Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 34 (Flasback kisah Gibran dan Zara 2 )


__ADS_3

1 minggu kemudian, Zara mencari strategi untuk menaklukan hati kakak iparnya itu, dan selama seminggu ini dia meminta sekolah di anterin Gibran, awalnya semua merasa aneh dengan sikap Zara tapi Zara menjelaskan kalau dia ingin merasakan gimana punya kakak laki-laki, dan kebetulan arah Sekolah Zara dan kantor Gibran sama makanya Gibran tidak menolak.


Di sekolah Zara berpikir keras bagaimana caranya.


“Ngelamun aja, mikirin apa sih ??” tanya teman Zara yang bernama Nina.


“Berisik” ucap Zara jutek.


“Lagi PMS kayak nya ni anak” timpal teman nya yang lain bernama Lia.


“Cara dapetin hati cowok itu gimana sih ??” tanya Zara tiba-tiba dan itu langsung membuat kedua teman nya meloto tak percaya.


Memang setelah kejadian dimana Zara mengetahui kalau kedua teman nya hanya menjdikan dirinya ATM berjalan, mereka berdua sangat merasa bersalah, dan akhirnya mereka berdua minta maaf dan sekarang dengan sungguh-sungguh ingin menjadi teman untuk Zara.


“Emang siapa yang mau kamu taklukin Ra ??” tanya Lia masih tak percaya.


“Ada deh, kalian gak usah tau, ayo cepetan gimana caranya, loh kan jago Lia” jawab Zara.


Memang Lia adalah perempuan nakal, semenjak ibunya meninggal saat dia kelas 2 SMA Lia harus mencari pekerjaan untuk membiayai kehidupan nya karena ayah nya pergi meningglkan dirinya juga, hingga akhirnya Lia bekerja di club malam dan terkadang dia jadi simpanan Om-Om tapi itu hanya Zara dan Nina yang tau.


“Kasih tau dulu siapa cowok nya !!” ucap Lia kemudian.


“Apa dia sekolah disini Ra??” tanya Nina yang dari tadi menyimak obrolan kedua teman nya.


“Udah gak sekolah kok, udah lulus kuliah mala” jawab Zara sambil tersenyum membayangkan wajah Gibran.


Melihat Zara senyum-senyum sendiri, Nina dan Lia jadi bergidik ngeri.


“Kalau loh beneran cinta sama dia, ya jebak aja lah” ucap Lia tiba-tiba dan itu langsung membuat Zara menatap nya dengan tajam.


“Maksudnya ??” tanya Zara penasaran.

__ADS_1


“Iya di jebak suruh tudur sama kamu, nanti kan kamu punya senjata supaya dia mau jadi pacar kamu, nah nanti jika dia menolak ancam aja dia, kalau dia udah kerja positif dia akan takut kalau loh nyebar foto kalian berdua” jelas Lia, seolah-olah dia sangat berpengalaman.


Zara tampak mengangguk-angguk kan kepalanya, seketiak terbit senyum di bibirnya menandakan kalau rencana Lia adalah yang terbaik untuk dia bisa memiliki Gibran.


“Mending jangan Ra, dekatin aja secara pelan-pelan, kalau dia jodoh loh pasti akan di dekatkan” nasehat Nina karena tidak ingin Zara menyesal di kemudian hari.


“Bodok amat, aku setuju dengan Lia” Jawab Zara.


“Lia nanti bantuin gue ya !! akan aku bayar dengan harga tinggi kalau sampai ini berhasil” sambung Zara.


Mendengar kata bayaran pasti nya langsung membuat Lia berbinar, bagi Lia apapun perkerjaan nya yang penting menghasilkan duit.


Akhirnya Lia setuju untuk membantu Zara,sedangkan Nina tidak ingin ikutan karena takut, Zara pun tidak masalah kalau Nina tidak ingin ikut.


_


_


Zara mengajak Gibran bertemu di sebuah kafe, dengan alasan kalau mantan pacarnya ingin bertemu dan Zara takut, karena merasa khawatir ahirnya Gibran menyetujuinya.


Zara melambaikan tangan nya saat melihat Gibran suda datang, Gibran pun mendekat dan langsung duduk di hadapan Zara.


“Maaf ya Mas, udah ganggu waktu kerjanya” ucap Zara seolah merasa tidak enak.


“Tidak apa-apa dek, yang penting adalah keselamatan kamu” balas Gibran.


Zara sangat bahagia mendengar kata-kata Gibran.


“Sebentar lagi kamu akan jadi milikku Mas, Maafkan aku Kak Nia, tapi Mas Gibran tu gak pantas buat kamu, dia lebih pantas bersanding dengan ku” Batin Zara sembari memandangi wajah Gibran.


“Oh iya mana teman nya dek ?? jam berapa dia dateng ??” tanya Gibran.

__ADS_1


“Emmm, mungkin sebentar lagi Mas, sabar ya, tapi nanti tolong ya Mas bilangin ke dia untuk tidak mengganggu Zara lagi” ucap Zara seolah-olah sedang merasa takut.


“Iya” balas Gibran lembut.


“Ini minum dulu Mas sambil menunggu teman ku” ujar Zara sambil menyerahkan satu jus Jeruk kesukaan Gibran, Zara juga memesan minuman juga agar Gibran tak curiga, tapi Zara memesan minuman itu sebelum Gibran datang agar dia bisa memasukan obat nya kedalam minumana Gibran, dan ternyata itu adalah obat kuat.


Mungkin karena merasa haus Gibran langsung meminum jus jeruknya sampai habis, Zara tersenyum senang, dan benar saja tidak lama kemudian, Gibran merasakan pusing, Zara seolah-olah bertanya ada apa.


Setelah Gibran pingsan, Zara di bantu oleh Lia untuk segera menuju hotel, karena sebentar lagi obat itu akan bereaksi, betul-betul sebuah rencana yang matang, Zara dengan sengaja memilih kafe yang dekat denga hotel.


Sampai di kamar hotel yang telah Zara pesan, Lia menyuruh Zara untuk memakai pakaian yang seksi, agar semakin memancing Gibran, tak lama Gibran sadar tubuh nya panas apalagi pas melihat seorang wanita yang berpakaian amat seksi, Gibran tak bisa menahan gejolak nya, Gibran langsung menyerang Zara, mencium bibir nya dengan sangat kasar, tapi Zara menikmati nya.


Hingga Akhirnya Gibran dan Zara melakukan hubungan inti yang biasa di lakukan oleh pasangan suami istri, entah berapa kali Gibran melakukan itu pada Zara hingga seluruh tubuh Zara di penuhi tanda merah kepemilikan Gibran.


Saat melakukan itu memang Zara masih perawan, entahlah apa yang mencuci otak nya hingga dia dengan tega menghianati kakak kandungnya sendiri.


Soreh hari Gibran terbangun, kepalanya masih sangat pusing efek obat perangsang yang di berikan Zara, Gibran memperhatikan kamarnya, dia begitu nampak asing dengan suasan kamar itu seperti kamar hotel, Gibran mencoba mengingat semuanya, hingga dia menangkap suara isak tangis dari seseorang.


Gibran melirik ke samping tempat tidur, dan betapa terkejutnya dia melihat Zara adik iparnya yang berada di sampingnya.


“Mas Gibran Jahat, kenapa Mas Gibran lakukan ini sama Zara ??” ucap Zara saat Gibran sudah duduk di sampingnya.


“Apa yang terjadi Ra ?? mas Gak tau apa-apa, Sungguh” Gibran menjawab apa adanya, karena memang dia tidak ingat apa-apa, seingat nya kalau Gibran lagi berada di Kafe untuk menemani Zara menunggu teman nya.


Sesuai anjuran Lia kalau Zara harus berpura-pura kalau dia sengaja di perkosa oleh Gibran, Akhirnya Zara mengarang karangan palsu.


“Tadi saat di Kafe mas tiba-tiba merasa pusing sampai pingsang, aku bingung harus bawa mas kemana, kalau aku bawa pulang Mama sama Kak Nia tau kalau hari ini aku bolos sekolah, hingga akhirnya aku bawa Mas ke hotel ini, aku cuman mau bantuin Mas Gibran aja, tapi ternyata Mas mengambil kesucian aku, hiks, hika” jelas Zara denga mengeluarkan air mata buayanya.


Mendengar semua itu, Gibran menjambak rambutnya dengan sekuat tenaga.


“Maafkan mas Dex, Mas beneran gak tau apa-apa” kata Gibran prustasi.

__ADS_1


“Mas harus bertanggung jawab, aku sekrang sudah gak perawan, siapa yang mau dengan ku lagi” ucap Zara dan itu berhasil membuat Gibran terdiam, bagaimana caranya bertanggung jawab sedangkan Zara adalah adik iparnya sendiri.


__ADS_2