Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Epesode 70


__ADS_3

Zara semakin ketakutan, tubuhnya gemetar, kedua tangan nya terus memegangi lengan Gibran, dia masih bersembunyi di belakang tubuh Gibran.


“Ayo Zara kamu ikut saya !!” ajak Roi sembari tersenyum sinis.


“Tidak !! aku tidak mau” Zara terus menolak, dan pada akhirnya Roi sangat murka, dia langsung menyuruh anak buah nya untuk membawa paksa Zara dan Gibran.


“Bawa mereka secara paksa” ucap Roi kemudian.


Beberapa anak buah Roi maju kedepan.


“Tolong !! Tolong” teriak Zara, berharap ada orang yang bisa menolong nya.


Tapi sial, mereka hanya melihat sekilas kemudian pergi, ada apa ini ?? apa mereka tidak ingin membantu Zara dan Gibran atau mereka juga sudah di ancam oleh Roi ?? entahlah !!!!.


“Percuma kamu teriak Zara, mereka tidak akan menolong kalian” ucap Roi lagi.


“Ra lari dari sini !!” kata Gibran.


“Enggak mas !! aku gak mungkin ninggalin kamu sendiri disini” Zara ngeyel, hingga membuat Gibran marah.


“Percuma kamu tetap disini Ra, kamu gak akan bisa melawan mereka” bentak Gibran.


“Hei udah drama nya, kalian mau ikut saya dengan suka rela ? atau dengan kekerasan” Roi kembali membentak kedua makhluk berbeda jenis kelamin itu.


“Bawa mereka !!” ucap Roi kepada anak buahnya.


Melihat mereka mendekat, Gibran mendorong tubuh Zara agar sedikit menjauh, sementara dirinya menyerang anak buah Roi.


Bukan hal yang muda bagi Gibran untuk melawan mereka, tapi Gibran berusaha sekuat tenaga, anak buah Roi yang berjumlah 5 orang akan sangat mudah mengalahkan Gibran yang hanya seorang diri.


Gibran jatuh tersungkur, mereka memukuli Gibran dengan kuat, teriakan rasa sakit menggema disana, kini Taman itu sepi tak ada satupun pengunjung lagi, Zara semakin yakin kalau ini adalah perbuatan Roi, sekarang apa yang harus dia lakukan, minta tolong ?? tapi sama siapa, kemudian matanya melotot melihat Roi mengeluarkan pistol dan hendak menembak Gibran.


“Baiklah kamu yang pertama yang akan saya lenyapkan !!” Roi mengarahkan pistol tepat di dada Gibran, dia yakin sekali tembakan maka Gibran akan hilang nyawanya.


Zara menggeleng, wajahnya sudah basah karena air mata, dia tidak akan membiarkan Gibran mati di bunuh oleh Roi, ini bukan salah Gibran, tapi salah dirinya.


Zara berlari ke arah Roi, dia langsung bersujud di kaki Roi, memohon ampunan, berharap hati Roi akan luluh, dan mau memaafkan kesalahan nya..


“Roi jangan aku mohon !! Hiks___Hiks___Hiks, lepaskan kami Roi !!” Zara terus memohon.


Tapi Roi yang sudah di penuhi dengan dendam, tidak merasakan iba sama sekali, hatinya sakit saat tau kalau Zara selama ini hanya memanfaatkan dirinya, sebenarnya Roi tidak begitu dendam kepada Gibran, dia tau kalau Gibran tidak tau apa-apa dengan hubungan nya bersama Zara, tapi dengan Zara, Roi benar-benar marah padanya, selama ini dia sudah membantu Zara, mencari Gibran sampai keluar negeri, tapi ternyata dia hanya di manfaatkan oleh Zara.


“Lepaskan kaki saya wanita jalang” bentak Roi.

__ADS_1


“Maafkan aku Roi, aku tidak bermaksdu untuk memanfaatkan kamu selama ini” Zara terus memohon ampunan kepada Roi.


“Saya bilang lepaskan !!” dengan amarahnya Roi mendorong tubuh mungil Zara.


*


*


*


Sementara Zahran dan Fahri baru saja tiba di taman tersebut, Zahran langsung turun kemudian berlari ke arah mobil yang di bawah Gibran tadi.


Zahran langsung membuka pintu mobil tersebut, dia dapat melihat anak nya tengah meringkuk karena ketakutan, tubuhnya gemetas, Raja masih saja menangis.


“Sayang ini Baba” ucap Zahran dengan lembut.


Mendengar suara Zahran, membuat Raja mendongakan kepalanya, dia legah sekarang karena saat ini ada Baba nya yang akan menolong nya, tidak lama Fahri juga sudah berada disana setelah sebelum nya dia memarkirkan mobilnya.


“Ba, Raja takut, Raja lihat Ayah di pukulin” ucap Raja dengan nada gemetar.


Fahri langsung melihat ke arah dimana ada segerombolan orang, benar saja disana Gibran sudah tertidur, mungkin karena merasakan sakit karena habis di pukuli.


“Bro apa gak sebaiknya kita hubungi polisi ??” tanya Fahri karena takut terjadi sesuatu kepada Gibran.


“Fah, ajak Raja ke mobil kita, aku mau lihat kesana dulu, nanti kamu nyusul kalau polisi sudah disini !!” titah Zahran.


“Baiklah, hati-hati”


Zahran mengangguk kemudian beralih kepada anak nya.


“Raja ikut Om Fahri dulu ya !! Baba mau nolongin Ayah” ucap Zahran dengan lembut.


Raja mengangguk, kemudian Fahri langsung menggendong Raja, membawanya masuk kedalam mobilnya, sementara Zahran dia langsung menuju ke arah segerombolan orang berpakaian hitam.


“Ada apa ini ?? siapa kalian ??” ucap Zahran saat sudah berada disana, dia melihat wajah Gibran sudah babak belur, dan Zara sudah menangis histeris.


“Jangan ikut campur urusan kami !!” jawab Roi dengan santainya.


“Bagaimana tidak ikut campur, wanita itu adalah adik istri saya, jelas ini juga urusan saya” balas Gibran lagi.


“Hahaha, hebat kamu Zara, masih punya muka kamu kembali ke keluarga kamu, setelah apa yang telah kamu lakukan” ucap Roi sembari tertawa.


“Bagaimana bos apa kita tetap akan membawa mereka !!” tanya sala satu anak buah Roi.

__ADS_1


“Bawa saja perempuan ini, urusan dengan lelaki ini sudah selesai” pinta Roi


“Kalian tidak akan bisa membawa Zara, saya sudah menelfon polisi” ucapan Zahran membuat Roi terdiam, mata melotot dengan tajam, dia marah sekarang karena selalu saja ada yang menghalanginya.


“Saya bilang jangan ikut campur, atau nyawa kamu jadi taruhan nya” bentak Roi.


Zahran masih tenang, dia bahkan tidak takut sama sekali.


Tidak lama benar saja suara sirine mobil polisi sudah terdengar, seluruh anak buah Roi panik, mereka sangat takut dengan penjara, dan itu berhasil membuat Roi sangat marah, dia langsung mengarahkan pistolnya ke arah Zahran, baginya Zahran adalah orang yang telah menggagalkan rencananya.


“Saya sudah peringatkan dari tadi jangan ikut campur, tapi kamu tetap saja ikut campur urusan saya” Ucap Roi dengan nada dingin.


Zara yang melihat kakak iparnya sedang dalam bahaya, dia langsung bangkit, dia tidak akan membiarkan Zahran mengorbankan nyawanya hanya untuk dirinya, lebih baik dirinya saja yang pergi untuk selama nya, karena selama ini Zara sudah banyak merepotkan semuanya, kalau dia mati pasti Roi tidak akan mengganggu keluarganya lagi, karena yang dia inginkan hanyalha dirinya.


Sebelum Roi menekan pistol itu, Zara sudah berlari ke arah Zahran.


Dan.


Dorrr.


Sebuah tembakan menggema di taman itu, suasana masih hening, dan sesaat kemudian.


“Zaraaaaaa” Teriak Gibran, sebelum tubuh Zara jatuh Gibran dengan sigap berlari untuk menangkap tubuh mungilnya.


Zahran juga langsung duduk.


“Ra bertahan kita akan segera kerumah sakit” ucap Zahran khawatir.


Zara tersenyum, dia bersyukur bisa menyelamatkan Zahran, dia tak tau apa yang akan terjadi dengan Kakak nya Zenia jika saja Zahran benar-benar tertembak.


Sementara Roi langsung mematung, tak berapa lama beberapa orang polisi langsung datang dan memborgol anak buah Roi, berikut dengan Roi nya.


*


*


*


**Like.....


Komen......


Vote**.....

__ADS_1


__ADS_2