
Ke esokan paginya mereka semua berangkat ke jakarta, di mobil pertama Ada Angga dan Maya, sedangkan di mobil kedua ada Fahri, Zahran dan Zenia serta Raja.
2 jam kemudia mereka semua sudah sampai di rumah Zenia, menempuh waktu 2 jam membuat tubuh Zenia sangat lemah, wajahnya tampak pucat mungkin karena efek kehamilan, Zahran tampak khawatir tapi Zenia selalu bilang kalau dia gak Apa-apa dan hanya butuh istirahat sebentar.
Setelah menitipkan Raja dengan kedua orang tuanya Zahran dan Zenia menuju kamar mereka untuk beristirahat.
“Sayang beneran gak mau ke rumah sakit ?? Byby khawatir, Lihat tu wajah mu pucat sekali” ucap Zahran khawatir.
“Tidak By, Nia gak papa, Nia hanya butuh istirahat aja sebentar” jawab Zenia jujur.
“Sini temenin Nia tidur By” sambung Zenia lagi, sembari menempuk kasur di samping nya.
Zahran tersenyum, kemudian dia mendekat ke arah istrinya, Zahran pun membaringkan badan nya, dia mengelus perut Zenia yang masih rata, Karena merasa nyaman Zenia pun tertidur, Melihat istrinya sudah tertidur Zahran terlebih dahulu mencium kening istrinya kemudian ikut memejam kan matanya.
*
*
Di Rumah kedua orang tua Gibran_________
“Kamu beneran mau keluar negeri nak ??” tanya Susi kepada anak nya, siapa lagi kalau bukan Gibran.
Kemaren Gibran telah memutuskan untuk keluar negeri dan mencari pekerjaan disana, Gibran ingin membuka lembaran baru di hidupnya, melupakan setiap kesalahan nya kepada sang istri.
“Iya bu, Keputusan Gibran sudah bulat, Gibran ingin membuka lembaran baru” jawab Gibran lirih, sejujurnya dia sangat sedih untuk meninggalkan kedua orang tuanya, apalagi dia juga harus berjauhan dengan Raja.
“Ya sudah jika itu sudah menjadi keputusan mu, Ibu hanya bisa mendoakan kamu Nak”
“Terima kasih Bu” ucap Gibran sembari memeluk ibunya.
“Sama-sama Nak” jawab Susi sambil membalas pelukan anak nya, Susi pun tak bisa menahan air matanya, dia tau jika sekarang anak nya sedang lelah dengan keadaan yang menimpah anak nya, tapi Gibran berusaha untuk selalu kuat, dia tau kalau anak nya telah berbuat kesalahan yang fatal, tapi sebagai seorang Ibu dia tidak akan tega melihat anak nya selalu mendapat masalah.
Gibran melepaskan pelukan nya, dia menghapus air mata di pipi sang Ibu.
“Maafkan Gibran bu” ucap Gibran sedih.
“Sudah tidak apa-apa Nak” ucap Susi membelai kepala anak nya dengan lembut.
“Oh iya kamu jangan lupa pamitan dulu sama Raja, sebelum berangkat !!” lanjut Susi mengingatkan.
“Itu pasti Bu” balas Gibran, karena dia tidak akan berangkat langsung tanpa bertemu dengan putra nya terlebih dahulu.
“Ya sudah kalau begitu ibu tinggal dulu ya” ucap Susi sembari beranjak meninggalkan putra nya.
“Iya Bu” balas Gibran tersenyum.
Setelah ibunya keluar dari kamarnya, Gibran membuka sebuah kotak yang isinya adalah kenangan nya bersama Zenia, Gibran tersenyum sembari memandangi foto mereka berdua, dia ingat saat foto itu di ambil pas acara ulang tahun Zenia, Gibran benar-benar menyesal sekarang, seandainya dia tidak menghianati Zenia pasti sekarang mereka berdua masih berstatus suami istri, Gibran hanya bisa mengulang kata seandainya dan seandainya, Tapi percuma sekarang Zenia telah bahagia bersama orang lain, dan Gibran juga harus mencari kebahagiaan nya juga, makanya dia memutuskan untuk keluar negeri .
__ADS_1
*
*
*
Di kota S_______.
Di sebuah kosan kecil, dan tampak kumuh, sedang berdiri seorang gadis memandang ke luar kosan nya, siapa lagi kalau bukan Zara, dia memutuskan untuk pergi ke kota S, dia mencari kos-kosan, tapi karena dia harus berhemat makanya dia memutuskan ngekos di tempat seperti ini.
Sudah beberapa kali dia mencari pekerjaan tapi tak juga ia dapatkan, apalagi dia hanya tamatan SMP, Zara prustasi tabungan nya semakin menipis.
“Aaahhh, apa yang harus aku lakukan ?? Aku tidak mau mati mengenaskan disini” teriak Zara prustasi.
“Pokoknya aku harus mencari pekerjaan apapun itu bentuk nya, aku harus mengumpulkan uang agar aku bisa membalaskan dendam ku kepada keluarga Zenia” lanjut Zara lagi.
Ternyata Zara masih saja membenci Zenia, apalagi saat ia mengetahui kalau Gibran orang yang sangat dia cintai pergi tanpa pamit, membuat Zara berpikir pasti itu adalah ulah Zenia karena mengetahui kalau Zara bukan anak kandung Angga dan Maya.
*
*
Di rumah Zenia________
Setelah suara Azan sholat Zuhur berkumandang, Zahran membangunkan istrinya.
“Sayang bangun yok !! Kita sholat dulu” ucap Zahran dengan lembut.
“Baiklah, tapi beneran ya 5 menit” lanjut Zahran lagi.
“Hemm” hanya itu jawaban dari Zenia, rupanya dia masih sangat mengantuk.
5 menit kemudian.....
“Sayang sudah 5 menit ayo bangun !!” Zahran kembali membangunkan istrinya.
“Huuuamm, Iya By” mau tak mau Zenia harus bangun..
“Sana wudhu duluan, !!” titah Zahran setelah berhasil membangunkan istrinya.
Zenia mengangguk kemudian turun dari atas tempat tidur, dia langsung melangkah ke kamar mandi untuk berwudhu, setelah Zenia selesai baru giliran Zahran yang berwudhu.
Kini mereka telah siap untuk menjalankan sholat Zuhur, Zahran mengimami dengan sangat khusuk,, tidak lama kemudian mereka berdua telah selesai menjalankan sholat Zuhur, Zenia mencium punggung tangan Zahran, di ikuti Zahran mencium kening istrinya.
Di lantai bawah, setelah menjalankan sholat Zuhur Angga dan Maya menemani Raja bermain Robot di ruang keluarga.
“Jam berapa kita ke makam pa ??” tanya Maya.
__ADS_1
“Sekitar jam 2 Ma” jawab Angga masih fokus menemani Raja bermain robot-robotan
“Apa Zahran sama Nia ikut Pa ??” tanya Maya lagi.
“Sepertinya begitu” jawab Angga
Maya hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti, tidak lama kemudian Zahran dan Zenia menghampiri mereka.
“Baba” teriak Raja saat melihat Zahran mendekat ke arahnya.
Dengan sigap Zahran mengangkat tubuh Raja, kemudian menggendongnya, Mereka semua duduk di sofa ruang keluarga
.
“Beneran mau ikut ke makam Nak ??” tanya Angga
“Iya dong Pa, sekalian habis dari sana kita mau ke bandara mau jemput Zaidan” jelas Zenia
“Oh ya sudah” balas Angga.
“Fahri mana Pa, Ma” tanya Zahran sopan.
“Tadi katanya mau keliling jakarta Nak Zahran” jawab Angga.
Zahran hanya menjawab “Oh” saja sembari tersenyum.
*
*.
Jam 02 siang mereka semua pergi ke makam adik nya Zenia, Fahri juga sudah pulang, mereka masuk ke mobil masing-masing,.
30 menit kemudian mereka tiba di pemakaman umum, Mereka semua turun memasuki area pemakaman, dengan Angga yang berjalan duluan, tidak lama kemudian mereka berhenti di sebuah makam kecil yang bertuliskan Zea Shakila Bagaskara, Maya dan Zenia langsung duduk di samping makam Itu sembari menangis
“Sayang ini mama Nak,maafkan Mama baru bisa berkunjung kesini saat ini” ucap Maya, air matanya mengalir begitu deras, jari-jarinya mengelus nama anaknya yang di tulis dengan tintah emas, rupanya Angga memang merawat makam Zea dengan baik.
“Zee sekarang Papa udah bawa Mama dan Kakak mu, Maafkan Papa ya Zee!!” ucap Angga..
“Hai adik kakak, perkenalkan aku Zenia kakak mu, maaf ya kakak baru bisa berkunjung sekarang, tapi kamu tenang saja Kakak pasti akan sering kesini” ucap Zenia dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir mambasahi pipinya.
Zahran mengawali membaca surat yasin, untuk mendoakan Zea.
Setelah habis dari makam, Fahri, Zahran dan Zenia hendak pergi ke bandara untuk menjemput Zaidan, sedangkan Raja di bawa pulang oleh Angga dan Maya..
*
*
__ADS_1
**Like,, komen, dan vote ya kak.
Maaf kalau update nya lama soalnya hari ini author mendadak sakit, ini aja udah berusaha untuk update walau hanya 1 episode.. doakan ya semoga besok author sudah kembali sehat.. supaya Up nya banyak**..