System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 54


__ADS_3

Para murid pun sibuk dengan membuka buku paketnya, begitu juga dengan Ferzo, hari ini kita belajar materinya ya, Minggu depan baru belajar praktek di lapangan," ujar Bu guru menulis di papan tulis.


Seperti biasa, Ferzo mengerjakannya dengan cermat dan benar, dulunya ia bercita-cita ingin menjadi peneliti, tapi sekarang ya sudahlah, mending jadi peneliti cara kaya saja.


Pelajaran pun berlangsung secara khidmat dan sampailah pada penghujung pembelajar.


"Baiklah, anak-anak, kalian ibu kasih tugas untuk meneliti sesuatu, terserah, kalian mau meneliti apa saja, ibu tunggu PR kalian Minggu depan ya," ucap ibu guru membereskan buku-bukunya dan ia pun keluar kelas.


"Baik Bu," jawab mereka serempak. Bel pun berbunyi menandakan waktunya pulang sekolah, para murid juga bergegas untuk keluar kelas dan pulang.


Ferzo berjalan cepat menuju gerbang sekolah untuk menemukan Syahila.


Terlihat Syahila sedang bertengkar dengan seseorang, Ferzo pun berlari dengan cepat dan menghampiri Syahila.


"Sudah aku katakan aku tidak menyukai Adrian!" teriak Syahila.


"Kau kenapa kalian berdua di depan kelas tadi, kalian mengobrol! Kan sudah aku katakan jauhi Adrian!" seru wanita itu tak mau kalah.

__ADS_1


"Siapa juga yang ingin mendekatinya, kau kan melihatnya jika dia yang datang ke kelasku, kecuali aku datang ke kelas dia, mata mu buta ya!" hardik Syahila.


"Syahila," ucap Ferzo. Syahila langsung melihat ke arah Ferzo.


"Ada apa?" tanya Ferzo berdiri di samping Syahila.


"Nggak tau deh orang gila satu ini menuduhku mendekati gebetan dia, jelas-jelas Adrian itu datang ke kelas ku dan menanyakan kenapa aku bisa dekat dengan kamu, dia marah-marah nggak jelas!" denggus Syahila kesal.


"Wajar donk aku marah, kalo kamu punya orang lain jangan mendekatinya dan menjauh darinya," ucap kakak kelasnya itu.


"Cih! Aku yang tidak menyukainya, anak manja itu membuat orang sakit kepala," keluh Syahila menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah, udah lambat nih, ayo masuk mobil," ajak Ferzo.


"Iya." angguk Syahila mengikuti Ferzo.


"Oh, pantasan kamu tidak mau mendekati Adrian lagi, ternyata kamu punya cadangan," ucap kakak kelasnya itu.

__ADS_1


"Seharusnya kau senang kan, aku tidak perlu mendekati Adrian lagi, jadi jangan ganggu aku lagi," ucap Syahila.


Mereka pun masuk ke dalam mobilnya dan Ferzo melajukan mobilnya.


Terlihat dari wajah Syahila kesal, ia menatap luar jendela.


"Kamu masih kesal ya?" tanya Ferzo.


"Aku merasa tertekan, mereka selalu mengatakan aku menyukai si Adrian, Yun, Loin, Morgan, dan pria lainnya, padahal mereka semua mendekati ku, aku tidak tertarik pada mereka semua," jawab Syahila.


"Wajar, kamu kan cantik," sahut Ferzo tersenyum.


"Haishh … tidak tahu aku bisa terlahir banyak musuh," jawab Syahila.


"Jangan gitu donk, mereka seperti itu karena mereka tidak bisa menyaingi kecantikan kamu dan tidak sebaik kamu, jadi mereka itu iri sama kamu, udah usah pikirkan itu, sekarang kita pikirkan Yanga dan di depan mata saja, nanti kita pergi beli bahan makanan, kamu batu aku juga ya, tenang saja nanti aku kasih uang jajan untuk kamu," ucap Ferzo mengernyitkan matanya sebelah.


"Ha-ha-ha kau menganggap ku anak kecil ya di kasih yang jajan," ucap Syahila tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2