System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 61


__ADS_3

Ferzo melihat dari atas sampai bawah. Ferzo tertegun dengan pakaian yang di pakai oleh Kesin. Memang perusahaan menuntut untuk berpakaian rapi dan menarik, tapi dari yang di pakai oleh Sekretaris Kerin bukannya menarik, malah mengundang nafsu. Pakaian yang sangat minim dari kain. Jika di lihat itu pakaian setengah jadi.


"Joy, panggilkan wanita yang tadi memanggil mu," pinta Ferzo.


"Baik Tuan." angguk Joy dan kemudian ia keluar dari ruangan CEO.


Di ruangan rasanya sangat canggung, Ferzo mengambil berkas yang ada di atas mejanya dan membukanya. Setelah melihatnya kepalanya jadi pusing, entah apa yang di tulis di berkas itu.


"Oh, membuatku pusing saja." Ferzo menutup kembali berkas itu.


"Hm … itu Tuan, biar saya pijit Anda," ucap Kerin mendekati Ferzo dan memegang bahu Ferzo. Ferzo menghindarkan bahunya ke samping.


"Tidak, aku tidak capek." tolak Ferzo.

__ADS_1


Kesin mengangkat alisnya sambil mengangguk-angguk, baru pertama kali ada yang menolaknya, bahkan anak kecil saja menyukainya, lalu kenapa Ceo yang ada bersamanya tidak menyukainya?


'Jangan bilang dia adalah gay?' batin Kerin.


Joy dan Amel masuk ke dalam ruangan Ferzo dan berdiri di hadapan meja.


"Kamu kembalilah ke depan sana," ucap Ferzo kepada Kerin, ia berlari kecil sambil tersenyum dan berdiri di samping Amel.


Kerin sungguh pandai membuat orang salah paham dari wajahnya yang tersenyum genit itu seolah-olah ia sudah melakukan sesuatu dengan Ferzo.


Joy mengangkat alisnya. "Ehem … meskipun Nona Amel juga dapat promosi untuk menjadi sekretaris, akan tetapi CEO terdahulu memilih Nona Kerin untuk mengurus seluruh perusahaan, mungkin jika saat ini pengalaman Nona Kerin lebih banyak dari Mona Amel, tapi tidak kemungkinan juga Nona Amel bisa mempelajari dan memahami pekerjaan menjadi sekretaris," jawab Joy netral, ia tidak memilih di antara keduanya tapi juga tidak menjatuhkan mereka berdua.


Ferzo melihat Amel, dari pakaiannya ia terlihat rapi dan sopan, tidak terlalu menarik perhatian, roknya pas di bawah lutut dan memakai kemeja putih panjang.

__ADS_1


"Baiklah, jika begitu aku pilih Nona Amel saja untuk menjadi sekretaris ku," ucap Ferzo. Kerin terbelalak tak percaya. Ia mendekati meja Ferzo dan memajukan wajahnya di hadapan Ferzo.


"Tuan, kenapa ini, kenapa dia Anda pilih menjadi sekretaris Anda, memangnya apa kurangnya aku? Aku bahkan lebih lama bekerja menjadi sekretaris dan pengalaman lebih banyak darinya. Memangnya apa yang bisa di lakukan oleh dia yang hanya pekerja biasa!" Kesin menunjuk-nunjuk ke arah Amel.


"Ada apa dengan perusahaan ini? Kenapa semuanya orangnya kasar-kasar?" tanya Ferzo melihat ke arah Joy.


"Maaf Tuan." Joy menundukkan kepalanya. "Nona Kerin, apa pun keputusan Tuan Ferzo itu adalah hal yang terbaik," ucap Joy.


"Tidak bisa! Mana bisa begini seenaknya mengganti orang, aku sudah banyak berkorban demi perusahaan ini! Jika kau ingin menganti orang, aku minta uang kompensasi 2 milyar, atau aku akan membuat perusahaan ini hancur," ancam Kerin.


"Joy, pecat dia tanpa sepeserpun," ucap Ferzo.


"Baik Tuan." angguk Joy. Ia menarik tangan Kerin agar keluar dari ruang Ferzo.

__ADS_1


"Lihat saja nanti! Aku akan menyebarkan rahasia perusahaan mu dan membuat perusahaan mu bangkrut!" teriak Kerin dengan lantang.


__ADS_2