang sekarang, aku akan menyiapkan pakain untuk kita disana” ucap Zara dan tanpa menunggu persetujuan dari Gibran dia langsung memutuskan sambungan telfonnya, karena dia yakin Gibran tidak akan menolak.
*
* Like + komen + vote nya ya.
__ADS_1