
SUDAH KEMBALI KE CERITA AWAL YA.
Pagi itu di Turki, setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah, Zahran mengajak istrinya untuk sarapan bersama.
“Ayo sayang, Kita sarapan dulu!!” Ajak Zahran pada istrinya.
“Iya By” jawab Zenia.
mereka berdua keluar dari kamar, saat menuruni tangga Zenia benar-benar di buat kagum oleh rumah mewah itu, yang iya yakini bahwa itu rumah nya Zaidan.
“Kamu kenapa sayang ??” tanya Zahran karena melihat istrinya nampak kaget dengan keadaan rumah nya.
“By rumah ini besar sekali, Zaidan hebat ya udah bisa bikin rumah semewah ini” ungkap Zenia kagum.
Zahran terkekeh dengan kelakuan istrinya.
“Ini rumah nya Bang Zahran Kak Nia, bukan Rumah ku” sahut Zaidan yang baru keluar dari kamarnya.
Mendengar itu Zenia langsung melotot ke arah suaminya, dia kaget dengan semua itu pasalnya Zahran belum pernah bercerita kalau dia punya rumah semewah ini di Turki kepada Zenia.
Melihat istriny melotot ke arahnya, Zahran buru-buru ke meja makan, karena dia yakin kalau istrinya akan meminta penjelasan kepadanya, bukan karena Zahran belum mau menjelaskan kepada istrinya tapi saat ini dia ingin sarapan dulu baru nanti dia akan berbicara kepada Zenia.
“Günaydın efendim ( selamat pagi tuan )👉bahasa turki” sapa salah satu pelayan di rumah itu.
“Günaydın (selamat pagi)👉bahasa turki” jawab Zahran lembut.
Kemudian dia langsung menarik kursi untuk dia duduk, di ikuti oleh Zaidan dan Fahri, sementara Zenia masih terbengong disana, hingga pelayan yang berbicara kepada Zahran tadi mendekat ke arahnya, tapi sebelum pelayan itu berbicara Zahran langsung membalikan badan nya dan meminta istrinya untuk sarapan bersama.
“Sayang ayo !!” panggil Zahran
Mendengar panggilan dari suaminya, Zenia langsung buru-buru pergi ke arah meja makan dan duduk di samping suaminya.
“Mau sarapan apa sayang ??” tanya Zahran saat istrinya duduk di sampingnya.
“Nasi goreng gak ada ya By ??” protes Zenia karena di atas meja hanya ada roti tawar dan beberapa selai.
“Kamu mau Nasi goreng ?? sebentar ya Aku masakan dulu” ucap Zahran
“Emang kamu bisa masak ??” tanya Zenia tak percaya.
“Bang Zahran tu bisa semuanya kak, Masakan nya enak-enak loh kak, coba aja dulu” sanggah Zaidan sambil mengolesi roti nya dengan selai coklat, sementara Fahri hanya diam saja menjadi pendengar sekaligus penoton.
“Benarkah ??” Zenia masih tak percaya jika suaminya bisa memasak.
“Kamu merehkan Byby ya sayang ?? lihat saja nanti hasil masakan ku, kalau sampai kamu bilang enak maka Byby akan meminta bayaran nya” sahut Zahran.
__ADS_1
“Ok” balas Zenia mantap, karena dia masih kurang yakin dengan hasil masakan suaminya.
Zahran berlalu menuju dapur untuk membuat kan nasi goreng spesial untuk istrinya.
Cukup 15 menit Nasi goreng spesial sudah jadi, Zahran menata nya kedalam piring, tak lupa dia juga menyiapkan untuk Fahri dan Zaidan siapa tau mereka juga ingin, Setelah nasi goreng telah di tata rapi di atas piring Zahran langsung membawanya ke hadapan istrinya.
“Ini dia nasi goreng spesial untuk istriku tercinta” ucap Zahran sembari meletakkan piring nasi goreng kehadapan Zenia.
Melihat tampilan nasi goreng itu, di tambah bau nya yang sangat enak membuat cacing-cacing di perut Zenia meronta-rontah, Zenia bahkan menelan air liurnya.
“Dari wanginya sih kayak nya enak, tapi Gak tau rasanya” kata Zenia.
“Makanya buruan di coba sayang !!” usul Zahran kepada istrinya.
“Bang buat ku sama kak Fahri mana ??” Tanya Zaidan.
“Ambil sendiri di dapur dek, udah abang tata di piring tinggal di bawa” jelas Zahran.
Zaidan langsung pergi ke dapur untuk mengambil nasi goreng yang di buat oleh abang tersayang nya.
Sementara Zenia siap-siap akan memasukan satu sendok nasi goreng kedala mulutnya, tapi langsung di tahan oleh Zahran.
“Kenapa lagi By ?? tadi katanya suruh cepat di cicipi” gerutu Zenia.
Zenia langsung membaca doa sebelum makan, setelah mengucapkan kata Aamiin Zenia langsung memasukan suapan pertama nya kedalam mulut, Mata Zenia melotot setelah nasi goreng itu sampai di dalam mulutnya, benar-benar enak pikir Zenia.
Zahran diam saja melihat istrinya semangat memakan nasi goreng buatanya, Zaidan dan Fahri tercengang melihat kakak iparnya makan begitu lahap seperti tidak makan seminggu.
“Alhamdulillah” ucap Zahran saat Zenia telah menghabiskan nasi goreng buatan nya.
“Gimana enak gak ??” tanya Zahran.
“Hemmz, lumayan lah” jawab Zenia berbohong, dia malu untuk mengakui kalau nasi goreng buatan Suaminya sangat lezat.
“Berarti boleh dong aku minta bayaran ku ??” Tambah Zahran.
“Emang berapa harganya By, jangan mahal-mahal yah ?? aku gak bawa uang banyak soalnya” seru Zenia denga polosnya.
“Aku tak minta uang mu sayang” ucap Zahran lagi
“Terus ??” Zenia masih penasaran dengan bayaran yang harus iya bayar ke suaminya.
Zahran mendekat ke arah Zenia kemudian dia berbisik.
“Berapa nilai yang kamu kasih untuk nasi goreng ku itu ??, jawab jujur!!” bisik Zahran.
__ADS_1
“100” jawab Zenia spontan.
Zahran tersenyum licik, Zahran kembali berbisik.
“Jadi 100 ronde untuk nanti malam Ok”
Zenia langsung melotot mendengarnya, sedangkan Zahran langsung berlari masuk ke dalam kamarnya sembari terkekeh geli, karena bagaimana mungkin dia sanggup melakukan itu sebanyak 100kali.
Melihat kakak iparnya terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka di tambah lagi Zahran langsung kabur ke kamarnya, membuat Zaidan dan Fahri saling lirik, kemudian Zaidan juga berbisik kepada kakaknnya.
“Emang berapa bayaran yang di minta abang ?? sampai membuat Kak Nia diam seribu bahasa ??” bisik Zaidan.
“Gak tau, seperti nya mahal” Fahri pun berkata dengan berbisik.
Zenia melihat kedua adik iparnya bicara dengan bisik-bisik membuat dia menoleh ke samping, dan ternyata sudah tidak ada lagi suaminya disana.
“Suami ku kemana ??”. tanya Zenia.
“Pergi ke kamar kak” jawab Zaidan apa adanya.
Mendengar kata Kamar, Zenia merasa takut, dia tidak bisa membayangkan melayani suaminya sebanyak 100 kali.
“Tuhan tolong aku” ucap Zenia tiba-tiba.
“Ada apa Kak ??” Zaidan kaget begitupun dengan Fahri.
“Kenapa dek Nia ?? emangnya suamimu minta bayaran berapa ?” tanya Fahri tak kalah kaget.
Zenia memotar bola matanya, mana mungkin dia akan menceritakan bayaran yang di minta oleh suaminya.
“Tidak apa-apa, Oh iya ajak aku jalan-jalan dong !! kalau kalian gak sibuk” pinta Zenia supaya dia terhindar dari suaminya, jika suami nya meminta 100 ronde kemungkinan 50 nya akan di cicil hari ini, membayangkan saja membuat Zenia merinding.
“Maaf kak, aku ada Kuliah” jawab Zaidan tak enak hati.
“Kak Fahri juga gak bisa dek Nia, soalnya banyak kerjaan di kantor, coba tanya sama Bang Zahran sepertinya dia bisa !!” sahut Fahri.
“Huuuu” desah Zenia malas.
Tidak lama kemudian Zaidan dan Fahri berangkat, Tinggal Zenia sendiri di meja makan,untuk kembali ke kamar dia takut jika nanti suaminya benar-benar meminta hak nya sebanyak 100 kali.
-
-
Like + komen + vote ya kak.
__ADS_1