
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah Alila.
"Akhirnya yang di tunggu sudah datang, ayo masuk," ajak Papa Alila yang sangat senang dengan kedatangan Ferzo.
"Iya Om." angguk Ferzo, mereka pun masuk ke dalam rumah Alila dan duduk di sebuah meja besar.
Para pembantu mengantarkan makanan di atas meja dengan makanan yang sangat lezat-lezat semua.
"Bagaimana keadaan Om sekarang?" tanya Ferzo.
"Aku baik-baik saja Nak, kau sungguh penolong ku. Jika aku tidak bertemu dengan mu mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini melihat putriku menikah dengan orang yang dia cintai," jawab Papa Alila tersenyum mengembang.
Ferzo tertegun mendengar ucapan dari Papa Alila, yang di cintai oleh Alila adalah dirinya, berarti mereka ingin menjodohkan dirinya dan anaknya, sebab itu mereka mengundangnya?
Alila tampak dengan wajah memerah membuang wajahnya ke samping.
__ADS_1
"Ya sudah, ayo kita makan dulu, nanti baru mengobrol panjang," ucap Papa Alila yang terlihat dirinya sangat senang.
Mama Alila mengambil makanan untuk Ferzo dan meletakkan makanan itu di hadapan Ferzo.
"Ayo di makan, kalau perlu habiskan semua makanan ini nanti," ucap Mama Alila tersenyum.
"Iya Tante, terima kasih," ucap Ferzo tersenyum yang di paksakan, ia merasa tidak enak hati karena nanti setelah memakan makanan mereka tapi malah menolak anak mereka nantinya.
Mereka pun makan bersama, Alila mengirimkan pesan kepada papanya diam-diam dan memastikan jika yang lain sedang sibuk melahap makanannya.
Tit! Tit!
"Sebentar ya," ucap papa Alila mengambil ponsel di saku jasnya dan menekuk alisnya saat pesan itu masuk dari sang putri.
"Pa, bagaimana pun caranya, Ferzo harus menerima ku, aku mohon sama Papa agar dia bisa terima aku, aku sangat mencintainya. Papa juga sangat menyukai Ferzo kan sebagai menantu Papa, jadi lakukan segala hal agar ia tidak menolak ku." [Alila]
__ADS_1
"Iya, Papa tahu, dia pasti akan terima kamu kok, jangan ragu." [Papa Alila]
Alila tampak tersenyum senang, lalu melihat ke arah Ferzo.
'Ferzo, aku tidak peduli kau sudah punya orang yang kau cintai atau tidak, kau adalah milikku, selamanya akan menjadi milikku, aku tidak akan membiarkan orang lain memiliki mu, kau hanya boleh memiliki ku saja,' batin Alila menatap Ferzo dengan penuh cinta.
Setelah mereka makan, papa Alila membawanya ke arah balkon untuk minum teh, lagian hari juga sudah sore, sangat bagus jika ingin melihat pemandangan dari atas balkon.
Mereka pun duduk di sebuah kursi, Alila dan mamanya juga duduk di sana, jika di lihat mereka adalah sebuah keluarga bahagia.
"Bagaimana menurut mu lahan yang di sana?" tanya papa Alila menunjuk sebuah lahan yang sangat luas, yang di tanami buah anggur ungu.
"Sangat bangus dan menarik, ternyata Om juga suka berkebun," puji Ferzo menatap kagum melihat hamparan yang di penuhi oleh buah anggur yang bergelantungan di dahan dan rimbun daunnya.
"Kau lihat lahan yang di sebelah sana juga, apa itu bagus?" papa Alila menunjukkan sebuah lahan yang di tanami melon organik.
__ADS_1
"Rasa buahnya itu pasti sangat manis dan terjaga kwalitasnya," puji Ferzo lagi.
"Iya, itu semua akan menjadi milikmu jika kau menikah dengan putri ku Ferzo," ucap papa Alila serius.