System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 136


__ADS_3

Ferzo merasa kenal dengan mereka. "Pak, pelankan taksinya," pinta Ferzo.


Supir taksi pun memelankan laju mobilnya dan Ferzo sangat penasaran dengan orang tersebut.


Ia melihat dan ternyata beneran orang yang ia kenal.


"Berhenti Pak," pinta Ferzo. Supir taksi itu berhenti. Charzo membuka pintu taksi dan keluar.


"Kamu!" pria itu sangat kaget melihat Ferzo yang berdiri tidak jauh darinya. Mereka pun berbalik badan dan hendak pergi menjauhi Ferzo.


"Om, tunggu dulu!" panggil Ferzo.


Pria itu pun berhenti dan menyiapkan hatinya lalu menghadap Ferzo.


"Untuk apa kau memanggil ku? Untuk mengejek ku? Lihatlah dirimu, kau juga memakai taksi," ucap Yusen dengan wajah mengejek.


"Setidaknya aku punya uang untuk bayar taksi, tidak jalan kaki seperti kalian," ucap Ferzo jalan mendekati mereka.


"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Yusen waspada.

__ADS_1


Ferzo melihat Yun yang menatapnya dengan wajah sedih, ada di antaranya merasa tidak enak hati dan malu.


Orang yang dulu yang menghinanya kini malah menjadi gelandangan. Bahkan mereka saja entah mandi atau tidak dengan pakaian kucel yang mereka kenakan.


"Sayang sekali Yun, kau malah putus sekolah dan kedua teman mu malah tidak bisa menemani mu, aku melihat mereka berdua bersekolah seperti biasa tanpa merasa ada masalah, dan mereka terlihat lebih baik dari sebelumnya saat berteman dengan mu, sekarang mereka mau belajar dan mendengar penjelasan guru. Mungkin kau yang membawa dampak buruk bagi mereka," ucap Ferzo.


"Diam kau! Jika tidak bisa menolong setidaknya jangan mengatai ku!" teriak Yun dengan mata berkaca-kaca. Sang ibu memeluk Yun. Mereka cukup sadar apa yang sudah mereka lakukan.


"Siapa bilang aku tidak bisa menolong mu, ya setidaknya untuk memberi makan bisalah." Ferzo mengambil ponselnya dan menelpon kepala sekolah.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Maaf Buk menganggu, saya Ferzo," ucap Ferzo.


"Ada apa?" tanya kepsek.


"Ibuk kenal dengan Yun kan? Anaknya Yusen. Aku sedang bersama mereka, saat ini mereka sangat ingin membutuhkan uluran dari orang-orang seperti kita," ucap Ferzo.

__ADS_1


"Begitu ya, suruh mereka datang ke sekolah sekarang," ucap kepsek.


"Kalian di suruh datang ke sekolah sekarang. Aku baik kan, masih aja mau bantu orang yang sudah melukai orang-orang sekitar ku," ucap Ferzo kembali masuk ke dalam taksi dan kembali taksi itu melaju.


Tak lama kemudian, ia pun sampai di cafe.


"Selamat datang Tuan," ucap para pegawai Ferzo senang saat melihat Ferzo datang. Pelanggan juga banyak yang datang.


"Bagaimana kerja hari ini?" tanya Ferzo tersenyum.


"Wah, lihatlah pelanggan yang datang, mereka juga sangat menyukai makanan yang di buat kepala koki kita," ucap pegawainya.


Ferzo berjalan ke dapur dan melihat mereka yang sedang sibuk, Ferzo mendekati Syahila. Terlihat Syahila tersenyum.


"Kamu nggak capek?" tanya Ferzo.


"Aku malah senang banget bisa bantu-bantu di sini," jawab Syahila sambil mengambil teplon dan meletakkan di atas kompor.


"Tapi kamu habis pulang sekolah langsung ke sini, nanti kamu lelah, aku akan tambah pegawai lagi biar kamu cuma ngawasin aja, kalau perlu nanti ibu kamu juga ngawasi pekerja yang ada di dapur, jadi kalian nggak perlu kerja berat lagi," ucap Ferzo perhatian.

__ADS_1


"Tapi untuk sementara ibu nggak mau orang lain yang masak, takutnya rasa masakannya beda," jawab Syahila.


__ADS_2