
"Baiklah, aku akan memberimu 10 juta," ucap Yusen mengambil dompetnya.
"Siapa bilang 10 juta cukup untuk ganti rugi, kau pikir cafe ku cafe mainan! Cafe ku adalah cafe elit, bukan hanya saja barang makanannya yang mahal, piring yang di pecahi oleh anak mu juga berharap jutaan, peralatan dapur ku tidak ada di jual di toko lainnya, karena itu adalah peralatan yang aku pesan langsung dan tidak ada mirip dengan peralatan milik orang lain. Dan lagi daging sapi adalah daging impor langsung dari negara Australia yang harganya 5 juta perkilo, jadi aku sudah menghitungnya jika kerugian ku mencapai 150 juta," ucap Feezo.
"Apa! Kau ingin memeras ku!" seru Yusen dengan wajah merah padam karena emosi.
"Jika kau tak mau ganti rugi seharga itu, maka aku akan mengirimkan video ini kepada kantor polisi dan video yang lain, jika Vidoenya sudah di kantor polisi maka aku tidak bisa menarik tuntutan itu lagi. Jadi pikirkn," ucap Ferzo berdiri. Dan ia pun berbalik badan dan hendak pergi.
Beberapa langkah Ferzo berjalan, tapi belum ada tanda-tanda jika Yusen memanggilnya.
Sampai Ferzo di depan pintu dan memegang gagang pintu dan menekannya kebawah ingin membuka pintu.
"Tunggu!"
__ADS_1
Terlihat seulas senyum di bibir Ferzo menandakan kemenangan ada di tangannya.
'Heh! dia terpancing,' batin Ferzo. Ferzo membalikkan badannya dan menatap Yusen.
"Untuk apa kau memanggilku? Apa ada yang ingin kau katakan?" tanya Ferzo.
"Aku akan menyetujui ganti rugi itu tapi kau harus meminta maaf di depan umum jika kau bersalah dalam hal ini," ucap Yusen.
"Kau jangan keterlaluan! Itu bukannya hal sulit hanya mengakui kesalahan pahaman saja di depan umum, apa salahnya!" seru Yusen.
"Jika itu mudah kau suruh saja anak mu mengaku jika ini kesalahan pahaman di depan umum sana, jika bukan karena anak kesayangan mu itu melakukan ini, maka kau mungkin sudah bekerja dengan tenang di kantor mu. Kau terlalu memanjakan anak mu sehingga akhirnya kau yang susah sendiri. Jadi bagaimana Om, apa aku akan ganti rugi?" tanya Ferzo tersenyum manis.
"Berikan videonya dulu, maka aku akan mentransfer uangnya," tawar Yusen.
__ADS_1
"Baiklah," ucap Ferzo membuka ponselnya dan mengeluarkan kartu memorinya dan meletakkan di atas meja.
Yusen mengambilnya. "Karena kartu ini sudah ada pada ku, jadi tidak ada uang ganti rugi lagi," ucap Yusen mematahkan kartu memori itu.
Ferzo terdiam melihat kartu memorinya di patahkan. Melihat Ferzo terdiam Yusen tersenyum, itu menandakan jika ia kalah.
"Kenapa dengan wajah mu? Kau tidak tahu jika aku tidak menepati janji ku? Ha-ha-ha, kau terlalu polos bocah nakal, kau kalah," ucap Yusen tertawa penuh kemenangan.
"He-he-he siapa bilang aku kalah, Vidoe itu tidak ada di kartu memori, tapi tersimpan di penyimpanan internal," ucap Ferzo tersenyum sambil memutarkan video rekaman Yun.
"Apa!" teriak Yusen dengan tangan bergetar.
"Ganti rugi atau nama perusahaan Anda tidak bisa di selamatkan," tawar Ferzo.
__ADS_1