
[Poin Anda di potong 5 poin]
[Sisa poin Anda 135]
[Saldo Anda di kurang 100.000]
[Sisa saldo Anda 287.150.000]
[Ding]
[SIM Anda siap di gunakan]
Kartu SIM berputar-putar di layar systemnya.
[Apa Anda ingin mengambilnya?]
[Ya]
[Tidak]
Ferzo meng-klik [Ya]
[Silakan di ambil SIM Anda]
Ferzo mengambil SIM-nya lalu menyimpannya.
__ADS_1
Ia menghidupkan mesin mobilnya perlahan-lahan melaju kan mobilnya menuju sekolah.
Sesampainya di sekolah Ferzo memarkirkan mobilnya dan langsung ke kantin untuk sarapan pagi.
"Wah wah wah, orang kaya baru ya, hasil mengedar sabu ya," ucap Yuli saat melihat Ferzo datang dengan tersenyum sinis.
"Oh ya? Kau sudah tahu kebenarannya, jangan sengaja memprovokasi, jika begitu sana telepon polisi dan suruh mereka tangkap aku," tantang Ferzo tersenyum dan duduk di kursi kantin itu sambil menaikkan kakinya sebelah dan melipat tangannya.
"Beneran aku telepon nih biar kamu ditangkap," Yuli menggenggam ponselnya tersenyum menaikkan sudut bibirnya sebelah kanan.
"Ha-ha-ha, kalau kamu nggak punya bukti yang kuat dan tidak mau ditangkap balik, lupakan leluconmu itu, karena aku bisa melapor atas pencemaran nama baik dan laporan palsu," jawab Ferzo menyengir.
Yuli terlihat gusar dan kesal.
"Bude, mie goreng 3 porsi dan jus jeruk 2," pesan Ferzo mengangkat tangan agar pemilik kantin melihatnya.
Tuuut! Tuuut! Tuuut!
"Halo," jawab Syahila.
"Kamu sudah sampai belum di sekolah?" tanya Ferzo melihat sekolah yang berdiri kokoh.
"Sudah, baru saja sampai, aku sekarang di gerbang sekolah, ada apa?" tanya Syahila.
"Ke sinilah, aku tunggu kamu di kantin," ucap Ferzo.
__ADS_1
"Baiklah, aku ke sana sekarang." Syahila memutuskan panggilannya dan ia berjalan menuju kantin.
"Syahila!" panggil seseorang dari belakang. Syahila berhenti dan melihat kebelakang. Dia adalah Adrian, pria populer di kelas 3, tinggi putih dan orang tuanya juga punya perusahaan. Ia menyukai Syahila sejak dulu, sifat Syahila yang kalem dan lembut itu membuat para pria menyukainya.
"Kamu main ke kantin juga?" tanya Adrian tersenyum ke arah Syahila penuh cinta.
"Iya." angguk Syahila.
"Ya udah kalau begitu ayo barengan, aku juga mau ke kantin," ajak Adrian.
Syahila menundukkan kepala dan memilih berjalan di belakang Adrian. Ia hanya takut jika ada yang salah paham.
Ferzo tersenyum melihat Syahila datang dan Syahila langsung duduk di hadapan Ferzo sambil tersenyum.
Melihat itu, Adrian raut wajahnya berubah melihat Syahila malah duduk dengan orang lain, padahal ia ingin mentraktir Syahila di tambah Syahila tersenyum kepada Ferzo.
"Silakan," ucap bude itu meletakkan pesanan Syahila di atas meja.
"Terima kasih Bude," ucap Ferzo. Bude pun pergi kembali ke dapur dan menerima pesanan yang lain.
"Maaf ya, aku udah pesan duluan, nggak tau kamu suka atau tidak," ucap Ferzo mengambil satu piring mie goreng dan meletakkan di depan Syahila.
"Semua orang suka kok sama mie goreng, terima kasih banyak ya," ucap Syahila mengambil garpu dan sendok lalu meletakkan di atas piring Ferzo.
Kemudian ia mengambil garpu dan sendok untuk dirinya. Dan mereka pun makan bersama. Mata Adrian menatap ke arah Syahila dan Ferzo dengan geram. Ia menghentakkan tangannya kemeja.
__ADS_1
"Lihat saja nanti, akan ku buat orang yang kau sukai babak belur," ucap Adrian geram.