
Kembali kerumah sakit..........
Ternyata saat Zara meminta untuk sendiri, Angga, Maya, Zenia dan Zahran pergi kekantin rumah sakit, karena tiba-tiba Zenia merasa lapar.
Saat mereka kembali keruangan rawat Zara, semuanya kaget ternyata Zara tidak ada disana, Angga langsung berlari keluar untuk mencari keadaan Zara, begitupun dengan Zahran dia langsung bertanya kepada pihak rumah sakit, siapa tau ada yang melihat Zara, sedangkan Zenia dan Maya mengecek kamar mandi tapi ternyata Zara tetap tidak ada.
“Ya Allah kamu dimana Zara ??” ucap Zara khawatir.
“Tenang ya sayang !! Zara pasti baik-baik saja” pinta Zahran.
“Dia itu belum sembuh By, aku takut dia kenapa-napa” ujar Zenia lagi.
“Pa kita cari Zara kemana lagi ?? mama begitu mencemaskan dia” kata Maya yang sama seperti Zenia dia juga begitu khawatir.
“Papa juga khawatir Ma, tapi tenang dulu Papa janji akan mencari Zara” ujar Angga yang juga prustasi dengan kehilangan Zara.
“Apa jangan-jangan dia pulang ke jakarta ya pa ?? coba telfon Gibran !!” ucap Zahran tiba-tiba.
Angga membenarkan perkataan menantunya itu, dengat cepat Angga mengeluarkan ponsel nya dan mencari kontak Gibran.
Tuttt, Tuttt, Tuttt
Panggilan pun terhubung.
“Halo Gib, kamu lagi dimana ??” tanya Angga saat telefon telah di jawab oleh Gibran.
“Gibran lagi di kantor Pa, ada apa ??” tanya Gibran heran.
“Apa Zara menghubungi kamu ?? soalnya Zara hilang, dia tidak ada di rumah sakit” jelas Angga khawatir.
“Iya tadi Zara menghubungi Gibran Pa.... Loh kok bisa Pa, mungkin Zara masih di rumah sakit itu Pa, coba cari di setiap sudut rumah sakit” pinta Gibran, karena dia tidak yakin kalau Zara akan pergi dengan jauh.
“Sudah Gib, tapi tetap kita semua tidak menemukan Zara, Papa minta tolong sama kamu tolong kamu ke Bandara siapa tau Zara pulang ke jakarta” Mohon Angga supaya Gibran mau menuruti kemauan nya.
“Malas banget aku nyari Zara, biarin aja lah, mau mati juga tidak mengapa” batin Gibran
“Iya pa” ucap Gibran berbohong.
“Terima kasih Gib” ucap Angga legah.
Setelah sambungan telfon terputus mereka semua pulang, Zahran meminta kepada pihak rumah sakit jika ada yang melihat Zara segera hubungi dia.
*
*
Kini Zahran dan Zenia sudah berada didalam kamar mereka Zenia masih saja diam, dia sangat mengkhawatirkan kondisi adik nya, walaupun dia dan Zara tidak sedara tapi Zenia masih sangat menyayangi Zara, dia mengingat kenangan masa kecilnya dengan Zara, seketika air mata nya menetes, sejujurnya Zenia rindu dengan kebersamaan nya dengan Zara, dimana mereka berdua masih sangat kompak dalam urusan apapun.
__ADS_1
Flasback On.
“Pagi Ma, Pa, Pagi kakak ku yang cantik” sapa Zara sembari menciumi pipi kedua orang tua dan juga kakak nya.
“Pagi juga sayang” jawab Maya sedangkan Angga tersenyum manis ke arah anak nya.
“Pagi adik kakak yang cantik” balas Zenia tersenyum.
“Ayo sarapan dulu, nanti kalian terlambat” pinta Maya agar kedua putri nya segera sarapan karena mereka akan berangkat kesekolah.
Setelah sarapan Zenia dan Zara pamitan kepada kedua orang tuanya, mereka berdua berangkat sekolah bersama, seperti biasa Zenia akan mengantar adik nya terlebih dahulu karena Zara masih SMP, jadi belum di perbolehkan untuk membawa mobil.
“Kak nanti pulang sekolah kita ke bioskop yok, ada Film baru kak” ucap Zara saat mereka masih di dalam mobil.
“Ok” balas Zenia sembari membentuk hurup O di jari jempol dan telunjuk nya.
“Untuk pakaian ganti sudah Zara siapkan, Kakak tenang aja Ok” Ucap Zara sembari tertawa.
“Hahahaha, ternyata kamu sudah menyiapkan semuanya, Ok baiklah nanti Kita ketemuan di taman aja, soalnya pasti kamu yang duluan pulang nya” ucap Zenia setelah mereka sudah sampai di depan sekolah Zara.
“Baik Kak, aku masuk dulu, Cup cup” ucap Zara sembari mencium kedua pipi kakaknya.
Zenia tersenyum, setelah Zara keluar dari mobilnya Zenia pun malajukan kembali mobilnya menuju sekolah nya, Zara terlihat mendadakan Tangan nya.
Flasback off.
“Sayang” panggil Zahran saat melihat istrinya melamun.
“Jangan melamun terus, serahkan semua nya kepada Allah Zara pasti akan baik-baik saja” pinta Zahran.
“Iya By, Nia hanya takut terjadi sesuatu pada Zara” ucap Zenia jujur.
“Zara sudah dewasa, pasti dia tau mana yang baik dan mana yang buruk untuk hidupnya, kamu jangan terlalu banyak pikiran, ingat saat ini kamu sedang hamil, kamu juga harus memikirkan kondisi anak kita” nasehat Zahran dengan lembut.
Mendengar kata anak Zenia sadar kalau dia sudah mengabaikan Raja dan anak dalam kandungan nya.
“Maafkan Nia By !!” ucap Zenia merasa bersalah.
“Tidak mengapa sayang” balas Zahran tersenyum.
“Oh iya besok papa dan Mama mau ke jakarta, kamu mau ikut ?? katanya mau kemakam adik kamu, sekalian Byby juga mau jemput Zaidan” ujar Zahran dan seketika membuat Zenia sangat senang.
“Benar itu By ??” tanya Zenia memastikan.
“Iya sayang” jawab Zahran dengan nada yang sangat lembut.
“Nia mau By.... Hemmm Zaidan pulang By??” tanya Zenia karena dia baru mendengar kalau adik iparnya pulang.
__ADS_1
“Iya sayang dia pulang kan dia sudah mau lulus, tinggal nunggu wisuda aja, jadi sambil menunggu wisuda Abi minta dia pulang dulu” jelas Zahran.
“Nanti kalau Zaidan udah wisuda, dia mau tinggal disini apa tetap di turki By ??” Zenia kembali bertanya.
“Dia sih mau nya tinggal disini di kota D, dan sebenarnya untuk di turki Abi sama Umi menyuruh Byby yang tinggal disana, tapi Byby belum sempat membahas masalah ini sama kamu, apalagi akhir-akhir ini terlalu banyak masalah yang menimpah” jelas Zahran lagi
“Aku mau kok By tinggal di turki, kemanapun Suamiku ini tinggal Nia pasti akan ikut” ucap Zenia tersenyum.
“Benarkah ??” tanya Zahran memastikan
“He,em” jawab Zenia sembari mengangguk
Zahran langsung memeluk erat istrinya, betapa bahagia nya dia sekarang, istrinya sudah sangat mencintainya, apalgi sekarang istrinya tengah mengandung anaknya, Zahran begitu bersyukur cinta nya begitu cepat di balas, Zahran hanya bisa berdoa semoga rumah tangga nya baik-baik saja.
“By Nia ingin” bisik Zenia di telingah Zahran
Zahran terkejut mendengarnya, seketika muncul ide jahil untuk mengerjai istrinya.
“Ingin apa sayang ??” tanya Zahran pura-pura polos.
“Ingin anu” jawab Zenia malu.
“Iya anu apa??” tanya Zahran lagi padahal dia sudah tidak tahan untuk segera tertawa.
“Isss, dasar suami gak peka” kesal Zenia sembari membalik kan badan nya membelakangi Zahran
“Sayang, kok ngambek kamu mau apa ??” Zahran kembali mengerjai istrinya.
“Byby tu gak peka jadi suami” ucap Zenia masih kesal.
“Iya kak sayang gak bilang mau apa, kalau sayang jabarkan Byby pasti tau” rupanya Zahran masih belum puas menggodan istrinya.
“Ok kalau mau jabarkan, Byby tunggu disini !! jangan kemana-mana, Nia akan menjabarkan keinginan Nia” ujar Nia, dan segera pergi keruang ganti
Zahran tersenyum, dia menunggu apa yang akan di lakukan istrinya, padahal Zahran tau keinginan istrinya tapi dia hanya ingin mengerjai Zenia.
Tidak lama Zenia keluar menggunakan Baju transparan yang menampakan lekuk tubuh Zenia dan kalau orang bilang itu adalah linggeri, Zahran melongoh tak percaya dengan apa yang istrinya pakai sekarang.
“Bagimana apa perlu Nia jabarkan yang lain??” tanya Zenia dengan nada yang sedikit genit
“Masya Allah, sempurna” ucap Zahran langsung.
Tanpa aba-aba Zahran langsung mengangkat tubuh istrinya, dia membaringkan Zenia dengan pelan, karena Zahran masih ingat ada calon anak nya disana.
*
*
__ADS_1
**Author skip ya, silahkan berhalusinasi sendiri, soalnya author gak terlalu jago merangkai kata nya hehehe.
jangan lupa Like, komen ,dan Vote ya** !!