
Syahila mengangguk tersenyum.
"Baiklah, Bibi terima, ayo duduk dulu, kamu mau bikin apa? Kita bicarakan dulu," ucap ibu Syahila.
Mereka pun mengobrol panjang malam itu masalah makanan apa saja yang akan di jadikan menu utama.
"Baiklah Bibi, aku pulang dulu ya, seperti yang kita bicarakan saja ya, udah deal ya, besok saat pulang sekolah aku akan jemput Bibi, besok Syahila pulang bareng aku aja, aku tunggu di parkiran. Aku permisi dulu Bi," ucap Ferzo mencium tangan ibu Syahila dan berpamitan untuk pulang.
"Iya hati-hati di jalan ya," pesan ibu Syahila.
Ferzo mengangguk dan ia pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya di jalanan untuk pulang ke rumah, jam juga sudah menunjukkan pukul 21:55 menit.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Menyelamatkan seseorang ingin bunuh diri di tengah jalan]
__ADS_1
[Hadiah 6.000.000]
[Status misi: Sedang berlangsung]
Ferzo melihat di peta digitalnya dan melihat titik lokasi orang yang ingin bunuh diri itu.
Ferzo memutar mobilnya dan menuju tempat tersebut. Mobil terus melaju di jalanan mencari siapa yang tidak menyayangi nyawanya.
"Benar-benar dah, aku saja yang dulunya hidup kesusahan aja masih sayang nyawaku, sampai mau matipun saat itu aku juga tak rela," ucap Ferzo.
Saat sedang melaju, ada seorang wanita yang turun ke jalan, Ferzo pikir dia mau nyebrang jalan, jadi Ferzo pun memberhentikan mobilnya.
"Kenapa dengan dia itu?" tanya Ferzo keluar dari mobil dan menghampiri wanita itu.
"Mbak, bisa ke tepi jalan nggak? Ini tempat orang berjalan, bukan tempat orang berdiri seperti patung," ucap Ferzo menepuk pundak wanita itu.
"Diam kamu!" hardiknya menepis tangan Ferzo dengan kuat. Tanpa pikir panjang lagi, wanita itu berjalan pelan di saat ada beberapa kendaraan yang melaju di jalanan dan wanita itu seperti pasrah jika ia di lindas oleh mobil besar yang melaju itu.
__ADS_1
Mobil besar pun melintas cukup kencang dari arah kiri, sedangkan wanita itu berdiam diri di jalanan.
"Hey apa yang kau lakukan!" teriak Ferzo berlari secepat mungkin lalu memeluknya dan mereka jatuh bersama di pinggir jalan.
Bruk!
Mobil itu pun melintas.
"Lepaskan aku!" teriaknya dengan berurai air mata.
"Hey! Kau ingin bunuh diri ya, nyawa yang sudah Tuhan berikan itu apa sungguh tak berharga! Kalau begitu kenapa kamu nggak minta jadi babi saja sana, atau jadi ayam, monyet, kucing dan hewan lainnya, setidaknya mereka sayang dengan nyawanya dan lari dari mangsa, kamu malah ingin mati, kalau begitu kau berikan nyawamu pada orang yang sakit-sakitan itu tapi masih mau hidup. Mereka aja di rumah sakit masih berjuang untuk sehat, kau malah ingin menghabisi nyawa mu, sia-sia Tuhan sudah memberikan nyawa berharga itu," ucap Ferzo ceramah panjang lebar.
Wanita itu menangis terisak-isak di pinggir jalan, para warga berdatangan melihat kejadian apa sehingga ada orang yang menangis.
"Ada apa ini?" tanya warga itu.
"Tuh dia mau bunuh diri, nasehatin dia Pak, biar tidak melakukan hal bodoh seperti itu lagi!" ucap Ferzo menatap wanita itu kesal.
__ADS_1
"Ya ampun, Nak. Kamu ini sudah gila ya, orang gila aja masih sayang nyawa, kamu yang waras malah mau mati," ucap bapak-bapak itu.