Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 24


__ADS_3

Sudah jam 08 Malam tapi Zahran belum juga pulang, dari tadi Zenia sudah sangat gelisa karena suaminya belum juga kembali, ingin bertanya sama Umi tapi dia gak berani.


“Kemana dia ?? masa dia ninggalin aku si ??” batin Zenia prustasi.


Zenia terus mondar-mandir di kamarnya, dia sangat menyesal karena telah membentak suaminya tadi, Air mata nya sudah membendung di pelupuk matanya.


“Maafkan aku mas!! tolong jangan tinggalin aku !! hiks, hiks” Zenia menangis terisak.


Ceklek ( suara pintu di buka )


“Assalamualaikum sayang” ucap Zahran yang baru tiba di kamarnya.


Zenia yang mendengar suara suaminya langsung membalikan badan nya, mata nya sudah sembab karena menangis, hidungnya tampak memerah, Zenia langsung menerobos memeluk erat tubuh suaminya.


“Maafkan aku mas !! Maaf” ucap Zenia di pelukan Zahran.


Zahran bingung ada apa dengan istrinya, kenapa dia minta maaf ?? Zahran tidak tau kalau Zenia menangis karena merasa bersalah padanya.


Zahran juga memeluk istrinya, dia membiarkan Zenia menangis sampai dia merasa tenang dulu, barulah Zahran akan bertanya ada apa sebenarnya.


Tidak lama kemudian Zenia melepaskan pelukannnya.


“Ada apa ?? kenapa kamu menangis hemm??” tanya Zahran dengan begitu lembut.


“Maaf karena tadi Nia membentak mas !! pasti mas pergi karena marah sama Nia kan??” ucap Zenia seperti anak kecil yang baru melakukan kesalahan kepada orang tuanya


Zahran merasa gemas dengan istrinya, walaupun Zenia sudah pernah menikah tapi dia masih sangat manja, karena kedua orang tuanya masih sangat memanjakan Zenia.


“Hehehe, tidak apa-apa sayang !! terus mas tadi bukan nya pergi buat ninggalin kamu, tapi Mas ke masjid ponpes untuk melaksakan sholat bersama dengan para santri, dan itu sudah menjadi kegiatan Mas kalau lagi di Ponpes ini sayang, Maafkan mas juga ya kalau tadi gak sempat pamitan, soalnya waktu sholat Ashar sudah mau habis, dan Mas fikir pasti Umi akan ngasih tau kamu” jelas Zahran.


“Iya mas !! tapi lain kali izin ya mas !! Nia takut Mas akan ninggalin Nia, Masa Nia akan jadi janda untuk kedua kali nya si, gak mau lah !!” kata Zenia.


“Huuusss, Astaghfirullah!! jangan bicara seperti itu sayang !! InsyaAllah kamu adalah istri mas selamanya, tidak akan Mas biarkan kamu jadi janda lagi” ujar Zahran.


“Makasih mas” ucap Zenia tersenyum.


“Sama-sama, oh iya kamu sudah makan??” tanya Zahran.


Dan Zenia menggeleng pelan, karena memang dia belum makan malam, tadi Umi sudah mengajaknya untuk makan bersama tapi karena dia nungguin Zahran makanya sampai sekarang dia belum makan.


“Loh kok belum ?? apa Umi tidak memanggil mu??" tanya Zahran lagi


“Umi manggil Nia kok tadi mas, Tapi Nia mau makan bareng sama Mas” Jawab Zenia malu-malu.


Zahran tersenyum melihat kelakuan Zenia yang malu-malu.


“Ya sudah mas ganti baju dulu, baru kita turun untuk makan malam ya ??” tutur Zahran dan Zenia mengangguk.


__________


Di jakarta.....

__ADS_1


“Mas gib” panggil Zara pada suaminya.


“Iya sayang??” jawab gibran yang masih fokus lada laptopnya.


“Zara udah mau bobok” ucap Zara manja.


“Ya sudah bobok duluan,!! mamas ngerjain ini bentar, dikit lagi selesai” ujar Gibran tapi matanya tidak berpaling dari laptopnya.


Zara mendengus kesal, dari tadi dia ingin bermanja pada suaminya tapi mala di cuekin.


Akhirnya Zara menonton film thailand di ponselnya, karena terlalu asik menonton dia tidak menyadari kalau Gibran sudah berada di sampingnya, melihat istrinya cekikikan menonton film di Ponselnya Gibran segera merebut ponsel Zara dan itu membuat Zara terkejut.


“Mas, apaan sih??” ucap Zara marah.


“Katanya tadi mau tidur ?? kok mala asik nonton sih, sambil ketawa lagi” ujar Zahran


“Lagian Mas gib si asik sama laptopnya aku nya di abaikan” jelas Zara sembari mengerucutkan bibirnya.


Gibran gemas pada istrinya itu.


Cup


Gibran mencium bibir Zara, tapi langsung di balas oleh Zara.


“Mas pingin sayang” ucap Gibran pelan.


Zara tersenyum dan mengangguk, melihat lampu hijau dari Zara, gibran segera melakukan tugasnya sebagai suami.


______________


Kembali ke ponpes.


Zahran dan Zenia telah selesai dengan makan malam nya, dan kin mereka telah kembali ke kamar sebelum nya mereka melihat keadaan Raja dulu, tapi Raja sudah tertidur pulas di kamar Abi dan Uminya.


“Mas” panggil Zenia.


“Iya” jawab Zahran dengan sangat lembut, sungguh lembut hingga membuat jantung Zenia berdegup sangat kencang.


“Apa mas Zahran akan meminta hak nya sebagai suami??” tanya Zenia tiba-tiba.


Zahran terkejut dengan pertanyaan istrinya, memang Zahran ingin meminta Hak nya, sebagai laki-laki normal tidak mungkin Zahran kuat menahan nya apalagi terkadang Zahran melihat bentuk tubuh Zenia, tapi Zahran tidak ingin memaksakan Zenia, biarlah semua nya berjalan sampai dimana nantinya Zenia akan memenuhi kewajiban nya sebagai seorang istri.


“Kenapa diam ??” Zenia kembali bertanya karena melihat Suaminya diam saja.


“Tidak apa-apa sayang” ucap Zahran gelagapan.


“Nia udah siap kok mas, kalau mas Zahran ingin meminta hak nya” ujar Zenia malu-malu.


Zenia langsung menundukan kepalanya karena tidak ingin suaminya melihat wajah Zenia yang sudah memerah seperti tomat.


“Kamu serius sayang??” tanya Zahran tak percaya.

__ADS_1


Zenia hanya mengangguk pelan.


Zahran maraih dagu Zenia dan mengarahnya wajah Zenia berhadapan dengan nya, Zahran mencium kening Zenia denga lembut, sama seperti Zenia kalau Zahran juga sangat gugup saat itu.


Zahran memandangi wajah istrinya, Zenia hanya memejamkan matanya, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang menempel di bibirnya.


Zahran mencium bibir Zenia dengan lembut.


“Beneran boleh mas minta hak nya mas??” tanya Zahran lagi.


“Iya mas” jawab Zenia yakin


“Ya sudah mari kita sholat dua rakaat dulu” ucap Zahran


“Kenapa harus sholat dulu mas ??” tanya Zenia bingung.


“Hehe, sini biar mas jelaskan dulu” ucap Zahran dan Zenin pun lebih mendekat lagi.


Zahran langsung menjelaskan, mengapa harus sholat dulu sebelum melakukan hubungan suami istri.


Syaikh Al Albani mengatakan dianjurkan bagi keduanya (suami isteri) agar melaksanakan shalat dua raka’at bersama, karena hal ini pernah dinukil dari salaf. Terdapat dua atsar yaitu:


Pertama, Dari Abu Sa’aid mantan budak Abu Usaid, beliau mengatakan,


Aku menikah dalam keadaan aku masih seorang budak, maka aku mengundang di hari pernikahanku sejumlah para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diantaranya ada Ibnu Mas’ud, Abu Dzar dan Hudzaifah. Abu Sa’id berkata: para sahabat radhiyallahu ‘anhum memberitahukanku dan mereka berkata,


إذا أدخل عليك أهلك فصل عليك ركعتين ، ثم سل الله تعالى من خير ما دخل عليك ، وتعوذ به من شره ، ثم شأنك وشأن أهلك


“Jika kamu masuk menemui istrimu maka shalatlah dua raka’at, kemudian mohonlah kepada Allah kebaikan yang dimasukkan kepadamu, berlindunglah kepada Allah dari keburukannya, kemudian setelah itu terserah urusanmu dan istrimu.” (HR. Ibnu Abu Syuaibah dalam Al Mushannaf, 3/401. Dan ‘Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf, 6/191. Syaikh Al Albani rahimahullahu berkomentar sanadnya shahih hingga Abu Sa’id dan beliau tertutupi periwayatannya).


Kedua, dari Syaqiq ia menceritakan, ada seorang laki-laki mendatangi ‘Abdullah bin Mas’ud, namanya Abu Jarir, ia mengadukan, ‘Aku menikahi seorang gadis belia yang masih perawan, aku takut pada akhirnya ia akan membenciku.’ Kemudian ‘Abdullah memberi nasehat,


إن الإلف من الله ، والفرك من الشيطان ، يريد أن يكره إليكم ما أحل الله لكم ، فإذا أتتك فمرها أن تصلي وراءك ركعتين


“Sesungguhnya keharmonisan itu datangnya dari Allah dan benci itu datangnya dari setan. Setan ingin membuat kalian benci apa yang Allah halalkan bagi kalian. Karena itu, jika istrimu mendatangimu maka perintahkanlah ia agar shalat dua raka’at di belakangmu.” (Adab Az Zifaaf, hal 94-98).


يروى في ذلك بعض الآثار عن بعض الصحابة صلاة ركعتين قبل الدخول ولكن ليس فيها خبر يعتمد عليه من جهة الصحة، فإذا صلى ركعتين كما فعل بعض السلف فلا بأس وإن لم يفعل فلا بأس، والأمر في هذا واسع، ولا أعلم في هذا سنةً صحيحة يعتمد عليها.


Syaikh bin Baz rahimahullahu pun pernah ditanya mengenai perkara ini. Syaikh bin Baz rahimahullahu berpendapat, shalat sunnah dua raka’at sebelum melakukan hubungan badan pernah diriwayatkan oleh sebagian atsar dari sebagian sahabat akan tetapi tidak ada khabar (hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang bisa dipertanggung jawabkan keshahihannya. Apabila seseorang melaksanakan shalat dua raka’at sebagaimana yang telah dilakukan oleh sebagian ulama salaf maka tidaklah mengapa, dan tidak melakukannya pun juga tidak mengapa.


“Ya sudah ayok mas kita sholat dulu, tapi ajarin Nia ya!!” ucap Zenia tersenyum.


“Hehe, iya sayang” jawab Zahran.


Zahran dan Zenia langsung melaksakan sholat dua Rakaat sebelum melakukan hubungan suami istri.


********


**LIKE + KOMEN + VOTE YA KAK.


MOHON MAAF JIKA ADA PENULISAN NYA YANG SALAH**..

__ADS_1


__ADS_2