Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 68


__ADS_3

Setelah tiba di indonesia Gibran langsung menuju ke rumah Zahran dan Zenia, dia benar-benar sangat merindukan Raja.


“Assalamualaikum” ucapnya saat sudah berada di depan rumah Zahran.


“Walaikum salam” jawab seseorang dan ternyata itu adalah Zenia.


“Loh mas Gibran !!” Zenia kaget dengan kedatang Gibran tiba-tiba, karena memang Gibran tidak mengabari siapa-siapa kecuali kedua orang tuanya.


“Maaf karena kedatangan saya mengganggu, saya kesini cuman ingin bertemu dengan Raja sebelum kalian pindah ke Turki” jelasnya secara formal, dia tak berani menatap Zenia apalagi saat ini penampilan Zenia sudah memakai cadar.


Zenia tampak menganggukan kepalanya dan kemudian mwnyuruh tamunya masuk “Silahkan masuk” ucap Zenia.


“Terima kasih” balas Gibran.


Gibran duduk di ruang tamu, sedangkan Zenia pergi ke kamar Raja untuk memberi tahu kalau saat ini ada ayahnya, entah kenapa ada perasaan canggung di dirinya.


“Bang, ada seseorang di depan yang ingin bertemu” ucap Zenia setelah berada di kamar anak nya.


“Siapa bunda ??” tanya Raja heran.


“Makanya temuin dulu biar tahu siapa !! Udah sana kedepan !! Bunda mau nelfon baba dulu” pinta Zenia dan akhirnya Raja menurut dia keluar dari kamarnya untuk menemui tamunya.


Betapa bahagianya Raja saat melihat sang Ayah sudah duduk manis di rumahnya, Raja langsung berlari untuk segera memeluk Ayah nya.


“Ayah” teriak nya sembari berlari.


Gibran berdiri saat melihat anak nya, dia pun merentangkan kedua tangan nya untuk menyambut pelukan sang anak.


“Uuuh anak Ayah udah besar sekarang” ucap Gibran saat sudah menggendong anak nya, dia menciumi kedua pipi anak nya, menyalurkan rasa rindunya selama ini.


“Kok gak bilang Raja kalau Ayah mau kesini ??”


“Kan biar kejutan Nak” jawab Gibran sembari tersenyum.


“Oh iya ini ayah bawain Robot” sambung Gibran lagi sembari memberikan mainan kesukaan anak nya.


“Terima kasih ayah” ucap Raja dengan senang


“Sama-sama sayang”


Tidak lama Zahran dan Zaidan pulang dari kantor.


“Assalamualaikum” ucap mereka berdua secara serempak.


“Walaikum salam” sahut Gibran dan Raja.


“Kenapa tidak mengabari dulu Gib ?? Kalau mau kesini, kan bisa menyiapkan makanan” ucap Zahran saat sudah menjabat tangan Gibran.


“Tidak usah repot-repot mas, memang Gibran pulang nya dadakan” ucap Gibran.


“Tidak merepotkan sama sekali, kita ini keluarga” Sahut Zahran.


Zaidan hanya diam saja, tapi tak lama matanya melihat Raja sedang memainkan robot baru.


“Cie mainan baru” ucapnya, hingga membuat Gibran dan Zahran menoleh ke arah Raja.

__ADS_1


“Iya Om di bawain sama Ayah, Bagus gak Om ??” tanya Raja sembari mengangkat robot itu ke arah Zaidan.


“Bagus, Om boleh pinjam gak ??” tanya Zaidan dan berjalan ke arah nya.


“Tidak boleh !!” ucap Raja.


“Pelit, awas aja kalau minta es cream lagi sama om, gak akan om beliin” Zaidan pura-pura merajuk, membuat Zahran geleng-geleng kepala, sedangkan Gibran hanya tersenyum lucu.


“Raja juga tidak mau makan es cream lagi, kata Baba nanti gibi Raja rusak” ucapnya membela diri.


Zaidan diam tak tau harus bicara apa lagi, karena memang akhir-akhir ini Zahran melarang Raja untuk terus memakan es cream, Zahran tidak mau gigi anak nya rusak kalau kebanyakan makan Es, apalagi Raja juga masih minum susu.


*


*


Malam belum terlalu larut, mentari baru saja terbenam di ufuk barat, Zahran tengah menunggu anak dan istrinya untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah, sedangkan Zaidan dan Gibran mereka memilih mencari masjid terdekat untuk melaksanakan sholat Maghrib.


Sholat Maghrib adalah salat wajib yang dilaksanakan setelah matahari tenggelam.


Melaksanakan Sholat Maghrib adalah fardhu ain bagi setiap muslim dan muslimah.


Hukum melaksanakan Sholat Magrib adalah wajib bagi setiap muslim.


Sholat Magrib termasuk ibadah dengan waktu yang pendek.


“Sudah siap Bun ??” tanya Zahran.


“Sudah By” jawab Zenia.


اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى


Ushalli fardhol maghribi tsalaatsa raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala


Artinya: "Aku berniat shalat fardhu Maghrib tiga raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala"


niat sholat mahgrib sebagai makmum


اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى


Ushalli fardhol maghribi tsalaatsa raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muuman lillaahi ta'aala


Artinya: "Aku berniat shalat fardhu Maghrib tiga raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah


Setelah lama tidak melaksanakan sholat di karenakan sedang masa nifas kini Zenia bisa kembali merasakan sholat berjamaah bersama suami tercinta.


Akhirnya Sholat maghrib pun selesai mereka laksanakan, Zenia mencium tangan suaminya, di ikuti oleh Raja, setelah sholat maghrib Zahran mengajak Raja untuk membaca Al-quran, sedangkan Zenia dia langsung beranjak karena mendengar Arda sudah menangis.


“Ya sudah Raja mau baca surat apa Nak ??”tanya Zahran dengan nada lembut.


“Surat Al-ikhlas aja Ba” jawab nya.


“Oh iya sayang, silahkan baca nanti baba benerin kalau ada yang salah” titah Zahran lagi.


Raja mengangguk kemudian dia mulai membaca surat Al-ikhlas, di awali dengan membaca ta'awwuz, bacaan ta'awwuz adalah  “a'udzu billahi minasy syaithonir rajiim”yang artinya 'aku berlindung kepada Allah dari gangguan syaitan yang terkutuk'. ... Setelah ta'awwuz kemudian bukalah Al Quran dengan membaca basmallah.

__ADS_1


Raja membacakan surat Al-ikhlas dengan baik walaupun ada beberapa bagian yang salah, Zahran maklum karena Raja masih terlalu kecil.


“Masya Allah, anak Baba pintar sekali !! sekarang Raja tau gak ke utamaan membaca surat Al-ikhlas ??” tanya Zahran.


Raja menggeleng.


“Tolong jelaskan Ba, apa keutamaan membaca surat Al-ikhlas” pinta Raja.


“Baik sayang akan Baba jelaskan” ucap Zahran.


Surah Al-Ikhlas (الإخلاص) adalah surah ke-112 dari 114 surah dalam Alqur'an . Surah yang 'memurnikan keesaan Allah' ini diturunkan di Makkah (surah Makkiyah) terdiri 4 ayat, 15 kalimat dan 47 huruf.


Surah Al-Ikhlas memiliki keutamaan yang luar biasa karena di dalamnya menegaskan keesaan Allah Ta'ala dan menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Meskipun hanya 4 ayat, surah ini sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya. 


قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ


(Qul Huwallahu Ahad. Allahush shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufuwan Ahad)


Katakanlah (Muhammad): "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."(Surah Al-Ikhlas:1-4)


Keutamaan Surah Al-Ikhlas


1.Wasilah untuk Masuk Surga.


أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ حُنَيْنٍ مَوْلَى آلِ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ أَقْبَلْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ } فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَبَتْ


فَسَأَلْتُهُ مَاذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْجَنَّةُ


Aku telah mendengar Abu Hurairah berkata: "Aku datang bersama Rasulullah SAW, lalu Beliau mendengar seorang laki-laki membaca surat Al-Ikhlas: Qul huwallahu ahad, allahush-shamad lam yalid walam yulad walam yakullahu kufuwan ahad. Rasulullah SAW kemudian bersabda: 'Wajib baginya'. Aku bertanya, 'Apa yang wajib bagi dia wahai Rasulullah?' Beliau SAW menjawab: Surga." (Hadis Sunan An-Nasa'i No. 984.


2. Sepertiga Alqur'an.


حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَجُلًا سَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ لَهُ ذَلِكَ وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ زَادَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَخْبَرَنِي أَخِي قَتَادَةُ بْنُ النُّعْمَانِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


3. Dicintai Allah Ta'ala.


أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ عَنْ ابْنِ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ أَنَّ أَبَا الرِّجَالِ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَهُ عَنْ أُمِّهِ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ رَجُلًا عَلَى سَرِيَّةٍ فَكَانَ يَقْرَأُ لِأَصْحَابِهِ فِي صَلَاتِهِمْ فَيَخْتِمُ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ فَعَلَ ذَلِكَ فَسَأَلُوهُ فَقَالَ لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ


عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ


Telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Dawud dari Ibnu Wahab dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Amr bin Al Harits dari Sa'id bin Abu Hilal sesungguhnya bapaknya para lelaki -Muhammad bin Abdurrahman- telah menceritakan kepadanya dari ibuya 'Amrah dari 'Aisyah bahwa Rasulullah SAW mengutus seseorang dalam suatu pasukan (kecil), ia mengimami para sahabatnya dengan mengakhiri bacaan dengan surat Qul Huwallahu Ahad. Setelah pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW dan Beliau bersabda: "Tanyakan kepadanya alasan ia melakukan hal tersebut?" Lalu para sahabat segera bertanya kepadanya, dan ia menjawab: "Karena Qul Huwallahu Ahad adalah sifat Ar Rahman -'Azza wa Jalla- dan aku sangat suka membacanya." Rasulullah SAW bersabda: "Beritahukan kepadanya bahwa Allah 'Azza wa Jalla juga sangat mencintainya." (Hadis Sunan An-Nasa'i No. 983)


“Nah jadi itu sayang keutamaan membaca surat Al-ikhlas, sekarang Raja sudah mengerti ??” tanya Zahran setelah menjelaskan keuatmaan membaca surat Al-ikhlas.


“Insya Allah mengerti Ba, nanti kalau Raja lupa kan bisa tanya Baba hehe” jawabnya sembari menyengir.


Zahran gemas dengan Raja, dia pun menciumi kedua pipi anak nya, Zenia memperhatikan mereka berdua dari ranjang sembari menyusui anak perempuan nya Adel.


...****************...


**like..


komen...


Vote**...

__ADS_1


__ADS_2