Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 22


__ADS_3

Jam 02 dini hari Zahran bangun karena seperti biasa dia akan melaksanakan sholat tahajud, dia melirik ke samping dimana Zenia masih tertidur sangat pulas, ada rasa ingin untuk membangunkan istrinya, tapi dia takut Zenia marah, mengingat hubungan nya dengan sang istri belum seperti yang lain nya.


Akhirnya Zahran melaksanakan sholat sendiri, setelah melaksanakan sholat tahajud Zahran kembali ke tempat tidur, tapi karena dia tadi sudah berwudhu rasa kantuk di dirinya hilang, Zahran melihat ke arah istrinya dia pandangi wajah Zenia, sesekali Zahran tersenyum ada rasa ingin mencium bibir istrinya tapi ya kembali lagi seperti semula, takut kalau Zenia marah.


Detik berganti menit, dan jam dinding terus berputar, hingga suara Azan Subuh berkumandang, Zenia menggeliat saat gendang telingahnya menangkap dengan jelas suara Azan.


Zahran baru keluar dari kamar mandi, sepertinya dia baru selesai mandi dan berwudhu.


“Selamat pagi istriku !!” ucap Zahran dengan lembut sembari tersenyum.


“Pagi juga suamiku ” balas Zenia malu-malu.


“Mau ikut sholat juga ??” tanya Zahran.


“Iya mas, kalau mau tungguin Nia ya !! Nia mau sholat nya di imamin sama Mas” jawab Zenia jujur.


“Masya Allah, Baik sayang dengan senang hati mas akan menunggumu” Ujar Zahran dengan senang.


Zenia bangun dari tempat tidur dan mengambil pakaian nya di dalam lemari, setelah itu dia masuk ke kamar mandi.


Tidak lama kemudian Zenia keluar dari kamar mandi, di lihat nya Zahran telah menunggu nya untuk melaksakan sholat bersama, Zenia langsung menuju ke tempat Zahran dan langsung memakai mukenah nya yang telah Zahran siapkan.


“Ayo sayang atur shaf nya !!” titah Zahran.


Zenia pun menurut.


أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.


Ushalli fardhos shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa,an makmuman/imaman lillaahi ta'aala.


Artinya: Saya melakukan shalat fardhu subuh sebanyak dua rakaat dengan menghadap kiblat, pada waktunya (menjadi makmum/imam) karena Allah Ta’ala.


Zahran terus mengimami sholat mereka sampai selesai.


Setelah melaksakan sholat subuh, Zenia mencium tangan Zahran dan di ikuti Zahran mencium kening Zenia.


Zahran dan Zenia langsung berganti pakaian dan Zahran juga membantu Zenia berkemas karena hari ini mereka akan langsung ke kota D dimana Zahran tinggal.


“Gak usah banyak-banyak bawa bajunya, Jika ada rezeki nanti bisa beli disana” ucap Zahran.


“Iya mas” jawab Zenia .

__ADS_1


Tidak lama ada suara ketokan pintu.


Tok__Tok__tok.


Ceklek, Pintu di buka oleh Zahran ternyata itu adalah bibi, pembantu di rumah Zenia.


“Maaf den !! sudah di tunggu sama tuan dan nyonya di bawah, buat sarapan bareng” ucap sang bibi menunduk.


“Iya bi tunggu sebentar, masih nunggu Nia siap-siap” jawab Zahran sopan.


“Iya den, kalau begitu bibi permisi” ujar bibi dan berlalu dari hadapan Zahran.


Zahran kembali menuntup pintu dan menghampiri Zenia.


“Sudah selesai sayang ??” Tanya Zahran menatap istrinya.


“Sudah mas, oh iya itu tadi bibi ya ??” tanya Zenia.


“Iya, katanya Mama dan Papa sudah menunggu di bawah untuk sarapan” jelas Zahran.


“Ya sudah ayok turun mas, kita sarapan aku juga sudah sangat lapar” ucap Zenia dan mereka berdua keluar kamar menuju lantai bawah untuk sarapan.


Di lantai bawah sudah ada Mama Maya, papa Angga, Gibran dan Zara.


“Pagi juga sayang !! pagi Nak Zahran” jawab mama Maya dan menyapa Zahran.


“Pagi juga Ma” ucap Zahran sopan.


Papa Angga hanya mengangguk dan tersenyum, Zenia langsung menarik kursi untuk suaminya, Gibran tertegun melihat Zenia melayani Zahran, dulu biasanya dia yang ada di posisi Zahran.


Zara terus melirik Gibran yang dari tadi memperhatikan Kakak nye Zenia, ada rasa tidak suka melihat suaminya melirik wanita lain.


Semuanya menikmati sarapan dengan tenang, hening tidak ada pembicaraan hanya suara dentingan di meja makan itu.


Setelah selesai sarapan semuanya berkumpul di ruang keluarga, sekaligus Zahran pamit untuk membawa Zenia dan Raja ke kota D, iya memang sudah keputusan bersama kalau Raja akan ikut dengan Zenia dan akan tinggal Di kota D bersama Zahran dan Zenia.


“Kenapa buru-buru nak ?? lebih lama lah tinggal disini !!” ucap mama Maya dengan lembut, sejujurnya dia. sedih karena akan berpisah dengan anak sulung nya itu.


“Maaf ma, tapi Zahran ada pekerjaan disana, nanti aku dan Nia akan sering kesini mengunjungi mama dan papa” ujar Zahran merasa tidak enak.


“Tidak apa-apa nak, Papa mengerti !! Papa titip putri papa ya !! tolong jangan sakiti dia !! jika suatu hari nanti kamu sudah tidak mencintai dia lagi tolong jangan beri tahu dia, tapi beri tahulah Papa dan Papa akan membawa dia pulang” pesan Papa Angga lirih.

__ADS_1


Zenia tak kuasa menahan air matanya, begitupun dengan Mama Maya, Zenia bangkit dari duduk nya dan langsung berhambur memeluk sang Papa.


” Nia sayang Papa, Nia sayang Papa” ucap Zenia berulang dengan isak tangisnya.


Zara juga menetiskan air matanya, melihat pemandangan itu, Zara juga ingin rasanya di peluk oleh Papa nya seperti itu, betul memang setelah kejadian itu Papa Angga dan Mama Maya bersikap dingin pada Zara, seolah-olah Zara bukan Anak mereka.


Zenia yang melihat adik nya menangis langsung melepaskan pelukan papanya dan beralih menatap Zara, Zenia berjalan mendekat ke arah adiknya, air mata terus mengalir membasahi pipinya, Zahran dan Gibran memperhatikan Zenia, Zahran bangun karena dia takut Zenia akan menyakiti Zara, Tapi semua nya tercengang melihat Zenia langsung memeluk erat Zara.


“Zara adik ku !! hiks, hiks, hiks, maafkan kakak dek !! kaka sayang sama kamu, sayang banget” kata Zenia masih menangis.


Zara pun begitu, berada di pelukan kakaknya membuat dia menangis kencang.


“Maafkan Zara juga kak !! Zara juga sangat menyayangi kakak, Maafkan Zara yang sudah menyakiti hati kakak!!” ucap Zara terisak.


Melihat Zenia menangis seperti itu Zahran langsung mendekat, Zenia langsung melepaskan pelukan Zara dan beralih memeluk Suaminya.


Zenia menangis di pelukan Zahran, dan Zahran membiarkan Zenia meluapkan rasa sakitnya.


“Bawa Zenia ke kamarnya nak !!” pinta Papa Angga pada Zahran.


“Iya pa” jawab Zahran.


Dan Zahran langsung mengangkat tubuh Zenia untuk masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar Zenia masih menangis.


“Aku menyayangi adik ku mas !! tapi kenapa hati ini belum bisa memaafkan ke salahan nya ??” tanya Zenia di dalam pelukan suaminya.


“Mas mengerti apa yang kamu rasakan sayang, tapi percayalah semua nya sudah kehendak yang di atas, ini adalah takdir, dan percayalah Allah akan menggantikan rasa sakitmu dengan sejuta kebahagiaan” ucap Zahran menenangkan.


Lama kelamaan tangis Zenia mulai redah, dan dia langsung ingat kalau ternyata mereka akan pulang ke kota D.


“Astaga mas, kita kan mau pulang ke kota D, tu kan gara-gara ada drama tangisan Nia jadi lupa,, maafkan Nia ya mas” ucap Zenia.


“Hehehe, tidak mengapa sayang, mas mengerti kok !! terus gimana mau lanjut pulang apa nunggu besok aja ??” tanya Zahran mengelus pipi Zenia.


“Pulang sekarang lah mas !! ayok Nia udah siap kok” kata Zenia .


Zahran hanya terkekeh melihat kelakuan istrinya.


*****"*

__ADS_1


like+komen nya ya kak


__ADS_2