System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 106


__ADS_3

"Memangnya kamu siapa?" tanya petugas keamanan itu.


"Dia adalah pemilik hotel ini, berhubungan Anda di pecat, maaf, silakan Anda keluar," ucap Ari.


"Tapi Pak, saya … saya masih ingin bekerja," ucap satpam itu dengan mimik wajah sedih.


"Perbaiki dulu ucapan mu jika ingin bekerja," ucap Ari.


"Jadi jika saya sudah memperbaiki kesalahan saya bisa balik lagi ke sini?" tanya satpam itu dengan mata berbinar.


"Perbaiki kesalahan di tempat lain saja," ucap Ferzo menatap tajam satpam itu.


"Tuan, maafkan saya, tolong jangan pecat saya, saya akan memperbaiki lagi ucapan saya, nih saya pukul mulut saya," ucap satpam itu memukul-mukul mulutnya dengan kuat.


Plak! Plak! Plak!


Terlihat mulut satpam itu memerah, dia beneran melakukannya.


"Kamu sedang melawak ya di sini? Sana pergi! Kamu bawa di keluar," ucap Ferzo.


Ari pun mendekati satpam itu dan menarik tangan satpam itu keluar dari hotel tersebut.

__ADS_1


"Tuan, aku minta maaf, tadinya aku karena peduli pada kalian saja baru mengatakan itu," ucap satpam itu mencoba mencari alasan agar ia tak di pecat.


"Jika peduli tidak perlu membawa orang tua dan ini malah menghinanya, lain kali tanya dulu ada apa mereka datang. Sudah-sudah bawa dia pergi cepat, aku tidak ingin melihatnya," ucap Ferzo.


Ferzo berjalan ke arah meja resepsionis. "Kalian bawa pengunjung yang di sana, usir dia, beraninya dia mengatakan hal kotor di depan ku!" denggus Ferzo kesal.


"Baik Tuan." angguk pegawai itu mendatangi kedua pengunjung yang tadi juga membicarakan Ferzo dan teman-temannya.


"Hey! Saya ini pengunjung, tanpa saya hotel kamu bakal sepi, jika kamu berani mengusir ku, aku akan memviralkannya di media sosial sehingga tidak akan ada yang datang ke hotel kamu yang jelek ini!" ancam wanita itu dengan membelalakkan matanya.


"Oh aku takut sekali. Nggak usah banyak cerita, aku nggk butuh pengunjung yang mulutnya seperti kalian, sana usir mereka!" perintah Ferzo.


"Cih! Lihat saja nanti! Aku akan membuat hotel kamu nggak ada penghuninya suatu hari nanti!" ucap wanita itu gusar.


"Lalu kenapa? Aku bisa menjadikan tempat ini sesuka ku, apa peduli mu," jawab Ferzo mencibir.


Pegawai itu pun menarik tangan kedua pengunjung itu untuk segera pergi dari hotelnya.


Mau tak mau mereka pun terpaksa pergi, barulah hari Ferzo sedikit tenang.


"Tuan, mari ikut aku ke ruangan untuk penanda tangan hotel ini," ucap Ari.

__ADS_1


"Baik." angguk Ferzo.


"Hm … itu Tuan, teman-teman Anda, ini bersifat privat," ucap Ari.


"Kalian tunggu di sini sebentar ya," ucap Ferzo.


"Baiklah." angguk Syahila. Mereka bertiga pun duduk di sofa tunggu. Pegawai itu pun datang mendekat.


"Anda mau minuman apa?" tanya pegawai itu ramah.


"Aku minuman jus jeruk," ucap Syahila.


"Aku kalau ada air soda," ucap Yuse.


"Aku … es kosong saja," ucap Dandi.


"Sebentar ya," ucap pegawai itu dan beranjak dari tempat berdirinya dan menuju dapur.


Sesampainya mereka di sebuah ruangan yang terdiri sebuah kantor dan ada juga tempat tidur besar di sebelahnya. Di depannya ada papan tamplet yang bertulisan "HOTELIER"


"Ini adalah ruangan Anda," ucap Ari mempersilakan Ferzo untuk masuk ke dalam. Ari mengeluarkan beberapa berkas untuk di tanda tangani sebagai pemilik hotel sah.

__ADS_1


__ADS_2