Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part32


__ADS_3

Ok sekarang author akan fokus ke ceritanya Gibran dulu ya..


...SELAMAT MEMBACA....


***********


1 Minggu telah berlalu, Gibran sudah kembali di sibukkan dengan pekerjaan nya, siang itu dia di hubungi oleh Zahran untuk segera datang ke kantor cabang, iya saat pulang ke indonesia Zahran akan meninjau kantornya yang ada di indonesia.


“Baik pak saya segera kesana" ucap Gibran di sambungan telefon.


Setelah mengucapkan salam, Gibran langsung meluncur kesana, saat akan memasuki lift Gibran berpapasan dengan Fahri.


“Mau kemana Gib ??" tanya Fahri.


“Mau ke kantor cabang Pak, barusan Pak Zahran menyuruh saya kesana" jawab Gibran sembari menunggu lift terbuka.


“Oh, ya sudah kamu hati-hati di jalan”


Gibran pun mengangguk, setelah lift terbuka Gibran langsung masuk kesana, dan memencet tombol 1 yaitu lantai paling bawah.


Gibran segera menuju mobilnya untuk segera berangkat, entah kenapa dia sangat buru-buru, padahal Zahran hanya berkata untuk datang ke kantor Zahran, Bahkan Zahran juga tidak mengatakan kalau sedang ada masalah, tapi kenapa perasaan Gibran gugup dan langsung menancap gas mobilnya.


Saat di tengah-tengah perjalanan Gibran tidak sengaja menyenggol mobil lain, sehingga membuat kaca spion mobil itu pecah.


“Astaghfirullah" ucap sang pengendara yang mobilnya di senggol Gibran, dengan segera dia menepikan mobilnya beruntungnya Gibran juga melakukan hal yang sama.


Setelah turun dari mobil Gibran langsung menghampiri mobil itu untuk meminta maaf kepada sang pemilik mobil.


“Maaf saya tidak sengaja" ucapnya pada seorang wanita yang tengah mengamati kaca spion nya yang rusak.


Wanita itu menoleh, sesaat mata mereka saling pandang, tapi dengan segera wanita itu memaling kan wajahnya.


“Jaga pandangan mu Ca !!! ingat kamu sudah berubah sekarang, jadilah wanita yang baik” ucapnya dalam hati.


Iya dia adalah Ica, dia datang ke kota D untuk membuka butik, awalnya kedua orang tuanya tidak mengizinkan, karena mereka berpikir Ica ke kota D untuk mencari Zahran, tapi Ica menjelaskan bukan itu tujuan nya melainkan untuk mencari membuka butik dan mewujudkan mimpinya menjadi desainer terkenal, dia ingin melupakan semuanya dan membuka lembaran baru.


“Sekali lagi maafkan saya !!" ucap Gibran kembali, karena belum ada jawaban dari orang itu.


“Iya tidak mengapa tuan, saya bisa menggantinya di bengkel”


“Tidak, biarkan saya yang akan menggantinya”


“Tidak mengapa tuan, kerusakan ini tidak terlalu parah kok”


“Tapi saya harus bertanggung jawab”


Akhirnya perdebatan disana terjadi, dengan terpaksa Ica mengalah, dan membiarkan Gibran mengganti kerusakan mobilnya.

__ADS_1


“Saya Gibran" ucap nya memperkenalkan diri.


“Ica” balas Ica langsung.


“Baiklah mari ke bengkel, silahkan duluan, dan saya akan mengikuti mu di belakang”


“Baiklah”


Ica kembali ke mobilnya dan dia langsung melajukan mobilnya untuk mencari bengkel, di ikuti oleh Gibran di belakang.


Di dalam mobil Gibran seperti memikirkan sesuatu.


“Seperti pernah melihatnya, tapi dimana ??” kata Gibran pada diri sendiri.


Gibran terus menjalankan mobilnya mengikuti mobil Ica, tidak lama kemudian mereka telah sampai di sebuah bengkel terkenal di kota D, dengan segera Ica mematikan mesin mobilnya dan turun.


Salah satu karyawan bengkel itu mendekat


“Ada yang bisa saya bantu Mbak ??" tanya nya.


“Tolong ganti spion mobil saya !! tapi harus sama persis yang seperti itu ya” tunjuk Ica ke spion mobilnya yang telah patah.


“Baik mbak, mau nunggu apa di tinggal mbak mobilnya ??”


“Tungggu aja" jawab Ica kemudian duduk di bangku panjang tempat orang biasanya menunggu saat memperbaiki mobil mereka..


Tidak lama Gibran pun sampai, dia langsung turun dan mendekati karyawan bengkel yang sedang memperbaiki kaca spion mobil Ica.


“Tidak Pak, sebentar lagi selesai karena ini kan hanya mengganti saja" jawab sang karyawan bengkel.


Gibran pun terus memperhatikan karyawan itu dengan seksama, Ica yang duduk tak jauh dari mereka tak sengaja memperhatikan Gibran.


Satu kata yang terbesit di hatinya “Tampan” tapi Ica segera menepisnya.


Setelah menunggu hampir 45 menit akhirnya mobil Ica selesai di perbaiki, sesuai permintaan Ica kaca spion itu di ganti dengan model yang sama.


Gibran langsung membayar semuanya setelah selesai Gibran kembali mendekati Ica.


“Sekali lagi maafkan saya !! saya benar-benar tidak sengaja" ucap Gibran.


“Iya, tidak apa-apa" jawab Ica.


“Kalau begitu saya duluan ya” pamit Gibran.


“Iya, terima kasih karena memperbaiki mobilku”


“Sama-sama, Assalualaikum”

__ADS_1


“Waalaikumsalam”


Gibran pun berlalu dari hadapan Ica, dan segera memasuki mobilnya, Ica tersenyum di balik cadarnya.


“Tidak jangan berpikir macam-macam Ca"


Ica pun segera menaiki mobilnya dan pergi, dia akan melihat sala satu ruko tempatnya akan membuat butik.


*


*


Sementara itu, Gibran baru saja sampai di perusahaan cabang, dia langsung menuju ruangan Zahran tidak perlu lagi bertanya kepada resepsionis.


Tok---Tok----Tok ( Gibran mengetok pintu)


“Masuk !!” suara Zahran terdengar dari dalam.


Gibran pun segera membuka pintu, Zahran yang melihat kedatangan Gibran langsung menyambutnya dengan senang.


“Silahkan duduk Gib !!" ucap Zahran ramah.


“Terima kasih Pak" Gibran pun segera duduk di hadapan Zahran.


“Ada apa ya pak ??” tanya Gibran, dia memanggil Zahran dengan sebutan pak karena itu sedang di kantor.


“Tidak saya kesini ingin membicarakan masalah Raja” ujar Zahran.


“Ada apa dengan Raja ya Pak ??”


“Begini Gib, saya hendak memindahkan sekolah Raja ke indonesia, sebenarnya saya kasihan pada Raja kalau harus pindah sekolah, karena dia kan harus beradaptasi lagi, tapi saya juga kasihan sama Ibu kamu, dia begitu sangat menginginkan Raja terus di dekatnya, makanya saya mendiskusikan ini sama kamu, apakah kamu setuju kalau Raja pindah sekolah ke indonesia saja ??" tanya Zahran panjang lebar


Gibran benar-benar kagum pada Zahran, walaupun ibunya sering berkata kasar pada Zahran dan Zenia, tapi Zahran tetap memperlakukan nya dengan baik, dan selalu berdiskusi dengan Gibran masalah Raja, Zahran tidak pernah mengambil keputusan sendiri karena Zahran sadar kalau Raja punya Ayah kandungnya yang lebih berhak atas dirinya.


“Bagaimana dengan kalian mas ?? maksud saya dengan mas Zahran dan Nia ?? apa setelah Raja pindah kesini kalian akan tetap berada di turki ??"


“Saya dan Nia akan pindah lagi ke indonesia, perusahaan disana biar di tangani yang lain, saya hanya tidak mau selalu terjadi keributan antara ibu kamu dan istri saya, itu saja”


Begitu sayang nya Zahran ke sang istri dan juga keluarganya, Bahkan Zahran rela meninggalkan pekerjaan nya disana hanya karena ingin ibunya Gibran bahagia, terbuat dari apa hatinya nya Zahran itu, pikir Gibran.


Perlahan air mata Gibran menetes “Maafkan Gibran mas, karena selalu merepotkan Mas Zahran” ucap nya mulai terisak.


Zahran bangkit kemudian dia menepuk bahu Gibran dengan lembut “Tidak perlu meminta maaf Gib, saya melakukan ini semua semata-mata untuk kebahagiaan semuanya, saya hanya tidak ingin keluarga yang sudah terjalin harmonis ini menjadi berantakan hanya karena masalah sepele.


*


*

__ADS_1


**Udah sampai sini dulu ya !! jangan pada ngebayangin punya suami seperti Zahran karena author juga ingin sih 🤣🤣


Itu babang Gibran masih jomblo ada yang mau daftar gak ?? siapa tau langsung di terima sama Susi yang ngebet minta bermain sama cucu, biar Raja gak jadi rebutan terus 🤣🤣**


__ADS_2