
Ferzo terdiam, saat ini yang di butuhkan bukanlah kebun atau apa pun itu, karena ia bisa juga membeli dengan uangnya, tapi ini masalah hati, ia sama sekali tidak terpikat dengan Alila dan juga ia tidak mau adanya cinta yang di paksa.
"Om, maafkan aku jika menyinggung mu dengan perkataan ku ini atau membuat sakit hati mu, tapi aku harus mengatakannya dengan jujur," ucap Ferzo terhenti.
"Katakanlah."
"Aku tidak mencintai Alila, aku hanya menganggap dia sebagai temanku saja, di hati ku sudah ada seseorang. Maafkan aku Om," ucap Ferzo menundukkan kepalanya.
Papa Alila terdiam sejenak, rasanya sangat kecewa karena orang yang sangat ia harapkan itu malah memilih orang lain, otomatis ia tidak bisa membuat pria yang luar biasa itu terus bersamanya, padahal ia sangat ingin menjadikan menantu dan sekaligus sebagai wakil perusahaannya.
"Tidak bisakah kau mencintai Alila meskipun hanya sedikit saja?" tanya Papa Alila berharap.
__ADS_1
"Wanita mana yang ingin di duakan Om, Alila pasti tidak ingin jika kekasihnya ada wanita lain, begitu juga dengannya," ucap Ferzo.
Kali ini Papa Alila berpikir lama, ia tidak mungkin menikahkan anaknya bersama orang yang tidak ia cintai, itu pada akhirnya akan menyakiti anaknya sendiri. Tapi saat ini, Alila sangat mencintai Ferzo dan ingin memilikinya, ia tidak mungkin menyakiti kedua orang sangat ia sayangi ini.
"Ya sudahlah, tidak apa-apa, aku akan memberi pengertian kepada Alila tentang ini, semoga saja ia mengerti," ucap Papa Alila meskipun ada kekecewaan pada dirinya.
"Terima kasih atas pengertiannya Om, terima kasih juga untuk makanan hari ini, masakannya sangat enak-enak. Karena ini sudah hampir sore, aku permisi dulu Om," ucap Ferzo berpamitan.
"Jangan Om, aku pulang sendiri saja, soalnya ada tempat yang ingin aku pergi," tolak Ferzo.
"Hm …begitu ya, baiklah, kamu hati-hati di jalan," ucap Papa Alila.
__ADS_1
Ferzo pun pergi dari rumah Alila dengan memesan taksi online.
"Papa, bagaimana hasilnya, apa dia menerima ku?" tanya Alila.
"Alila, Papa harus mengatakan ini pada mu. Bahwa cinta memang ada, tapi tak harus memiliki. Jadi relakan dirinya, jika kau memaksa mencintainya dan memaksa dia harus mencintai mu, pada akhirnya kalian berdua akan saling tersakiti. Jika nanti pun kalian bersama dia tidak mencintai mu dan terus akan teringat dengan orang yang dia cintai, sedangkan kau … hidup dalam kesepian walau pun kau punya raganya, tapi tidak hatinya, pada akhirnya akan berakhir dengan perpisahan. Papa tidak menginginkan seperti itu, kau harus mencari pria yang kau cintai dan mencintaimu, barulah itu yang di namakan membangun mahligai," jelas Papanya panjang lebar.
Alila langsung masuk ke dalam kamar dan ia menangis sejadi-jadinya.
"Alila!" panggil Mamanya.
"Biarkan dia berpikir Ma, itu adalah keputusan yang sangat terbaik untuknya, biarlah dia menangis sekarang dari pada ia menangis air mata darah di kemudian hari," ucap Papa Alila menahan sang istri.
__ADS_1
Saat di perjalanan, Ferzo melihat satu keluarga sedang membawa koper yang entah ke mana.